Siapa yang Paling Suka Menggadaikan Barang, Laki-Laki Atau Perempuan?
Mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Jambi, (Angga Dilla Pratama, Aqbar Save Al Catraz, Aulia Hersi Meighina, Fauzan Azim).
Oleh: Angga Dilla Pratama dkk

Siapa yang Paling Suka Menggadaikan Barang, Laki-Laki Atau Perempuan?

Rabu, 14 November 2018 - 07:45:00 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 326

Kenali.co, Dalam kegiatan sehari-hari manusia tidak terlepas dari namanya uang. Uang selalu saja dibutuhkan manusia untuk membeli atau membayar berbagai kebutuhan hidupnya. Namun yang menjadi masalah terkadang kebutuhan yang ingin dibeli tidak dapat dicukupi dengan uang yang dimilikinya. Apabila hal itu terjadi, mau tidak mau kita akan mengurangi untuk membeli berbagai keperluan yang dianggap tidak penting. Tetapi untuk memenuhi keperluan yang sangat penting terpaksa harus dipenuhi dengan berbagai cara seperti meminjam dari berbagai sumber dana yang ada.

Mengadaikan barang menjadi salah satu cara kita untuk mendapatkan pinjaman dana dengan cepat dan syarat untuk mengadaikan barang bisa dibilang lebih mudah. Pada saat ini jasa pengadaian banyak bermunculan di tengah kita, ada BUMN Pengadaian yang layanan nya sudah merambah hingga ke pelosok desa, ada pula jasa-jasa Pengadaian di pinggir jalan yang mensyaratkan surat bukti kepemilikan barang seperti surat kendaraan.

Dalam bahasa arab pegadaian disebut dengan Ar-Rahn yang artinya mengadaikan atau menungguhkan. Menurut syar’i, pegadaian adalah harta yang dijadikan sebagai jaminan utang agar bisa dibayar dengan harganya oleh pihak yang wajib  membayarnya, jika dikemudian hari ia gagal atau berhalangan dalam melunasinya. Sedangkan Susilo (1999) menyatakan bahwa pegadaian adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak.

Dalam Islam terdapat berbagai hal mendasar yang berbeda dengan penggadaian konvensional karena dalam Islam penggadaian tidak diperbolehkan jika mengandung unsur bunga atau dalam Islam disebut riba, mengandung gharar (ketidakpastian) dan dapat merugikan salah satu pihak.

Karena penggadaian sudah banyak dilakukan di Indonesia dan juga diperbolehkan dalam Islam kami berusaha mencari tahu, siapa yang sebenarnya suka menggadai barang dan mengapa mereka menggadaikan barang tersebut.

Masyarakat yang mengadaikan barang jika dilihat dari jenis kelaminnya didominasikan oleh kaum perempuan. Hal ini dibuktikan dari pernyataan direktur utama PT. Pengadaian (Persero), Sunarso (2017) menyatakan bahwa dari 9,5 juta nasabah pegadaian, 72% adalah perempuan, sementara laki-laki hanya 28%. Laki-laki  dianggap malu-malu untuk datang ke jasa pegadaian ketimbang perempuan. Berarti sudah jelas perempuan lebih suka menggadaikan barang dibandingkan laki-laki, kalau laki-laki lebih senang mengutang dari pada harus menggadaikan barangnya.

Sementara itu, jika dilihat dari segi usia, nasabah yang mayoritas mengadaikan barang bukan dari kalangan orang-orang yang lanjut usia, tetapi mayoritas  dikalangan ibu-ibu dan mahasiswa. Ibu-ibu biasanya mengadaikan barangnya seperti perhiasan emas atau barang lainnya, jika ada keperluan yang sangat mendesak atau pengeluaran yang tidak terduga  seperti untuk keperluan anaknya yang berkaitan dengan tahun ajaran baru atau akan masuk ke jenjang perkuliahan, keperluan biaya rumah sakit ataupun untuk modal usaha.

Aktifitas pegadaian akan mulai sepi pada saat bulan puasa, itu karena menjelang lebaran, masyarakat di Indonesia cenderung akan melunasi barang (perhiasan) yang mereka gadaikan. Pada dasarnya peduduk Indonesia itu suka pakai perhiasan sebagai fesyen di saat lebaran. Namun, setelah lebaran berakhir aktivitas pegadaian pun akan kembali meningkat.

Menggadaikan barang memang menjadi salah satu alternatif mendapatkan pinjaman dana dengan cepat untuk memenuhi pengeluaran yang tidak terduga. Namun, perlu anda perhatikan beberapa hal sebelum menggadaikan barang ke tempat pegadaian yang ingin dituju seperti keamanan barang yang digadaikan, kelegalitasan usaha, nilai taksiran barang, syarat dan ketentuan yang perlaku di tempat pegadaian tersebut, agar tidak merugikan anda di masa mendatang.

Selain memperhatikan hal-hal yang telah disebutkan di atas , yang perlu diperhatikan adalah ketika melakukan penggadaian tidak boleh melanggar syariat atau aturan yang telah ditetapkan oleh Islam.***

Penulis merupakan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Jambi, (Angga Dilla Pratama, Aqbar Save Al Catraz, Aulia Hersi Meighina, Fauzan Azim)

#News1


kenali.co