Maulid Nabi: Momentum Meneladani Sosok Beliau
*Ilustrasi
Oleh: Ulia Niati

Maulid Nabi: Momentum Meneladani Sosok Beliau

Rabu, 21 November 2018 - 05:59:44 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 368

Kenali.co, Peristiwa peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum penting bagi umat Islam, bertepatan 12 Rabi’ul Awal mengenang sosok nan mulia lahir ke dunia membawa perubahan dari kegelapan hingga cahaya Islam membawa petunjuk kehidupan sampai membawa peradaban Islam nan gemilang.

Beliau lahir bertepatan pada tahun gajah dalam sejarahnya sebutan tahun gajah bukanlah tanpa alasan, sebab kala itu ada pasukan Gajah Raja Abrahah yang dipimpin Panglima Abu Rughal yang saat itu ingin menghancurkan Ka’bah. Namun pasukan itu gagal!. Karena Burung Ababil meluluhlantahkan mereka dengan menghujani dengan batu kecil panas dan pijar hingga akhirnya Mekkah pun selamat. Peristiwa tersebut diabadikan dalam Al-Quran surah Al-fil.

Saat Rasulullah lahir, api sesembahan kaum Majusi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun tiba-tiba padam dengan sendirinya, berbagai peristiwa yang terjadi menjadi pertanda bahwa kemulian beliau disisi Rabb dan seperti yang telah dikabarkan akhirnya telah tiba, lahir seorang yang akan menjadi pembawa cahaya kehidupan Islam dan sekaligus bukti kerasulannya.

Tentu kenangan kelahiran beliau bukan semata hanya masa lalu belaka, nostagia sementara namun ini sebuah momentum kita untuk meneladani sosok beliau akhlak nan mulia bahkan untuk memberi semangat juang menegakkan kalimat Allah memperkuat girah perjuangan dan tentu menjadikan kita meresapi jerih payah beliau memperjuangkan Islam hingga berhasil menata peradaban yang cemerlang sampai pada masa sahabat Rasul.

Pada hakikatnya mengingat kelahiran Nabi saw, bukanlah sekedar merayakan ulang tahun beliau melainkan ingin mengingat mengenang momentum kelahiran beliau agar kita tidak lupa hari kelahiran beliau dan tentu sebagai upaya kita untuk menambah ilmu memfokuskan diri untuk dapat meneladani akhlak beliau dan juga untuk merefresh kembali sejarah kehidupan Rasulullah, bagaimana beliau semasa hidupnya memperjuangkan agama Allah sehingga kita menjadikan sosok beliau pegangan kita untuk berprilaku, mengidola beliau bahkan menjadi suri teladan yang terbaik untuk menjalani kehidupan ini.

Sungguh dalam diri Rasullullah terdapat suri teladan yang baik dalam berkeluarga, dalam kepribadian beliau dan tentunya dalam memimpin masyarakat dan negara bahkan dalam aspek kehidupan yang lainnya.  Sehingga jika kita meneladani sosok beliau sungguh kesuksesan di dunia dan akhirat dapat kita gapai.

Seperti dalam  Al-Quran Surah Al-ahzab: 21 yang artinya “Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Akhir dan dia banyak menyebut Allah”

Sungguh beliau sosok yang pantas dan patut menjadi panutan kita sampai detik ini bahkan sampai nanti, sebab beliau sosok yang paling baik terhadap wanita bukan hanya itu beliau juga teladan terbaik dalam bertetangga, bergaul, berteman, berkawan dan dalam hal bermuamalah. Tentunya manusia paling mulia akhlaknya. Aisyah ra. Menyebut akhlak beliau adalah Al-Quran. Aisyah ra. Berkata , “Rasulullah adalah orang yang paling mulia akhlaknya. Tidak pernah berlaku keji. Tidak mengucap kata-kata kotor. Tidak berbuat gaduh di pasar. Tidak pernah membalas kejelekan serupa. Akan tetapi, beliau pemaaf dan pengampun.” (HR.Ahmad)

MasyaAllah. Jika dibandingkan dengan sekarang bahkan anak muda jangankan anak muda anak-anak pun sudah bisa mengeluarkan kata-kata kotor bahkan nama-nama hewan dikeluarkan untuk menghina temannya atau sekedar gurauan semata. Jauh dari yang namanya akhlak Rasul. Nauzubillah.

Sungguh sudah sepantasnya kita mengkoreksi diri kita, beliau sudah dijamin surga memiliki akhlak nan sempurna, apalah daya kita surga saja belum terjamin malah santai berhura-hura. Tentu kita sangat merindukan sosok beliau bahkan tak hanya sampai disini, kita diperingatkan untuk menjadikan beliau sosok teladan dan model panutan terbaik.

Teladan Rasulullah patut kita tiru tentunya aspek akidah rasul bukan hanya spiritual beliau moral, sosial bahkan beliau memberikan teladan kepemimpinan dalam bernegara, berpolitik dalam dan luar negeri, menjalankan pemerintahan, menerapkan hukum bahkan menyelesaikan persengketaan.

Bahkan dunia barat pun mengakui sosok beliau seperti Sir George Bernard Shaw, Tokoh Irlandia. Pendiri London School of Economics bekomentar ”Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian rupa hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia”

Apakah kita sebagai umat nabi Muhammad masih meragukan beliau? Masih tidak ingin totalitas meneladani beliau? Dalam kepimpinan beliau, beliau tidak pernah belaku tumpul keatas atau berlaku tajam kebawah sebab beliau sangat konsisten dalam menerapkan syariah Islam.

Beliau menolak permintaan untuk meringankan hukuman terhadap wanita terpandang yang mencuri, meski permintaan itu disampaikan oleh orang yang sangat dekat dengan beliau. Bahkan ketika itu beliau bersabda, “Wahai manusia, sungguh orang-orang sebelum kalian itu binasa karena bila yang melakukan pencurian itu orang terpandang , mereka biarkan. Namun, bila yang mencuri itu kalangan rakyat jelata, mereka menerapkan hukuman atasnya. Demi Allah, kalau saja Fathimah putri Muhammad mencuri,sungguh akan aku potong tangannya.” (HR Muslim).

Sungguh beliau tegas dalam menerapkan aturan syariah Islam. Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, Lihat lah saat ini dimana ketidakadilan itu nampak jelas ketika seorang koruptor diproses begitu lama dan berlarut-larut bahkan dikabarkan penjaranya layaknya sebuah hotel. Miris! masih ingat dengan seorang nenek yang disidang dengan tuduhan mencuri “kayu” untuk memasak, kasus nenek tersebut mudah dan bahkan cepat dalam menentukan vonisnya tanpa melihat kondisi nenek tersebut, bahkan bukan hanya itu masih ingat kasus pelecehan agama bahkan yang baru-baru ini pembakaran bendera tauhid, masih ingat? Hukuman yang didapatkan ternyata jauh lebih ringan hanya beberapa hari  penjara  dan denda 2000 Rupiah. Bukan hanya itu bahkan sederetan kasus seolah tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Ya, jadi wajar jika penista akan terus ada jika hukumannya sangat ringan dan tidak ada efek jera bagi mereka. Tentu menjadi pertanyaan besar bagi kita, ada apa sebenarnya dengan negeri ini?

Seandainya kita meneladani totalitas sosok Rasul tentu ini tidak akan terjadi, sudah sepatutnya momentum maulid Nabi membuat kita sadar betapa mulianya ajaran rasul yang dibawanya bahkan dapat menjadikan Islam peradaban cemerlang, dan sudah seharusnya kita meneladani sosok beliau secara keseluruhan dari akhlak beliau pribadi hingga  kepemimpinan beliau serta meneladani dan merealisasikan syariah Islam secara menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan dan tentunya kita dapat mengggelorakan semangat kemulian Islam dan pembangkit ghairah kaum muslim untuk mengembalikan kejayaan Islam.***

#News1


kenali.co