Eksistensi Sumpah Pemuda dalam Derasnya Arus Globalisasi dan Revolusi Industri 4.0
Bob Azazi Zuchri
Oleh: Bob Azazi Zuchri

Eksistensi Sumpah Pemuda dalam Derasnya Arus Globalisasi dan Revolusi Industri 4.0

Minggu, 28 Oktober 2018 - 05:52:16 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 524

Kenali.co, Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Indonesia. Yang dimaksud dengan "SumpahPemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Pemuda dalam konteks Indonesia merupakan elemen penting dalam menentukan sebuah peradaban yang ada.

Patut kita renungkan ugkapan dari presiden Indonesia pertama Ir.Soekarno yang mengatakan bahwa “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”. Spirit atau semangat yang terkandung dalam ugkapan itu adalah bahwa pemuda itu bias mengerjakanhal yang Outstanding yang menurut banyak orang mugkin merupakan hal yang mustahil atau sebuah utopia saja untuk dilakukan. Hal itu disebabkan oleh karena dalam diri pemuda terdapat sebuah semangat perubahan yang sangat besar dan dalam batas tertentu sering merasa tidak puas dengan keadaan yang menyebabkan terus menerus mencari bentuk masa depan yang ideal. Pemuda di samping memeliki semangat idealism yang masih tinggi ditambah semangat jiwa yang bergejolak turut pula mendorongnya untuk melakukan perububahan yang besar bagi suatu bangsa di masa depan.

Dalam konteks ideal, pemuda Indonesia sebisa mugkin harus berperan sebagai Agent Of Change (agen perubahan) artinya menjadi orang-orang tidak bias tenang dalam keadaan yang sedang terjadi begitu saja. Namun dalam realita saat ini, kebanyakan pemuda Indonesia kehilangan jati dirinya, tidak punya identitas dan hanyut begitu saja dalam arus kekinian yang besar, trend dan gaya hidup global seperti yang dialami oleh sebagian besar generasi muda Indonesia.

Generasi muda Indonesia dalam akhir-akhir ini secara umum tidak ada perbedaan karakter yang mendasar, pemuda Indonesia saat ini telah disibukan oleh hal-hal yang tidak menyehatkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, generasi muda sekarang dalam kehidupan sehari-hari cendrung sangat susah “Move On“ dari gaya hidup global seperti halnya gaya-gaya ala K-POP dari Korea dan sebagainya, hal ini tidak hanya terjadi di perkotaan melainkan sudah menjamah pada masyarakat secara umum melalui media-media informasi baik berupa media cetak maupun elektronik yang sanggat canggih dan mampu menghilangkan batas-batas geografis suatu tempat untuk menerima segala informasi yang berkembang. Dengan adanya gaya hidup global tersebut sebagian besar pemuda Indonesia cendrung tidak lagi memperdulikan identitas dan jati dirinya serta melupakan makna yang terkandung dalam ikrar sumpah pemuda Indonesia, lantas di masa depan mau dike manakan negri ini.

Upaya untuk merespon tantangan tersebut dapat terjawab dengan sejauhmana kita pemuda Indonesia menemukan identitas yang otentik yang kita milki, serta mempunyai posisi tawar terhadap gaya hidup yang dominan dewasini. Itu merupakan sebuah “kerja besar” yang harus dipikirkan dan wajib diimplementasikan oleh setiap pemuda Indonesia.

Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi bangsa sekarang ini, baik dari setiap individu, keluarga, masyarakat maupun sistem yang kita namakan sebagai negara, tetapi yang paling dominan adalah trend informasi yang berupaya membentuk image dan karakter terhadap sesuatu, baik bersifat positif maupun negatif. Faktor informasi ini sanggat besar pengaruhnya terhadap pembentukan karakter pemuda Indonesia, yang berkembang menjadi suatu budaya baik dalam pemikiran dan tindakan maupun dalam preferensi masyarakat, Keberadaan Indonesia masa depan sebenarnya tidak bias dipisahkan dari kondisi sekarang, tantangan globalisasi yang mengejala baik dalam gaya hidup maupun pola pikir, membagkitkan semangat nasionalisme sesuai ikrar pemuda 28 Oktober 1928 yang dinamakan dengan Sumpah Pemuda.

Harapan kepada setiap pemuda Indonesia dalam menghadapi tantangan derasnya arus globalisasi dan Revolusi Industri 4.0 generasi muda harus mampu mengarungi arus tersebut dengan baik, karena pemuda mempunyai kemampuan intlektual dan sekaligus memiliki integritas moral tinggi, yang merupakan modal dana aset besar untuk meghadapi trend dari arus kekinian.

Selain mempersiapkan secara sumber daya manusia (SDM) pemuda Indonesia juga harus memiliki sistem atau nilai-nilai yang membawa perbaikan demi menyelamatkan peradaban bangsa, untuk itu perlu kerja keras baik melalui wacana maupun dengan berbagai hal lainnya yang dapat menjawab permasalahan sistem yang cendrung tidak baik ini. Para pemuda harus mampu menghayati nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila sehingga dengan menanamkan dan megamalkan nilai dari Pancasila tersebut generasi muda Indonesia tidak akan kehilangan identitas serta jati dirinya sebagai pemuda Indonesia.

Kemudian, generasi muda harus menyadari bahwa “wilayah pertarungan” kita makin luas sehingga kita bisa merumuskan orientasi serta menigkatkan skill kemapuan agar generasi muda Indonesia mampu memfilter diri dari arus globalisasi yang semakin maju yang dapat membuat pemuda Indonesia terlena dengan arus tersebut, dengan adanya beberapa persiapan tersebuat diharapkan pemuda Indonesia dapat membawa Negara Kesatuan Republik Indonesia ke arah yang lebih baik di masa-masa mendatang.***

Penulis merupakan Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Jambi

#News1


kenali.co