International Law Departement, Faculty of Law UNJA Sukses Adakan Diskusi Publik dengan 42 Universitas se-Indonesia
Public Discussion Persecution Crime from the Prespective of National and Internasional Laws di Fakultas Hukum Universitas Jambi

International Law Departement, Faculty of Law UNJA Sukses Adakan Diskusi Publik dengan 42 Universitas se-Indonesia

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 05:59:30 WIB
0 | Kategori: Campus |Dibaca: 298

Kenali.co, JAMBI- Bagian Hukum Internasional, Fakultas Hukum Universitas Jambi bekerja sama dengan Bidang Humas Polda Jambi, Jumat 26/10/2018,  menyelenggarakan Public Discussion dengan tema “Persecution Crime from the Prespective of National and Internasional Laws”. Acara diikuti oleh 100 mahasiswa Bagian Hukum Pidana dan Bagian Hukum Internasional serta video conference dengan mahasiswa dari 42 Universitas se-Indonesia.

Acara diskusi dibuka oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Hukum Unja Raffles, S.H., M.H dalam sambutannya menjelaskan bahwa banyak kejahatan terjadi yang kemudian orang sering memakai kata persekusi, istilah ini menjadi viral tetapi orang sering salah menggunakan atau menempatkan kata ini dalam suatu tindak kejahatan. Untuk itu Fakultas Hukum menginisiasi diskusi ini agar jelas apa yang dimaksud dengan kejahatan persekusi.

Diskusi dilaksanakan di ruang Fuad Bafadhal Fakultas Hukum dengan moderator Dosen Hukum Internasional Mochammad Farisi, SH., LL.M dan menghadirkan tiga narasumber yaitu Rahayu R. Harahap, S.H., LL.M. Ketua Bagian Hukum Internasional yang menjelaskan kejahatan persekusi dari perspektif international law yaitu terdapat dalam Statu Roma 1998 tentang Pengadilan Pidana Internasional (Rome Statue of the International Criminal Court), bahwa kejahatan persekusi merupakan bagian dari crime againt humanity setara dengan genosida dan war crime, dalam hokum internasional istilah persekusi untuk menggambarkan suatu kejahatan yang sangatserius (extraordinary crime), jadi tidak bias sembarangan menggunakan hukum persekusi.

Dari perspektif Hukum Nasional Indonesia dijelaskan oleh Andi Najemi, S.H., M.H Kepala Laboratorium & Dosen Pidana, menurutnya kata persekusi dijelaskan dalam KBBI yaitu perburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah orang warga dan disakiti, dipersusah atau ditumpas dan kata kerja memersekusi maksudnya adalah menyiksa atau menganiaya. Istilah persekusi tidak dikenal di dalam hokum pidana namun kegiatan persekusi mengandung unsur dalam pasal-pasal KUHP (pasal 335,328,351,170) tentang penculikan, penganiayaan, pengeroyakan dan pasal 29 dan 45 (b) UU ITE No. 19 Tahun 2016 yaitu ancaman kekerasan di media social. Sedangkan narasumber ketiga Kapolda Jambi yang diwakili oleh AKBP. HeruWidayat DJ, M.H dari Bidkum Polda Jambi menjelaskan dari sudut penyelidikan dan penyidikan kejahatan persekusi.

Di akhir acara semua sepakat membuat rekomendasi bagi pihak Polri dan DPR bahwa kejahatan persekusi dimasukkan dalam RUU KUHP atau bias ditambahkan dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM sehinggalebih jelas unsur-unsur delik pidananya.

(*/asy)

#News1


kenali.co