Mahasiswa Sastra Indonesia Unja Luncurkan Antologi Puisi Cingkling
Dokumentasi pembicara dalam peluncuran dan bedah buku antologi puisi Cingkling dan para penulis.

Mahasiswa Sastra Indonesia Unja Luncurkan Antologi Puisi Cingkling

Minggu, 14 Oktober 2018 - 05:51:54 WIB
0 | Kategori: Campus |Dibaca: 184

Kenali.co, Sabtu (13/10), Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya melakukan peluncuran buku antologi puisi berjudul “cingkling”. Bertempat di kantor bahasa Provinsi Jambi, Peluncuran buku karya kontributor 26 orang penyair mahasiswa sastra Indonesia ini disertai dengan bedah buku sekaligus.

Menurut Karmila, selaku ketua himpunan mahasiswa sastra Indonesia dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh HIMSI. Sudah ada 5 buku yang berhasil diluncurkan, 4 diantaranya adalah antologi puisi yaitu Risalah resah (2013), akar tubuh (2014), cahaya sajak (2015) serta cingkling (2016)

“Ini adalah antologi puisi ke empat yang telah diluncurkan, alhamdulillah di tengah problematika dari awal hingga peluncuran ini dapat teratasi,” ungkap Karmila dalam sambutannya.

Acara peluncuran yang juga menampilkan bedah buku ini menghadirkan tiga orang pembicara yakni Winda Diana Putri mahasiswa sastra Indonesia angkatan 2014, Titas Suwanda seorang guru yang juga banyak melahirkan puisi, serta Afriyendi Gusti selaku staf ahli kantor bahasa Jambi. Acara tersebut juga mengundang para siswa-siswi SMP/SMA di Kota Jambi serta komunitas literasi dan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Batanghari.

Menurut salah satu kontributor, Novita (20) mengaku sangat senang dan bangga dengan terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, sebagai salah satu program yang merupakan kultur literasi mahasiswa fakultas ilmu budaya kegiatan ini tidak boleh terputus. Ia juga berharap dengan kegiatan berkelanjutan ini akan lahir para penyair hebat dan berwawasan luas guna menyumbangkan suara Jambi di jagat perpuisian nasional dan internasional. Ditambahkan Novi, ia juga optiomis ini dapat menjadi role of model dalam geliat sastra di kampus.

“Saya berharap kegiatan ini tidak terputus dan menjadi percontohan bagi kampus-kampus lain sebagai salah satu cara menyemarakkan literasi,” tuturnya.

Nama "cingkling" sendiri menurutnya diambil dari nama salah satu puisi karya Shela Syaputri yang menceritakan tentang permainan lokal Jambi yang biasa dimainkan anak-anak kecil namun saat ini sudah jarang ditemui. Acara tersebutpun diisi dengan berbagai pembacaan puisi, musikalisasi puisi, serta dratisasi puisi.

Penulis: Novita Sari

#News1


kenali.co