Ternyata, Peserta Aksi 212 Memang Bayaran
*Ilustrasi
Oleh: Ulia Niati

Ternyata, Peserta Aksi 212 Memang Bayaran

Kamis, 06 Desember 2018 - 08:30:59 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 26021

Kenali.co,  Kejadian beberapa hari yang lalu dan tentunya masih dalam ingatan kita yaitu euforia aksi 212 di pusat kota di Monas Jakarta pada tanggal 2 Desember 2018 merupakan aksi 212 jilid ke-3. Peserta yang hadir memadatkan kawasan tersebut hingga tumpah membanjir keluar dari Monas, dapat dilihat dari viralnya foto dan video yang tersebar di laman media sosial tanpa luput pula dengan tagar #ReuniAkbar212 #BelaTauhid212 #212BersatuDiBawahTauhid dan tagar lainnya.

Tentu aksi ini juga berupa aksi pembelaan atas bendera tauhid ar-rayah yang dibakar oleh salah satu oknum sehingga menjadi puncak dari aksi bela tauhid serta tercetuslah pula aksi dengan  pengibaran 1 juta bendera tauhid sehingga tidak hanya sekedar reuni 212 saja..

Berdasarkan data prediksi yang didapat melalui laman media Era Muslim pada tanggal 3 Desember 2018 dikatakan oleh Iwan Piliang melalui pesan singkat "Barusan saya diberitahu bahwa msc (pusat operator) mencatat jumlah HP/ IMEI pada saat kejadian Acara Reuni 212 berjumlah 13,4 Juta, saya beritahu teman-teman jurnalis yang pada mau menggoreng, eh pada kaget dan nampaknya urung…,” MasyaAllah, sungguh luar biasa antusias peserta 212 tentunya lebih banyak dari 2 tahun sebelumnya. Peserta yang membludak salah satu bentuk suksesnya aksi tersebut, aksi ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dengan banyak persiapan untuk menyukseskannya sampai akhirnya berjalan dengan lancar dan sukses. Alhamdulillah.

Aksi-aksi ini menuai respon positif dari berbagai kalangan, mereka mengatakan bahwa aksi ini adalah aksi yang damai, menyatukan berbagai macam kalangan, sungguh aksi yang luar biasa bahkan sempat beredar pula video dan foto yang tampak di langit tertulis lafaz Allah seolah Allah SWT meridhoi aksi tersebut. Insya Allah.

Berbagai rancangan kegiatan disusun dengan sedemikian rupa oleh panitia. Hal ini disambut baik dan tentu sebagai penyongsong kemenangan Islam itu sendiri. Mengingat waktu dulu begitu sulit mendakwahkan bendera rasullullah Al-liwa dan Ar-rayah kepada umat bahkan sempat dilarang untuk melakukan dakwah tersebut. Tapi tidak mengapa, lihatlah sekarang bendera tersebut berkibar di pusat kota bahkan umat sendiri yang ingin memegangnya dan tentu dengan rasa bangga mengibarkannya, seolah bendera itu sudah ada di hati umat. Sebuah pertanda selangkah demi langkah keberhasilan dakwah mulai berbuah.

Namun sangat disayangkan aksi yang begitu damai dan dipenuhi jutaan umat di Monas sampai membludak hanya satu media stasiun tv yang menyiarkan secara langsung padahal hal ini merupakan sesuatu yang tak biasa, dan tentu tidak secara kebetulan aksi ini diselenggarakan, sehingga menjadi pertanyaan besar tentunya?

Apalagi pada aksi 212 tersebut, bukan hanya muslim saja yang hadir namun ada non muslim yang ikut hadir dan mereka berkomentar positif mengenai aksi tersebut salah satunya di laman twitter milik David Fong @davidfong ia memposting pada tanggal 3 Desember di mana dia mengatakan “Saya non muslim, hadir di acara 212 kemarin, ingin membuktikan kepercayaan saya bahwa Islam itu damai dan toleran, saya tidak menyamar pake peci/topi tauhid, tapi mereka senyum dan menyapa saya. Islam yang mana yang kalian sebut radikal dan intoleran itu?” disertai foto dilaman twitternya. Ini merupakan bukti bahwa aksi tersebut berjalan damai dan yang hadir orang-orang yang memilik kepedulian yang tinggi.

Jika ada yang berkomentar positif, akan tetap ada yang berkomentar negatif sesuai dengan pemikirannya. Mereka asik dengan nyinyirannya atas aksi tersebut, bahkan sebelum terselenggara pun mereka terus mengeluarkan statement penolakan atas aksi tersebut. Berbagai macam tudingan yang mereka katakan salah satunya “pasti bayaran!”  tentu bukan hanya itu, berbagai macam tudingan lainnya mereka tudingkan ke aksi 212 tersebut. Nauzubillah.

Usut siusut mengenai perkataan mereka yang nyinyir terhadap peserta yang ikut aksi dengan sebutan “mereka itu dibayar Rp.100.000”. Sungguh terlalu materialistis sekali pikirannya apa-apa hanya sebatas uang dan materi saja. Coba saja kita lihat fakta dan berpikir logis sedikit saja. Mereka yang hadir itu dari berbagai kota, misalnya saja dari jogja bayangkan ongkos yang harus dikeluarkan, lelahnya yang mereka dapatkan apa sebanding dengan bayaran yang hanya Rp.100.000 saja? Oke jika ini tidak cukup, kita berpikir kembali jika dibayar Rp.100.000 dengan jumlah peserta yang membludak perkiraan 8 juta orang, siapa yang bisa membayarnya sebanyak itu? Ada yang sanggup membayarnya? Jika ada coba datangkan orang sedemikian serupa dengan bayaran Rp.100.000 tersebut dan pesertanya harus dari berbagai kota pula, apakah akan ada yang hadir sebanyak itu juga? Mungkin saja tidak.

Seperti kita ketahui juga bahwa yang hadir buka dari elemen umum semata namun juga ada yang dari elemen public figure sangat tidak mungkin jika public figure tersebut datang hanya karena bayaran Rp 100.000. begitu kerdil pemikirannya yang hanya menganggap peserta 212 itu pasukan bayaran Rp 100.000. Biasanya apa yang ada dipikiran maka itu pula yang akan keluar, bukan kah begitu? Jadi, bisa ketahuan siapa yang nyinyir demikian bisa jadi mereka sering dengan hal begituan.

Sampai mereka tidak percaya peserta yang datang berkat akidah yang tertancap kuat dalam hati dan pikiran, bukan seperti pikiran mereka yang hanya dilumuti oleh materi, hingga mereka tidak bisa merasakan nikmat akidah tersebut. Itu lah yang membedakan antara dorongan akidah dengan dorongan uang semata.

Namun ternyata ada benarnya juga jika peserta aksi 212 itu dibayar. Ya, ternyata memang benar peserta 212 dibayar, dibayar oleh Allah SWT yang akan mereka dapatkan di akhirat kelak. Langsung dibayar oleh pemilik segalanya bahkan lebih dari Rp.100.000 yang mereka tudingkan, namun akan mendapatkan berlipat-lipat pahala untuk bekal memasuki Surga Nya. Wallahu a'lam bish-shawab.

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) Janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) dari Allah? Maka bergembiralah dengan membeli yang telah kamu lakukan itu, dan sekaligus kemenangan yang besar. "(QS. Al-Taubah: 111)

 

* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Jambi dan Anggota Komunitas Mahasiswa Menulis Jambi

#News1


kenali.co