ANAK MUDA YANG PERDULI
Solina Lumbantoruan, S.H.
Tulisan mengakhiri hari kesehatan mental tahun 2018

ANAK MUDA YANG PERDULI

Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:09:02 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 150

Oleh : Solina Lumbantoruan, S.H.

Kenali.co, Pernahkah kalian mengalami sebuah rasa yang sulit untuk anda bagikan kepada orang lain karena menurut anda hal tersebut tidak layak dikategorikan sebagai masalah, sementara anda berjuang hebat melawan rasa tersebut?
Contohnya ketika baru memasuki semester awal perkuliahan, anda merasa takut karena harus meninggalkan kenyamanan rumah dan merantau ke kota lain. Bagi sebagian orang hal ini mungkin menjadi saat yang membahagiakan. Tetapi mereka juga bisa stress dan takut, bagaimana harus menyesuaikan diri dan keluar dari zona nyaman.

Contoh dua, bagi sebagian orang mungkin menamatkan perkuliahan dengan sangat cepat tetapi mencari pekerjaan butuh bertahun-tahun lamanya. Perasaan tidak berguna dan perundungan mulai menghampiri, bahkan sering sekali hal itu datang dari orang-orang terdekat. (banyak contoh lain yang pembaca dapat sebutkan)

Saya dapat menulisnya dengan detail tentang bagaimana sulitnya ada di dua posisi diatas karena saya pernah ada di posisi tersebut. Taukah kalian bahwa untuk menceritakan tentang apa yang saya alami kepada orang lain hampir mustahil saya lakukan. Mengapa ? karena stigma yang menjamur di lingkungan saya yang menyatakan bahwa hal tersebut tidak penting dan tidak berbobot untuk dibahas. Akan tetapi hampir setiap malam saya menangis dan tidak ingin ada pagi hari, karena setiap pagi saya harus berperang dengan batin sendiri melihat orang-orang mulai lalu-lalang di depan rumah hendak pergi bekerja. Saya buka gawai, yang muncul adalah aktifitas teman-teman di lingkungan kantor. Dan itu membuat saya lebih kacau.

WHO (World Health Organization) mengatakan bahwa “dalam beberapa kasus, jika hal ini dipendam sendiri dan tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan penyakit mental”. Memang pada saat tersebut saya berhasil mengatasinya dengan baik. Saya memiliki komunitas yang positif dan yang mengenali potensi saya. Tetapi bagaimana dengan remaja atau dewasa muda di luar sana yang tidak mampu mengelolah perasaannya dengan baik? 

Banyak sekali dampak yang dihasikan. Saya juga berasumsi bahwa tingginya tingkat pengguna narkoba di Indonesia disebabkan masalah kesehatan mental mereka.  WHO juga mencatat bahwa tingginya angka Kasus bunuh diri, bipolar, depresi, minuman beralkohol, bahkan mental hectic di usia 15-29 tahun disebabkan oleh masalah kesehatan mental. 

Lantas melihat kekacauan yang terjadi, masihkah menganggap bahwa kesehatan mental itu sesuatu yang tidak perlu untuk diperdengarkan? Mengapa saya memberi judul tulisan ini “ ANAK MUDA YANG PERDULI” karena kasus kesehatan mental sebagian besar di temui pada usia remaja- dewasa muda. Pencegahan dimulai dari pemahaman yang benar, dan tentunya harus dibarengi kepedulian kepada oranglain sebab dukungan psikososial dari teman-teman terdekat juga dapat mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental .

Lantas apa yang harus dilakukan anak muda jika telah /sedang dalam  ancaman kesehatan mental? 
1.Carilah orang yang dapat memberi perkataan positif dan  siap mendengar keluhan anda berkelanjutan. Ungkapkan dan minta ia untuk membantu anda mencari solusi jangka pendek.
2.Jika terlanjur bercerita pada orang yang salah sehingga anda mendapat perundungan, segera sudahi pembicaraan dan pergi.
3.Perbanyak ibadah dan membaca kitab suci anda. Hal ini saya yakini sebagai obat yang mujarab.

Tetapi yang paling penting adalah kesadaran yang semakin besar akan pentingnya membantu remaja-dewasa muda membangun ketahanan mental, dari usia paling muda. (mungkin bisa menjadi pekerjaan rumah bagi Duta Genre untuk melakukan sosialisasi) 
Untuk mengatasi tantangan dunia saat ini. mempromosikan dan melindungi kesehatan remaja membawa manfaat tidak hanya untuk kesehatan remaja tersebut, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang, tetapi juga untuk ekonomi dan masyarakat, dengan orang dewasa muda yang sehat dan mengenali bakat serta terlindungi dari ancaman kesehatan mental, tentu mereka mampu memberikan kontribusi yang lebih besar kepada pekerjaan, keluarga dan komunitas dan negara. Maka akan lahir generasi yang terkendali (sumbu panjang, bukan sumbu pendek hehee).

Selamat Memperingati hari Kesehatan Mental Dunia!

#News1


kenali.co