Dakwah Tanpa Khawatir Dibilang ’Sok Alim’
Ilustrasi dakwah. Foto: Net

Dakwah Tanpa Khawatir Dibilang ’Sok Alim’

Selasa, 07 Mei 2019 - 06:58:44 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 445

Kenali.co, Bagaimana dakwah tanpa khawatir dibilang “sok alim”? Hal ini akan menjadi penghalang bagi kita yang ingin menyampaikan kebenaran. Ketika menyampaikan dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim. Maka mengapa menjadi lemah kalau dibilang “sok alim”. Mana lebih baik dibilang “sok alim” atau “sok bangsat”?

Dibilang “sok alim” mungkin jadi doa, mudah-mudahan memang jadi alim benaran, asal niatnya tidak ria. Dibandingkan dengan “sok bangsat”, bisa jadi doa juga. Jadi tidak baik, pezina, pemabuk, pencuri, dll. Jadi jangan lemah jika dibilang seperti itu, mungkin cara penyampaiannya saja tidak langsung ditujukan ke Personal, tapi buat pengingat diri sendiri atau pakai kata ganti 'KITA'.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru menuju Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. [Fushshilat:33].

Tantangan menyampaikan kebaikkan mungkin dari orang-orang terdekat, keluarga kita. Yang biasanya kita tidak pernah berbicara tentang kebaikkan, namun tiba-tiba berbicara tentang kebaikkan, bicara agama, malah dibilang sok alim.

Keluarga biasanya tahu siapa diri kita, karakter kita. Jadi ketika kita mau menyampaikan tentang kebaikkan tidak harus menjadi Kyai dulu. Ballighu ‘anni walau ayat, sampaikan dariku meski hanya satu ayat.

Sebelum menyampaikan tentang kebaikkan, niatlah dulu yang baik. Niat baik untuk tujuan yang baik. Lalu sampaikan saja pesan kebaikkan tersebut. Jika nanti mau diterima atau enggak itu urusan dia. Yang penting niat dan semangat untuk menyampaikan kebaikkan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketulusan merupakan cara mengambil hati seseorang. Menyampaikan kebaikkan dengan hati yang tulus akan memberikan respon yang positif. Selemah-lemahnya iman seseorang ketika ada pesan kebaikkan untuknya, respon dirinya mungkin diam dan mendengarkan, tapi jika direspon dengan ejekkan atau cemohan mungkin imannya dipertanyakan.

Tugaskan kita hanya menyampaikan, mau diterima atau tidak itu urusan dia. Kita tidak perlu risau, biar Allah yang bekerja selanjutnya. Sampaikan saja..

Dengan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dibilang “sok alim” ini tidak menjadi penghalang untuk menyampaikan tentang kebaikkan.

Penulis: Ahmad Asyhadi

#News1


kenali.co