’Ustadz Google’
Ilustrasi. F-net

’Ustadz Google’

Minggu, 12 Mei 2019 - 07:08:10 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 183

Kenali.co, Saya khawatir dengan ‘Ustadz Google’, pasalnya jika kita jadikan sumber utama dalam mencari referensi dalil tentang ibadah, maka bisa menimbulkan keresahan di kalangan ummat.

Misalnya, kita tidak tahu atau lupa dengan bacaan doa buka puasa Ramadhan. Lalu kita buka laman Google, kemudian mengetikan kata kunci ‘doa buka puasa’ di kolom pencarian, maka Google akan menampilkan sumber link referensi terkait kata kunci.

Dengan kata kunci tersebut, Kita bisa memilih judul dan klik langsung pada link web hasil referensi-an Google. Terkadang ada juga judul artikel yang bombastis. Ada banyak jenis sumber link ditampilkan, baik dalam bentuk teks artikel, foto, dan video.

Google menggunakan sistem algoritma untuk berusaha menampilkan rekomendasi laman web terpercaya untuk ditempatkan pada halaman 1, 2 dan seterusnya. Namun begitu terkait konten, saya masih mengkhawatirkan adanya distorsi informasi.

Menurut KBBI, istilah distorsi/dis·tor·si/ n 1 adalah pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dan sebagainya; penyimpangan: untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan -- terhadap fakta yang ada. Sedangkan pengertian distorsi informasi adalah suatu keadaan dimana terjadi kesalahpahaman dalam menerima informasi. Sangat sering terjadi ketika menggunakan metode Sebarkan!. Distorsi informasi sering terjadi di berbagai media, terutama di media maya.

Saat ini pada kebanyakan orang, Google menjadi petunjuk jalan, orang bisa bertanya apa saja di laman Google, termasuk masalah referensi dalil ibadah. Jika kita jadikan pedoman dan tidak berusaha mencari sumber referensi yang sah, seperti kitab-kitab ibadah resmi, atau bertanya langsung kepada guru, para ahli sunnah, maka dikhawatirkan menjadi sesat ibadah, apalagi jika seseorang itu langsung meng-klaim kebenarannya. Sesat betul itu..

Cara yang lebih baik bila kita bisa hadir di majelis taklim. Mencari ilmu agama dengan hadir di majelis taklim lebih afdol, lebih dicintai nabi, lebih banyak pahalanya karena ada banyak malaikat yang mendoakan.

Jadi sebaiknya dalam mencari referensi dalil ibadah, Kita harus bertanya ke sumbernya langsung seperti guru-guru ngaji, kitab-kitab ibadah resmi, atau para ahli sunnah. ‘Ustadz Google’ digunakan sebagai informasi awal dalam mencari referensi.

Penulis: Ahmad Asyhadi

#News1


kenali.co