Peningkatan Kualitas Pendidikan Pemuda Dalam Manajemen Koperasi
Salah satu kegiatan kepemudaan di Jambi.
Oleh: Wahyu Hidayat

Peningkatan Kualitas Pendidikan Pemuda Dalam Manajemen Koperasi

Kamis, 11 Oktober 2018 - 07:54:47 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 226

Kenali.co, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia yang hingga saat ini masih berkompetisi di kancah dunia untuk menuju negara yang maju. Status negara berkembang menjadi beban tersendiri di mana pendidikan Indonesia masih terbilang rendah dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.

Dalam konsep negara maju, salah satu indikatornya terletak pada tingkat pendidikan dalam sebauh negara. Dilihat dari aktualisasinya, benar Indonesia masih belum masuk dalam kategori konsep sebuah negara maju. Itulah mengapa pemerintah saat ini masih menggemparkan wajib berpendidikan 12 tahun bagi masyarakat Indonesia.

Hal serupa sebenranya sudah menjadi dasar dan akar perjuangan para pendiri bangsa, di mana dalam pembukaan Undang-undang dasar negara republik  Indonesia tahun 1945 dijelaskan bahwa tujuan negara yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa”.  Sintesa dari kalimat ini adalah dimana negara hadir sebagai garda pencerahan untuk mewujdkan masyarakat yang berpendidikan tinggi sehingga membentuk masyarakat yang berinteklektual yang pada akhirnya akan mewujudakn cita-cita ataupun tujuan negara yang termaktub dalam pembukaan UUD NRI 1945.

Kemudian aktualisasi dari amanah pembukaan UUD NRI 1945 tersebut kemudian terbentuklah pasal-pasal yang mengatur dan menjamin pendidikan masyarakat Indonesia, hal ini termuat pada pasal 28 C ayat (1) yang menyatakan “setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.” selain ketentuan di atas, pada pasal 31 ayat (2) UUD 1945 juga merumuskan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar, sedangkan pemerintah wajib membiayainya.

Pendidikan adalah senjata penting dalam sebuah negara, dan pemuda merupakan icon yang lebih penting dalam kontestasi intelektual era saat ini. Saat ini kita berada pada era sistem ekonomi yang menjadi raja dalam kontestasi dunia. Peran dan intelektual pemuda sangat dibutuhkan karena dari pemudalah kemudian kita bisa mengukur kekuatan bangsa kita untuk ke depannya.

Pemuda yang terutama dalam mempunyai intelektual serta visioner dalam bidang ekonomi merupakan harapan besar bagi bangsa Indonesia, kehadiran mereka diharapakan mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi sistem ekonomi dunia. Dalam kehidupan bernegara terutama dalam konteks ekonomi, kita selama ini mengenal sebuah sistem ekonomi koperasi.

Koperasi adalah sebuah lembaga keuangan yang dibuat hanya untuk membantu perekonomian masyarakat. Asas kekeluargaan dan kerja sama digunakan dalam sistem koperasi yang menunjukkan konsep sebuah organisasi demokrasi yang partisipatif.

Sistem koperasi secara partial sudah diterapkan di berbagai kelompok masyarakat yang kemudian berhasil mampu membantu perekonomian masyarakat, namun sistem koperasi belum diimplementasikan secara masif di seluruh penjuru negeri. Inilah yang kemudian menjadi pr besar pemerintah bagaimana membangun ekonomi masyarakat dimulai dari lembaga koperasi sehingga bisa memandirikan masyarakat dalam bidang ekonomi. Ada beberapa fungsi dan tujuan dari koperasi menurut Bung Hatta, di anataranya :

Memperbanyak produksi terutama barang-barang keperluan rumah tangga
Memperbaiki kualitas barang yang diprodksi rakyat
Memperbaiki distribusi barang kepada rakyat
Memperbaiki harga yang menguntungkan masyarakat
Mengehntikan penghisapan lintah darat
Memperkuat pemanduan kapital

Fungsi dan tujuan di atas merupakan refleksi dari cita-cita negara yakni bagaimana mensejahterakan masyarakat Indonesia. Di sinilah peran pemuda yang begitu vital harus ditingkatkan pengetahuannya dalam bidang koperasi. Dengan harapan pemuda bisa ikut serta membantu perekonomian serta mencapai tujuan dan cita-cita negara Indonesia.

Pemuda diidentikan dengan pemberani, yaitu generasi-genrasi yang penuh dengan semangat serta menyukai hal-hal yang baru. Pemuda adalah tolak ukur dari kemajaun suatu bangsa, dan dari pemudalah arah dan tujuan bangsa ini ke depannya ditentukan. Membentuk pemuda yang berkoperasi adalah hal yang begitu penting dan baik dalam kontestasi ekonomi dunia, karena konsep perubahan yang lebih baik bermula dari sini. Untuk meningkatkan kualitas pemuda dalam berkoperasi setidaknya ada tiga tahapan yang harus dilakukan, di antaranya :

Pengetahuan, pengetahuan yang komplit tentang perkoperasian, mulai dari konsepsi koperasi, operasionalisasi konsepsi dan regulasi yang berlaku di lingkungan gerakan koperasi. Dengan demikian, gagasan-gagasan yang datang dari kaum muda tidak keluar dari spirit juang koperasi maupun regulasi yang mengatur tentang perkoperasian.

Experience, (pengalaman) bersumber dari kepernahan. Kian banyak kepernahan yang dipunyai maka kian percaya diri seseorang. Untuk itu, kaum muda harus membentuk kepernahan yang banyak dalam gerakan koperasi sehingga memiliki percaya diri dan kematangan dalam menyampaikan gagasan kreatifya.

Sikap, pengetahuan dan pengalaman yang cukup tanpa diikuti dengan sikap yang bisa diterima banyak orang berpotensi mengalami penolakan. Maka dengan demikian ketiga konsep ini merupakan satu kesatuan yang seharusnya terus diupayakan kaum muda dalam meningkatkan kapasitas dirinya dalam bidang koperasi.

Dari ketiga tahapan di atas jika dilaksanakan dengan baik dan diimplementasikan dengan benar-benar oleh pemuda, maka secara perlahan pemuda yang berintegritas dan berintelektual koperasi akan terbentuk. Kemudian output yang kita dapatkan dari ini ialah di mana secara ekonomi bangsa kita akan mandiri yang bersumber dari ekonomi rakyat sehingga bisa membantu mewujudkan program ekonomi kerakyatan yang dicanangkan oleh pemerintah baru-baru ini.***

#News1


kenali.co