3 Cerita Rakyat Putri Pinang Masak
Ilustrasi repro kenali.co
Ketiga cerita tersebut menyiratkan bahwa nama Putri Pinang Masak merupakan simbol kecantikan dalam masyarakat daerah setempat.

3 Cerita Rakyat Putri Pinang Masak

Minggu, 09 Desember 2018 - 05:36:56 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 192

Kenali.co, Jika kamu masyarakat Jambi atau pernah tinggal di Jambi , kamu tentu tidak akan asing dengan cerita rakyat Putri Pinang Masak. Dianggap sebagai salah satu simbol kekuatan perempuan Jambi, cerita ini sering dituturkan dari mulut ke mulut meski saat ini sudah sangat jarang diperdengarkan. Namun, tahukah kamu jika cerita rakyat Putri Pinang Masak juga terdapat di daerah lain. Meskipun cerita Putri Pinang Masak versi Jambi telah dibukukan oleh departemen pendidikan dan kebudayaan dengan judul Cerita Rakyat Jambi (1982), ternyata Cerita rakyat Putri Pinang Masak juga tersebar di Provinsi Riau dan Sumatera Selatan.

Data yang penulis dapatkan sedikitnya ada 3 bentuk cerita rakyat Putri Pinang Masak yang dikutip melalui Jurnal Seloko Vol. 1,No.1, 2012 yang ditulis oleh Putri Soraya Mansur seorang guru di SMA N 10 Batanghari. Selain karena letak geografis yang berdekatan, cerita tersebut memiliki beberapa kesamaan baik unsur intrinsik maupun alur nya. Berikut penulis lampirkan ketiga bentuk cerita Putri Pinang Masak :

1. SUMATERA SELATAN

Cerita Putri Pinang Masak versi Sumatera Selatan mengisahkan tentang seorang putri yang memiliki nama Nafisah dan berasal dari daerah Banten, Jawa Barat. Kecantikan putri Nafisah membuatnya dijuluki Putri Pinang Masak. Kecantikannya menjadi buah bibir kalangan masyarakat. Kabar kecantikan sang putri sampai kepada Sultan Palembang dan dia berhasrat untuk meminangnya. Sultan Palembang mengutus pengawalnya agar membawa sang putri ke istana untuk dijadikan gundik. Mendengar kabar penjemputan tersebut, sang putri mencari akal untuk dapat dapat lepas dari muslihat Sultan Palembang. Ia merebus jantung pisang dan air rebusan itu dilumurkan ke tubuhnya. Akibatnya, sang putri terlihat hitam pekat, kotor dan menjijikkan. Para pengawal membawa sang putri ke hadapan Sultan Palembang. Sultan Palembang merasa tertipu oleh wujud sang putri yang buruk itu dan mengembalikkannya.

Selang beberapa waktu, terdengar lagi kabar tentang kemolekan sang putri ditelinga Sultan Palembang. Sultan Palembang menyuruh bawahannya untuk menyelidiki kenyataan sebenarnya. Hasilnya, terkuaklah tipu muslihat sang putri. Sultan Palembang pun murka dan memerintahkan pengawalnya menangkap sang putri. Mereka tidak berhasil, karena sang putri melarikan diri ke sebuah daerah terpencil yang tak mungkin ditemukan Sultan Palembang. Sang Putri tinggal dengan pengikutnya dan nama daerah tempat tinggal mereka di beri nama desa Senuro, yang terletak di Empat Ulu, tepi sungai Musi. Berubahlah nama sang putri menjadi Senuro untuk menghilangkan jejak dari kejaran pengawal Sultan Palembang. Disana sang Putri bertemu seorang pemuda bergelar Sang Sungging. Keduanya mengikat cinta dan akan menikah. Namun pernikahan tersebut tidak pernah terjadi, karena kemudian sang putri menderita sakit parah dan meninggal dunia. Sebelum meninggal, dia bersumpah bahwa anak-cucupengikutnya idak akan memiliki kecantikan seperti dirinya. Dia berbuat demikian sebab menurutnya kecantikan hanya membawa petaka.
 

2. JAMBI

Cerita Putri Pinang Masak versi Jambi memiliki dua versi lagi yaitu Putri Pinang Masak dan Putri Reno Pinang Masak. Cerita Putri Pinang yang pertama berkisah tentang Putri Pinang Masak yang memiliki wajah cantik namun memiliki hati tamak dan suka benda. Ia dilamar seorang raja dan diterimanya. Namun saat pernikahan akan dilangsungkan, dia berubah pikiran. Sebenarnya ia tidak suka dengan raja tersebut, yang disukai nya adalah harta benda sang raja. Karena itulah, dia memberi syarat jika ingin menikahinya raja harus membangun istana dalam waktu semalam. Raja menyanggupi sayarat tersebut. Putri pinang masak khawatir raja akan berhasil membangun istana. Dia pun mencari cara untuk menggagalkannya. Dia menyalakan lampu di sebuah kandang ayam. Ayam mengira hari sudah pagi dan berkokok. Mendengar kokok ayam, raja marah sebab gagal membangun istana sebelum fajar tiba dan meninggalkan kerajaannya. Putri pinang masak akhirnya berhasilmenguasai harta benda raja.

Putri Reno Pinang Masak berkisah tentang seorang ratu di negeri Limbungan bernama Putri Reno Pinang Masak . Putri tersebut terkenal karena kecantikannya yang menawan hati sehingga banyak raja dan puta raja ingin mempersuntingnya. Tidak satupun raja dan putra raja yang diterima sang putri, termasuk pinagan dari raja Jawa. Penolakan tersebut tidak membuat raja gentar bahkan ia bertekad untuk mendapatkan sang putri dengan segala cara termasuk menyerang negerinya. Raja yang sedang dimabuk kepayang itu menyiapkan pasukan untuk menyerang negeri limbungan. Putri pinang masak meladeni serangan raja jawa dengan membuat jebakan parit berisi bambu-bambu berduri yang sengaja ditanam. Akibatnya, pasukan tentara raja jawa tak berhasil menembus negeri Limbungan.

Raja jawa mengatur strategi baru dengan menembakkan uang ringgit logam ke kumpulan pohoin bambu tersebut sebvanyak-banyaknya. Ketika salah satu pengawal setia sang putrimelihat koin itu dia segera melapor. Sang putri percaya dan menyuruh rakyatnya menebang seluruh bamboo serta mengumpulkan koin tersebut. Jebakan raja jawa berhasil dan pasukannya langsung menyerbu negeri Limbungan.

Sang putri melarikan diri dari istana karena merasa bersalah terhadap rakyat atas kecerobohan yang telah dilakukannya. Sampai Desa Tenaku, seorang petani melihat sebuah upih (kelopak batang pinang) melayang di udara dan jatuh ke tanah di depan rumahnya. Petani itu heran dengan adanya upih yang tidak diketahui asalnya itu, sebab disekitar rumahnya tidak ada pohon pinang. Jadi tidak mungkin upih tersebut dan alangkah terkejut sebab benda yang dikira upih itu ternyata mayat seorang perempuan. Setelah diterawang oleh dukun, terkuaklah bahwa mayat perempuan itu ialah ratu negeri Limbungan bernama Putri Reno pinang masak. Warga desa Tenaku berduka dan menguburkan mayat tersebut. Makam tersebut diberi nama “makan upih jatuh”.
 

3. RIAU

Cerita Putri Pinang Masak asal Riau menuturkan tentang kisah di negeri Simbul, Indragiri, Riau. Di negeri itu hidup tujuh pasang putra-putri yang dilahirkan secara kembar siam. Marudum Sakti lahi kembar dengan Putri Pinang Masak (sulung), Buyung selamat dengan Putri Mayang Mangurai, Sampurago dengan Subang Bagelen, Tonggak de Tonang dengan Putri Pandan Bajelo, Saput Jagat dengan Putri Loyang Bunga Emas, Roger dengan Putri Setanggi, dan Tuntun dengan Putri Bungsu. Ketujuh putra tersebut tumbuh menjadi pemuda gagah beranai, sedangkan ketujuh putri tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Diantara ketujuh putra tersebut, Rogr paling gagah dan pemberani sedangkan Putri Pinang Masak yang paling molek.

Pada suatu hari, seluruh warga diributkan dengan kabar hilangnya putri pinang masak. Ketujuh saudara laki-lakinya mencari kesana kemari, namun tidak juga menemukan. Roger mendapat kabar dari Datuk Motah bahwa kakaknyadibawa lari dan dinikahkan dengan Raja Dewa Sikaraba Daik oleh paduka Raja Telni Telanai dari kerajaan Jambi. Lalu, Roger diutus saudaranya untuk membawa pulang sang puitri dengan cara damai. Roger berangkat Ke Jambi dan menemui Raja Telni Telanai.Roger mengungkapkan keinginannya kepada Raja untuk membantu mengusir belanda dari kerajaan Jambi. alangkah senang hati sang Raja, apalagi ketika Roger mampu membuktikan bahwa dia berhasil mengalahkan tentara Belanda hingga kocar-kacir dan meninggalkan Kerajaan Jambi. Keberhasilan Roger membuatnya dikarunia gelar “Datuk Dubalang Utama Roger”.

Waktu terus berjalan, raja Telni Telanai mulai sakit-sakitan. Ia menyerahkan kekuasaan pada putranya, Raja Dewa Sikaraba Daik. Sejak pemerintahan putranya, kerajaan melemah.Belanda kembali menyerang Kerajaan Jambi dan memksa sang Raja muda menandatangani perjanjian. Roger ditenggelamkan di tengah lautan. Ia berhasil lolos dan kembali melawan Belanda hingga benar-benar keluar dari Kerajaan Jambi untuk kedua kalinya.

Ketika keadaan kerajaan Jambi sudaj aman, Roger berpamitan pada sang raja muda untuk kembali ke Indragiri. Mengetahui adiknya akan pulang ke negerinya, Putri Pinang Masak bersimpuh dihadapan Raja muda dan menceritakan bahwa ia adalah kakak kandung Roger serta berniat pulang bersama adiknya itu. Sang Raja terkejut sekaligus bahagia . dia mengabulkan permintaan Roger dan Putri Pinang Masak . Sebelum mereka berangkat ke Indragiri, sang Raja muda memberikan plakat kerajaan yang berisi maklumat bahwa hutan di daerah Jambi diserahkan kepada anak cucunya dari Putri Pinang Masak. Sesuai isi plakat kerajaan yang diberikan sang raja muda, selanjutnya anak keturunan Putri Pinang Masak berkembang menjadi Suku Kubu dan Suku Talang Mamak yang menguasai hutan Jambi.

Meskipun belum ada penelitian lebih lanjut mengenai kebenaran cerita tersebut, namun ketiga cerita Putri Pinang Masak tersebut terdapat kesamaan yakni, cerita tersebut berkisah tentang kisah cinta dan perlawanan seorang perempuan akibat kecantikannya. Ketiga cerita tersebut menyiratkan bahwa nama Putri Pinang Masak merupakan simbol kecantikan dalam masyarakat daerah setempat. Meskipun akhir dari masing-masing cerita tersebut relatif berbeda.

Penulis: Novita Sari

#News1


kenali.co