Hal-hal Ganjil Dalam Debat  Cawapres 2019
Ilustrasi pixabay.com

Hal-hal Ganjil Dalam Debat Cawapres 2019

Selasa, 19 Maret 2019 - 06:06:58 WIB
0 | Kategori: Campus |Dibaca: 498

Kenali.co, Sebagai sarana adu gagasan dan ide, debat calon wakil presiden yang berlangsung pada 17 Maret 2019 pukul 20.00-22.00 Wib kemarin malam menjadi sebuah referensi dalam penilaian guna menentukan pilihan untuk Indonesia 5 tahun akan datang. Acara yang menjadi trending topik tersebut merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Terbukti, hampir seluruh stasiun televisi mengambil moment dengan menyiarkan secara langsung.

Jika ditelisik lebih dalam, ada beberapa hal ganjil yang muncul dalam perdebatan tersebut. Baik calon wakil presiden dari nomor urut 01 maupun 02 dalam tindakan, ucapan serta atribut pendukung mengundang tanya para penonton. Berikut beberapa hal ganjil yang terdapat dalam debat calon wakil presiden yang perlu kamu ketahui :

1. Kutipan islamis

Pada sesi pertama bagian penyampaian visi-misi, cawapres nomor urut 01 menyebutkan beberapa kosa kata islamis seperti ikhtiar dan la takhaf wa la takhzan. Kosa kata ini kemudian diulang beberapa kali pada sesi selanjutnya meski dengan bentuk yang lain, kita pun seakan dibawa melayang dengan kata-kata dahsyat yang pernah terdapat dalam novel negeri 5 menara karangan A. Fuadi.

2. Bahasa yang kurang tepat

Pada sesi pendidikan, beberapa kali cawapres nomor urut 02 beberapa menyebutkan revolusi industri 4.0 namun dibahasakan menjadi empat titik kosong. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, angka 0 biasanya dinyatakan dengan Nol. Namun beliau membahasakannya dengan kosong.

3. Akronim yang unyu

Cawapres nomor urut 01 menyingkat kata dunia usaha dan dunia industri dengan sebutan dudi. Sontak saja, para penonton tersenyum dengan akronim unyu tersebut. Bahkan beberapa netizen menghubung-hubungkan kata dudi dengan dude yaitu seorang artis sinetron yang baru-baru ini hijrah.

4. Mengotak-atik gawai

Dalam beberapa kesempatan, cawapres nomor urut 02 tertangkap kamera sedang mengotak- atik gawai meski lawan debatnya sedang menyampaikan argumen. Hal ini sebetulnya menimbulkan pertanyaan, apakah yang sedang ia lakukan dengan gawai nya tersebut.

5. Gugup saat menyampaikan

Jika kita lebih jeli memandang posisi setiap cawapres saat menyampaikan argumen, maka anda akan menemui cawapres nomor urut 01 beberapa kali memasukkan salah satu tangannya ke dalam kantong baju dan memainkan syal. Hal ini merupakan sebuah keniscayaan yang menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan sedang gugup bukan kepalang.

6. Adegan pasang kancing jas

Berbanding terbalik dengan lawan debatnya, cawapres nomor urut 02 saat memulai menyampaikan argumen ketika bangkit dari tempat duduknya selalu melakukan pengancingan pada jas yang ia kenakan. Entah itu gaya yang sengaja beliau pakai sebagai wujud penambahan kepercayaan diri atau memang jas yang ia kenakan berukuran lebih kecil, penonton pun belum mendapatkan jawabannya.

7. Istilah maha dahsyat

Perdebatan para calon cawapres tahun ini dapat dijadikan rujukan penelitian bahasa, pasalnya ada banyak kosa kata baru yang jarang anda temui di dalam komunikasi dengan teman sehari-hari. Istilah tersebut seperti “infrastruktur langit dan 10 years challenge” jika kita kaji dengan logika bahasa, niscaya istilah ini sangat menggugah dan tak terfikirkan sebelumnya.

8. Botol reuseable

Apakah anda memperhatikan sebuah botol minum yang berdiri di samping cawapres nomor urut 02? Jika anda memperhatikan maka akan terbesit di benak anda mengapa beliau meletakkan nya tepat disamping meski lawan debatnya tidak melakukan hal serupa. Apakah botol minum tersebut berbeda dengan botol minum yang lain?

9. Kertas contekan dari mana?

Pada sesi-sesi akhir, cawapres nomor urut 01 menggunakan secarik kertas untuk memberikan pertanyaan dan menanggapi lawan debat. Publik pun seakan bertanya darimanakah kertas itu berasal? Siapakah yang menuliskannya? Mengapa kamera tidak sempat mengambil gambar saat cawapres tersebut menulis di atas kertas?

Itulah beberapa hal ganjil yang didapat pada saat debat cawapres 2019 yang dilaksanakan. Namun, dalam hal ini hal-hal ganjil tersebut tidak selalu diartikan sebagai hal yang negatif. Namun hal itu adalah beberapa keunikan yang dimiliki oleh salah satu dari kedua calon yang sedang berkontestasi. Dengan kata lain, satu pihak memiliki tetapi tidak dengan pihak lain (ganjil).

Diakhir, penulis berharap siapapun yang akan menjadi orang nomor satu dan nomor dua di negeri ini akan menjalankan gagasan-gagasan terbaiknya demi kemajuan bangsa.

Penulis: Novita Sari

#News1


kenali.co