Polemik DPT Ganda Pemilu 2019, Bertanda Tingkat Partisipasi Masyarakat Masih Rendah
Sekjend KOPIPEDE Provinsi Jambi, Mochammad Farisi, LL.M. (sebelah kiri)

Polemik DPT Ganda Pemilu 2019, Bertanda Tingkat Partisipasi Masyarakat Masih Rendah

Kamis, 13 September 2018 - 14:52:09 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 425

Kenali.co, JAMBI- Sekjend Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KOPIPEDE) Provinsi Jambi, Mochammad Farisi, LL.M. menanggapi polemik Daftar Pemilih Tetap (DPT) Ganda Pemilu 2019 hingga mencapai 56.073 orang khususnya di Provinsi Jambi. Sumber data dari Bawaslu Provinsi Jambi.

Terkait hal tersebut pihaknya meyakini KPU telah bekerja keras memutahirkan data pemilih, namun dengan adanya temuan dugaan pemilih ganda yang jumlahnya mencapai Ribuan orang menunjukkan kerja KPU belum benar-benar optimal.

Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) sebagai ujung tombak pencocokan dan penelitian data pemilih harus lebih lebih cermat dan teliti saat coklit dan input data di sistem informasi data pemilih (Sidalih).

“Di sisi lain dengan dengan adanya koreksi dari Bawaslu maupun parpol, menunjukkan KPU sebagai lembaga yang terbuka menerima kritik dan masukan, serta dengan sungguh-sungguh berusaha memperbaiki dan melayani masyarakat dan parpol peserta pemilu,” kata Farisi kepada Kenali.co, Kamis (13/09/2018).

Bawaslu juga menunjukkan keseriusan sebagai lembaga pengawas pemilu, yang dengan cermat mengawasi proses DPT ini, energy pengawasan ini harus terus dipupuk dengan tujuan untuk kesuksesan Pemilu 2019 bukan karena ego sektoral.

“Bawaslu harus lebih “cerewet” dalam melaksanakan fungsi pengawasannya dan terus menjalin sinergitas dengan KPU untuk saling menguatkan atas dasar kekeluargaan,” kata Farisi yang juga dosen Fisipol Universitas Jambi.

Farisi mengatakan KPU dan Pemerintah (Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil, Kemendagri) harus bersinergi dan lebih intens berkoordinasi. “Terutama terkait data kependudukan (DP4) sebagai bahan yang akan diolah menjadi DPT,” katanya.

Kemudian hal yang paling penting juga, kata Farisi, dari masalah DPT ganda ini menunjukkan juga tingkat partisipasi masyarakat masih rendah.

“Harus diingat, tugas mensukseskan pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelengara saja, ini adalah pesta rakyat, hajatan rakyat, maka selayaknya rakyat juga aktif terlibat (peduli) dalam semua tahapan, termasuk di dalamnya pada saat KPU melakukan coklit,” ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mensukseskan pemilu 2019, masyarakat harus terus diedukasi dan motivasi bahwa masyarakatlah yang butuh pemimpin (Presiden, Kepala Daerah) dan wakil rakyat (DPR, DPD, DPRD) yang kapabel, sehingga masyarakat punya kesadaran lebih untuk aktif dalam proses pemilu.

“Misalnya; mau melaporkan bila ada keluarga yang meninggal sehingga datanya bisa dihapus di DPT, secara mandiri mengecek ke kelurahan/desa apakah namanya sudah terdaftar di DPS,” katanya.

“Atau bisa juga mengakses di infopemilu.kpu.go.id dan men-share info tersebut ke teman-teman netizen di media social masing-masing,” ujarnya.

Disampaikan Farisi bahwa pihaknya dari Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KOPIPEDE) dari tingkat nasional, provinsi dan kab/kota serta ada Chapter Unja dan Chapter UIN terus berkomitmen bersinergi dengan penyelenggara pemilu KPU dan Bawaslu untuk membantu mensosialisasikan berbagai tahapan pemilu dan mengedukasi  masyarakat untuk terlibat aktif mensukseskan Pemilu 2019.

Penulis : Ahmad Asyhadi

#News1


kenali.co