Ada Apa dengan The Santri?
*ilustrasi
Oleh: Ulia Niati

Ada Apa dengan The Santri?

Kamis, 26 September 2019 - 09:07:50 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 713

Kenali.co, Film “The Santri” yang dibintangi oleh sejumlah artis muda generasi milenial bisa dikatakan sebagai idola generasi millenial, seperti Wirda Mansur dan Gus Azmi. Film “The Santri ini” menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Menuai kritikan dan tak tanggung-tanggung kritikan dilayangkan oleh sejumlah ulama seperti Ustaz Maaher Atthuwailibi, Ustad Buya Yahya.

Film ini dibicarakan diberbagai media sehingga menimbulkan pertanyaan, ada apa dengan The Santri?. Apa yang membuatnya menuai kritikan dari masyarakat dan kalangan ulama?

Mengenal Kata Santri

Ketika kita mendengar kalimat santri yang dideteksi oleh otak pertama ialah sosok yang alim mengerti tentang Islam atau orang yang sedang belajar ilmu agama, karena faktanya santri memang melekat pada diri seorang muslim.

Jika kita berkaca pada kamus online KBBI, arti santri ialah orang yang mendalami agama Islam, orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh, orang yang saleh. Begitulah kata KBBI. Artinya seorang santri melekat dengan kehidupan Islam nan mulia dan santri semestinya perannya dikembalikan pada definisinya.

Jika arti santri demikian lalu ada apa dengan “The Santri” yang menuai kontrofersi?

Kontrofersi The Santri

Ada beberapa hal yang menjadikan film The Santri ini menuai kontroversi terjadi di kalangan masyarakan bahkan ulama. Kontroversi ini dimulai saat trailer dirilis.

Pasalnya  di dalam film The Santri ini menuai kontra dari judul filmnya. Di mana pasalnya judul dan isi filmnya tidak mencerminkan sosok definisi dari seorang santri maupun akhlak seorang santri, sehingga dapat menjauhkan nilai-nilai Islam itu sendiri. Bahkan terdapat adegan yang mencampuradukkan Islam dengan ajaran agama lain.

Dalam film The Santri terdapat halnya upaya bahaya akidah, di mana pada trailer yang dirilis terdapat adegan dimana seorang santriwati yang diperankan oleh Wirda Mansyur masuk ke dalam gereja dengan membawa sebuah nampan yang berisi tumpeng, yang entah dalam rangka apa, namun hal ini jelas dapat membahayakan akidah seorang muslim. Jika hal ini ingin mengajarkan toleransi tentu Islam sudah menjelaskan utuh mengenai toleransi. Bahkan jika dilihat di surah Al-Kafirun jelas Allah menegaskan “Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku” sehingga jelas tidak mencampuradukkan urusan agama lain apa lagi sampai masuk gereja dalam acara perayaan agama lain.

Selain itu ada beberapa hal lagi yang menjadi kontrofersi campur baur antara santri laki-laki dan perempuan bukan hanya itu produser filmnya demikian yang terdapat pada bagian akhir dari trailer The Santri. Seperti kita ketahui pada umumnya di pondok pesantren laki-laki dan perempuan itu terpisah. Sehingga menjadi pertanyaan, ini tengah menggambarkan pesantren siapa?

Selain itu juga terdapat bahaya moral di mana adanya adegan berdua-dua bahkan saling tatap-tatapan hal ini dapat merusak citra santri itu sendiri, dan merupakan perbuatan yang dapat mendekati zina. Terdapat pula kejanggalan pada film tersebut mengenai terpilihnya santri ke Amerika ini suatu hal yang sangat aneh. Poin-poin tersebut sangat disayangkan, mengingat dimana makna santri yang tak tercerminkan di dalam film The Santri tersebut. Poin di atas  dapat menjadi awal masalah bagi penerima pesan film tersebut, apalagi mengingat sedikit sekali penonton film mencerna isi pesan dan mengaitkan dengan ajaran islam sesungguhnya.

Apalagi jika penonton adalah sosok muslim yang masih mencari, belajar dan bahkan belum memahami secara baik ajaran Islam yang paripurna, hal ini membuat mereka menerka-nerka dalam nalarnya “oh ternyata begini” “oh ternyata boleh” dan oh, oh lainnya. Padahal sejatinya kita tidak mengetahui secara benar bagaimana Islam sebagai pengatur secara sempurna, dari mengatur masuk wc hingga masuk negara diatur oleh Islam nan mulia yang berhadiah surga.

Bahkan pada film The Santri ini disutradarai oleh orang yang tidak memahami kehidupan santri dan Islam nan mulia.  Mungkin bisa jadi ini dapat menjadi media untuk menyusupi suatu ide lain yang justru dapat merusak Islam itu sendiri.

Miris jika berkaca pada definisi dan peranan sosok santri sesungguhnya tidak tergambarkan dalam trailer The Santri ini. Sangat disayangkan dan ini patut diwaspadai adanya upaya untuk membelokkan ajaran Islam bahkan potensi santri itu sendiri dan menguatkan ide sekuralisme dalam kehidupan. Demikian adanya ini menjadi koreksi untuk membenahi santri semestinya dan aksi pengingat awal untuk kita terus berhati-hati dalam ide yang dapat merusak kesempurnaan Islam dan yang dapat mencampur adukan haq dan bathil.

“dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dan yang bathil dan jangan kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahuinya” (Qs. Al-Baqarah;42).

Sudah seharusnya santri menjadi sosok terdepan dalam membela ajaran Islam dan penggerak kebangkitan peradaban Islam nan mulia yang dapat menjadi pemersatu umat dan penghalang ide sekulerisme masuk dalam jiwa-jiwa santri yang mulia.

*Penulis merupakan Anggota Komunitas Mahasiswi Menulis Jambi

#News1


kenali.co