Bercumbu dalam Dunia Politik
Wahyu Hidayat
Oleh: Wahyu Hidayat

Bercumbu dalam Dunia Politik

Jumat, 12 Oktober 2018 - 06:12:59 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 223

Kenali.co, Kontestasi politik merupakan sebuah momentum yang sangat dirindukan bahkan menjadi sebuah pesta para politisi untuk saling bercumbu satu sama lain. Kisah cinta antar politisi lahir ketika mereka beranggapan satu sama lain memiliki visi serta kekuatan yang saling menguntungkan. Berbeda dengan kisah-kisah cinta para remaja yang tingkat kemesraannya tidak bisa diukur, akan tetapi tampak secara jelas dan nyata.

Percumbuan antar para politisi atau kisah cinta romantis politisi ini lahir secara instan atau tiba-tiba, hal ini dikarenakan pandangan pertama dalam paradigmatik politisi sangat jauh berbeda dibandingkan dengan pandangan pertama dalam dunia percintaan yang sesungguhnya. Cinta yang dijalin para politisi tidak permanen bahkan hanya pelarian semata demi melanggengkan kekuasaan.

Tradisi seperti ini sangat sering terjadi bahkan selalu muncul dipermukaan disela-sela momen kontestasi politik. Kisah romantis tak bertuan ini akan selalu dinantikan oleh para penikmat dan penonton politik (pengamat politik).

Percumbuan dalam dunia politik mengedepankan kepentingan perasaan namun mengesampingkan etika dalam dunia percintaan. Ketimpangan antara etika dan perasaan memang menjadi problem selama ini dalam dunia perpolitikan. Sehingga menimbulkan kesenjangan antar pemikiran perasaan satu sama lain, hal ini yang kemudian membuat hubungan intim para politisi kandas di tengah jalan.

Kisah-kisah seperti ini jika dipertontonkan maka akan menjadi sebuah tontonan yang spektakuler, mengingat atraski yang mereka lakukan membuat kita terhibur dan tertawa untuk memaki-makinya wkwkw. Lantas apa yang membuat mereka tak sadarkan diri ketika bercumbu, kesurupan atau keseruan yang menjadi mereka buta akan kepentingan rakyat. Wallahu’alam. Kita doakan saja agar mereka sadar apabila mereka sedang kesurupan, bersykur ketika mereka dalam dunia keseruan.

Harapan demi harapan kita sematkan pada mereka sang aktor dunia percintaan dalam politik, tak segan-segan kesejahteraan yang kita amanahkan pada mereka agar bisa dijalankan dengan baik, tapi terkadang kesalahan presepsi dan mengartikan sebuah kalimat, kesejahteraan rakyat yang menjadi harapan kita terwakilkan dengan kesejahteraan mereka yang merasa wakil rakyat.

Percumbuan dalam dunia politik menjadi masalah yang kita tahu tapi terkadang kita tidak ingin tahu atas permasalahan ini. Momen kontestasi politik merupakan gerongnya atraksi yang pasti akan ditampilkan dalam momen tersebut. Aksi percumbuan ini kemudian melahirkan sebuah produk haram tapi berlabel halal (produk hukum) yang nantinya memaksa kita tunduk dan patuh akan anak tersebut, alhasil kita meragukannya dan tetapi kita tetap melaksanakannya.***

#News1


kenali.co