Rendahnya Minat Baca di Indonesia
Wahyu Hidayat
Oleh: Wahyu Hidayat

Rendahnya Minat Baca di Indonesia

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 06:14:54 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 184

Kenali.co, Membaca adalah sebuah kegiatan positif yang sangat diperlukan terutama pada masyarakat yang berpendidikan, karena dengan membaca kita akan mendapatkan ilmu yang sebuah tuntutan bagi setiap orang yang ingin berilmu, karena esensi dari membaca ialah ilmu pengetahuan.lebih dibandingkan dengan masyarakat yang tidak membaca. Keutamaan membaca ialah ilmu pengetahuan.

Maju atau tidaknya sebuah negera bisa dikatakan bahwa tingkat minat baca warga negaranya sangat tinggi. Membaca bisa dijadikan tolak ukur dari kemajuan suatu negara, karena sekali lagi ilmu pengetahuan yang lebih didapatkan ketika kita membaca. Sangat disayangkan jika minat membaca kita terutama Indonesia menurun.

Di Idnonesia sendiri menurut studi Most Litered Nation In The World 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Miris dan sangat memprihatinkan sekali melihat rendahnya minat baca masyarakat kita. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk kita yang menduduki peringkat ke 4 terbesar di dunia. Seharusnya dengan jumlah penduduk yang banyak kita bisa menciptakan minta baca masyarakat yang banyak juga. Tapi dinamika masyarakat kita malah menurun tingakt membacanya.

Masalah rendahnya minat baca masyarakat kita setidaknya disebabkan oleh beberapa hal yang menurut penulis sangat logis. Pertama, pengarauh smartphone yang saat ini tidak bisa terpisahkan oleh masyarakat kita baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Pengaruh ini tidak hanya tejadi di Indonesia tapi juga dunia. Namun sangat kita sayangkan bahwa smartphone pada umumnya digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif, seperti main game, sosial media, dan stlaking. Sedikit sekali kita melihat masyarakat yang menggunakan smartphone sebagai media membaca buku seperti ebook.

Kedua, tidak meratanya penjualan buku di Indonesia, hal ini memang benar-benar terjadi ketika kita melihat di kota kecil atau pelosok, bahwa mereka sangat sulit sekali untuk mengakses literatur atau toko buku. Ini kemudian yang menjadi faktor kenapa masyarakat di pelosok tidak begitu tertarik untuk membaca dibandingkan dengan masyrakat kota besar yang sangat mudah untuk mengakses buku.

Ketiga, harga buku yang sangat mahal di Indonesia, mahalnya harga sebuah buku juga menjadi faktor rendahya minat baca masyarakat, karena bagi masyarakat yang ekonominya pas-pasan tentu akan berfikir dua kali untuk membeli sebuh buku. Memang ada buku yang murah, biasanya buku itu adalah buku bekas, akan tetapi masyarakat tidak tertarik karena buku tersebut buku lama, tentunya tidak update dan tidak menarik untuk dibaca.

Keeempat, paradigma masyarakat bahwa membaca itu membosankan, faktor ini juga penyebab rendahnya minat baca seseorang, karena ketika seseorang ingin membaca, akan tetapi ketika mendengar membaca itu membosankan tentu hal ini menjadi pengaruh negatif seseorang tersebut. Memang benar adanya buku yang sangat membosankan ketika membaca, tetapi itu tidak menyeluruh karena masih ada buku yang seru untuk dibaca.

Kelima, minimnya edukasi membaca sejak dini, ini adaah fakta.karena kita seringkali menemukan di sekitar kita bahwa masih banyak orangtua kita yang tidak mengajarkan dan mengenalkan buku-buku bacaan kepada anak-anaknya. Yang terjadi malah sebaliknya orang tua kita sekarang lebih senang memberikan smartphone kepada anak-anaknya yang digunakan hanya untuk game. Miris dan sangat miris sekali.

Itulah beberapa penyebab mengapa rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia, sangat disayangkan sekali melihat fakta ini. Akan tetapi masalah ini tidak bisa kita biarkan terus-menerus terjadi pada masyarakat kita. Harus ada terobosan-terobosan yang dilakukan, terutma pemerintah kita, ini harus diprioritaskan. Masalah ini menjadi pr kita bersama untuk membangun masyarakat kita agar minat baca masyarakat kita lebih tinggi, karena dengan demikian baru kita akan sedikit lebih maju pendidikannya dibandingkan dengan saat ini. yang menjadi pertanyaannya ketika kita disuguhkan dengan masalah ini., kemudian muncu pertanyaan, “lalu bagaimana ?” 

Sangat sederhana sekali yaitu memanfaatkan sebagian masyarakat kita yang suka membaca agar menyebarkan virus membaca di sekitarnya. Media seperti sangat efektif  jika difasilitasi oleh pemerintah dan disebarkan secara masif. Menyebarkan virus membaca bahwa membca itu menarik dan sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan sekali. Ketika virus ini disebarkan dengan baik maka tingkat miat baca masyarakat kita akan tinggi. Kemudian  menfasilitasi masyarakat pelosok dengan menyediakan litretur yang mudah untuk diakses. Terakhir, pemerintah harus memanfaatkan komunitas-komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dengan menfasiltasi mereka, karena sejauh ini untuk menjalankan kegiatan mereka biasanya patungan dana untuk operasional. Ini yang harus kita selesaikan bersama-sama.

Mari sama-sama kita sebarkan virus membaca pada masyarakat kita, dimulai dengan mengajak teman, keluarga, serta lingkungan sekitar. Yuk sebarkan virus membaca !!

***

#News1


kenali.co