Kotak Suara Pemilu Dari Kardus, Ini Penjelasan KPU
Komisioner KPU Provinsi Jambi, Nurkholik

Kotak Suara Pemilu Dari Kardus, Ini Penjelasan KPU

Rabu, 03 Oktober 2018 - 19:19:29 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 214

Kenali.co, JAMBI- Pemilihan Umum serentak untuk memilih Calon Anggota Legislatif (Caleg) dan Persiden dan Wakil Presiden tahun 2019 mendatang tidak lagi memakai kotak dan bilik suara yang terbuat dari aluminium.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi, Nurkholik mengatakan kotak suara dan bilik suara yang terbuat dari aluminium ini nantinya akan digantikan kotak dan bilik suara yang terbuat dari bahan kardus.

"Untuk kotak dan bilik suara terbuat dari kardus. Sementara kotak dan bilik lama akan dilelang. Sehingga 100 persen bilik dan kotak pakai yang baru," kata Nurkholik.

Nurkholik melanjutkan, proses produksi untuk kotak dan bilik suara ini dilakukan pengadaaan dan lelang oleh KPU RI, menurutnya, KPU Provinsi hanya mengadakan formulir dan sampul.

“Itu menyangkut bilik dan kotak suara, sementara kewenangan Provinsi untuk mencetak logistik adalah terkait sampul dan formulir. Selain itu untuk kewenangan KPU Kabupaten/Kota adalah soal alat kelengkapan TPS,” ujarnya.

Bagaimana keamanan kotak suara yang terbuat dari kardus? Nurkholik mengatakan, kotak ini cukup representatif. Sesuai UU, tetap ada yang transparan. Sehingga ada bagian tertentu yang tembus pandang.

"Kardusnya kedap air. Kalau api, alumnium saja belum tentu tahan api,” sebutnya.

Nurkholik menuturkan, terkait untuk anggaran biaya untuk pengadaan ini secara nasional mencapai Rp 900 Milyar. Sedangkan untuk Jambi belum bisa diprediksi.

"Yang jelas kebutuhan bilik dan kotak suara per TPS adalah lima untuk kotak dan tiga untuk bilik suara dikali TPS se Provinsi Jambi," paparnya.

Ia menambahkan, penggunaan kotak dan bilik suara dari kardus ini kotak dan bilik suara ini lebih efesien karena harga lebih murah, dengan penghematan 60-70 persen dari pada dibuat dari alumnuium dan seng.

“Nantinya ada 5 kotak suara yakni sesuai jumlah yang dipilih yakni DPRD kabupaten/kota, Provinsi, DPR RI, DPD RI dan Presiden. Sementara untuk bilik bisa 2-3 bilik per TPS,” tandasnya.

(Muh)

#News1


kenali.co