Cara Menghindari Plagiarisme dalam Pembuatan Karya Ilmiah
Cara menghindari plagiarisme

Cara Menghindari Plagiarisme dalam Pembuatan Karya Ilmiah

Kamis, 04 Oktober 2018 - 21:21:16 WIB
0 | Kategori: Campus |Dibaca: 778

Kenali.co, Cara Menghindari Plagiarisme dalam Pembuatan Karya Ilmiah - Plagiat itu dosa. Dari sisi hukum bisa dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri karya orang lain. Karya yang bukan miliknya lalu dijiplak atau diambil tanpa memberikan sitasi kepada penulisnya demi untuk kepentingan diri pribadinya.

Karya ilmiah adalah penting dan syarat untuk kelulusan akademik seseorang. Mahasiswa tingkat akhir harus menulis karya ilmiah sesuai jenjang pendidikan seperti skripsi (sarjana), tesis (pasca sarjana) atau disertasi (doktor).

Adapun kriteria karya ilmiah yang baik adalah yang memenuhi syarat. Syaratnya yaitu penelitian didesain dengan baik, data yang bagus, analisis statistik yang benar dan menggunakan konsep analisis yang kuat, sedikit kesalahan kode etik penulisan ilmiah seperti plagiarisme, fabrikasi, maupun manipulasi data.

Nah, bagaimana cara menghindari plagiarisme dalam pembuatan karya ilmiah?

Menurut Dr. Luchman Hakim dalam slide presetasinya (ppt) yang berjudul “Plagiarism, Plagiat, Anti Plagiat” bahwa prilaku plagiat itu aneh jika dilakukan oleh mahasiswa doktor. Karena jika dikatakan tidak mengetahui (plagiat) itu ANEH. Begitu juga sebaliknya, jika dikatakan mengetahui (plagiat) lalu sengaja melakukannya itu juga ANEH. Padahal mahasiswa doktor itu master di bidangnya. Itulah keajaiban mahasiswa doktor dalam artian yang negatif.

Plagiasi & Filsafat Doktor

Menghargai karya orang lain adalah nilai dasar dari ilmuwan. Mahasiwa doktor tidak lagi mulai belajar; tetapi mempraktekkan nilai-nilai dan semangat menghargai karya orang lain.

Perilaku Plagiat: Keajaiban mahasiswa Doktor

Jika tidak mengetahui itu aneh. Jika mengetahui lalu sengaja melakukan itu juga aneh. Inilah keajiaban mahasiswa doktor yang notabene mahasiswa doktor itu master di bidangnya.

Bagaimana menghindari praktek plagiat?

Praktek : Take > Copy > Reuse > Commission

Pada prakteknya melanggar norma, nilai-nilai dan plagiarism

Mengapa mahasiswa melakukan plagiasi?

1. Tidak mengetahui
2. Terlalu sibuk dengan hal/urusan lain
3. Dikejar dead-line
4. Tidak punya ide, tidak tahu apa yang akan ditulis
5. Anggapan Milik sendiri, saya berhak memakainya
6. Kurangnya ketrampilan menulis
7. Ketrampilan menulis dan meneliti yang lemah

Penulis dapat memakai data dan informasi dari peneliti lainnya lewat ini;

1. Membaca informasi dan mensarikan dengan bahasa penulis (Summarize)
2. Menulis balik apa yang telah dinyatakan oleh peneliti sebelummnya (Paraphrase)
3. Mengutip dari sumber orisinil (Quotation)

Pengetahuan Umum (Common knowledge)

1. Informasi umum, dimana semua orang tahu tidak diperlukan sitasi, contoh: Presiden Soekarno adalah presiden pertama Indonesia.

2. Jika bukan informasi umum, dan penulis menuliskan pernyataan yang merupakan interpretasi dari data dan/fakta; maka diperlukan sitasi, contoh: Menurut para sejarawan, Presiden Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia adalah penggali pancasila (Widyahartono, 1991)
 

Tipe-tipe plagiat dan cara menghindarinya:

Tipe 1: Plagiarisme kata-kata

Menggunakan kata-kata orang lain tanpa sitasi/menyebut nama pengarangnya

Ini contoh yang salah

Plagiarism is the reproduction of someone else’s words, ideas or findings and presenting them as one’s own without proper acknowledgement.

Ini contoh yang betul

Plagiarism is the “reproduction of someone else’s words, ideas or findings and presenting them as one’s own without proper acknowledgement” (Undergraduate Course Handbook: 2008, p.24)

“Buddhadasa’s conception of human beings as active controllers of their own material and spiritual progress is most clearly presented in his view of work as integrating both social and spiritual activity.” — Peter Jackson, Buddhadasa: A Buddhist Thinker for the Modern World, page 200.

Jackson (1988) wrote, “Buddhadasa’s conception ofhuman beings as active controllers of their own material and spiritual progress is most clearly presented in his view of work as integrating both social and spiritual activity” (p. 200)

Jadi intinya;
1. Kata- kata orisinal dari pengarang asli harus ditulis secara tepat dan lengkap.
2. Tutup kutipan dengan tanda kutip (“ …”).
3. Kutipan dapat diikuti oleh halaman dari dokumen di mana kata-kata/ kalimat asli tersenit didapatkan, seperti: (p. 200)

Yang ini untuk “petikan langsung”

1. Idealnya semua kalimat adalah “kalimat penulis”
2. Petikan langsung biasanya dipakai untuk menunjukkan statement orisinal dari ahli/peneliti untuk mendukung ide/pernyataan penulis
 

Tipe 2: Plagiarisme struktur: kesalahan parafrase

Parafrase yang benar adalah :

1. Pengungkapan kembali suatu kalimat, informasi, konsep dengan cara merubah kontruksikalimat atau kata dengan sitasi (Paraphrasing)
2. Pengungkapan kembali tetap menjaga makna asli dari kalimat, informasi atau konsep pertama dengan mencantumkan sumbernya

Parafrase inilah langkah-langkahnya:  BACA - PAHAMI - TULIS

Teknik parafrase bagi pemula

1. Baca, periksa teksnya, tandai kata-kata/ide-ide penting
2. Lakukan pencatatan/ pendaftaran(listing) kata-kata/ide-ide penting dalam teks yang dibaca
3. Cari frase-frase alternatif yang mempunyai kesetaraan makna
4. Susun ulang frase-frase tersebut sehingga mempunyai makna yang sama dengan teks aslinya
5. Simplifikasi kalimat

Cara parafrase

1. Memasukkan nama pengarang

According to Rahu (2000)……………
Boys (2005) suggest that………………..

2. Re-state

This means…………………
The key of the concept is…………….

3. Evaluasi & sintesis

Based on the report of Ricardo (2000), Smile (2003), Jane (2010), it can be argued that…………………………….

Tipe 3: Plagiarisme Ide

a. Menuliskan ide orang lain sebagai idenya sendiri
b. Dapat terjadi karena kesengajaan kedangkalan informasi terhadap masalah yang akan diteliti

Bagaimana menggunakan sumber internet?

1. Kelebihannya dapat diakses dimanapun
2. Siapapun dapat mem’publish” makalah; jaminan kualitas bersifat relatif
3. Authorship, perlu perhatian lebih teliti
4. Kualitas isi (Content) dan kebaruan (Currency)
5. Ketepatan entry kata/kalimat dalam proses pencarian dokumen, >> ada ribuan hits berpeluang muncul

Sumber-sumber internet:

Yang valid adalah:
1. Jurnal (reputable journal)
2. Buku tahunan, statistik
3. Recognized agency (WHO, ILO, UNEP, dsb)

Yang tidak valid adalah:
1. Blog-blok pribadi
2. Petunjuk praktikum
3. Non-recognized agency

Tips mengembangkan topik penelitian:

1. Mendiskusikan ide dengan orang-orang yang dianggap mempunyai kompetensi
2. Penelurusuran literatur (ensiklopedia, textbook, journal, dsb)
3. Memahami apa yang diharapkan/dibutuhkan masayarakat sekitar

Proses penulisan artikel ilmiah dan upaya anti plagiat:

Dari memulai (implementasi state-of-the-art) - perencanaan (membuat outline dari makalah secara detil) - MENULIS - Cek & Edit (Organisasi, Komprehensifitas, Gambar/Tabel, Referensi..dsb) - Perbaikan dan penyempurnaan. Nah itu semua langkah-langkah diketahui oleh kolega/sejawat.

Tipe 4: Plagiarism pengarang (Authorship)

a. Menjiplak karya orang lain (meliputi ide, tata tulis, dsb.)
b. Mengirimkanmakalah pada suatu publikasi ilmiah atau kegiatan akademik lannya dan mengaku sebagai pembuat makalah tersebut

Tipe 5: Plagiarism diri sendiri

a. Self plagiarism, academic fraud
b. Re-publish; menggunakan mater-materi yang sudah dipublikasi untuk dipublikasikan lagi

Mengapa terjadi self plagiarism?

1. Kurangnya pemahaman tentang PLAGIARISM
2. Penelitian Disertasi tidak diorganisasi dengan baik, tidak ada strategi publikasi

Demikianlah pembahasan teknik menulis artikel ilmiah anti plagiat. Semoga bermanfaat. ***

Penulis: Ahmad Asyhadi

#News1


kenali.co