Esensi Cinta
Wahyu Hidayat
Relationship

Esensi Cinta

Kamis, 13 September 2018 - 05:35:29 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 297

Kenali.co, Manusia berasal dari tanah? Sebuah kalimat yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pergaulan maupun dalam akademisi. Kalau kita lihat dalam pandangan sejarah Islam, memang dikatakan bahwasanya manusia diciptakan dari tanah. Dan manusia pertama yang diciptakan Tuhan adalah Adam AS. Ini membuktikan bahwa semua manusia merupakan anak cucu dari Adam yang diciptakan oleh Tuhan dengan rasa kasih sayang.

Kemudian asal-muasal kita sebenarnya berasal dari satu nenek moyang yang sama, yakni Adam dan Hawa. Adam diciptakan langsung oleh Tuhan sedangkan Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Itulah mengapa saat ini sesorang yang tidak miliki pasangan terkadang beralasan bahwasanya tulang rusuk mereka belum ketemu (baca: jomblo).

Cinta? Apa itu cinta. Cinta adalah rasa saling memiliki, menghargai dan menyayangi antara individu, dengan individu, individu dengan kelompoknya, ataupun kelompok dengan sesama kelompok. Bagiamana cinta terhadap sesama atau dengan kata lain esensi cinta yang dimiliki oleh para pemburu cinta atau para pencari cinta bukan pencari Tuhan.

Cinta yang kita maknai saat ini ialah cinta dalam artian pacaran ataupun pernikahan, tapi sebenarnya esensi sebuah kata cinta lebih menitikberatkan pada rasa saling menghormati sama lain dan menyayangi sama lain. Terlepas ujung-ujungnya juga merambah ke semua lini baik pacaran maupun pernikahan. Saya disini mengangakat sebuah kisah nyata diri sendiri. Yakni bagaiamana karir penulis dalam dunia percintaan (cieeh).

Cinta pertama merupakan cinta yang sangat dirasakan kebahagiaannya sangat mendalam. Mengapa tidak, karena hal tersebut merupakan awal dari karir seseoraang dalam dunia pecintaan. Bahkan Saya pernah merasakan yang namanya cinta pertama, namun menganggap hal itu biasa dan tidak begitu mengesankan. Karena cinta pertama merupakan sebuah percobaan.

Terlepas dari kejadian itu, Saya akui memang cinta pertama memberikan pelajaran apa itu cinta dan bagaiamana sebenarnya perasaan yang kita alami ketika jatuh cinta. Namun hal ini tidak menjadi pikiran karena sudah Saya sebutkan bahwasanya cinta pertama merupakan gerbang awal dari karir kita dalam dunia cinta.

Terhitung sudah beberapa kali Saya  gagal dalam percintaan. Gagal dalam artian tidak cocok, dan belum menemukan sosok wanita yang berkesan. Sudah beberapa kali upaya yang dilakukan namun dalam perjalanannya kandas di tengah jalan.

Seiring berjalan waktu terhitung satu tahun yang lalu ketika terakhi kali merasakan apa itu cinta, beberpa waktu lalu Saya masih belum percaya terhadap cinta. Namun saat ini ada sosok wanita yang membuat Saya faham dan ingin lagi mengenal cinta. Sosoknya yang baik, ramah dan keistimewaannya tidak dapat dijelaskan dengan sebuah kata ataupun kalimat.

Karena memang cinta itu buta sebagaimana anak muda memaknai cinta pada saat ini. Saya juga sempat bingung, karena sebelumnya sudah tidak percaya dengan cinta. Tapi entah apa yang membuat Saya seakan menghianati ucapan sendiri. Mungkin ini yang namanya jatuh cinta :D. Bermimpi lah setinggi langit karena jika engkau jatuh, akan jatuh dalam dunia cinta ku (baper).

Cinta adalah sabar. Dan orang-orang sabar akan memeperoleh cinta yang istimewa. Itulah prinsip Saya selama ini. Dan mungkin kamu yang membaca tulisan  ini merupakan orang pilihan kiriman Tuhan untuk Saya. Sebab berkat kesabaran Saya selama ini, karena rencana Tuhan jauh lebih besar dibanding sebuah rencana kita sebagai manusia.

Dan untuk kamu, terimakasih telah memberikan kesempatan terhadap saya untuk mengenalmu. Sebab kejadian ini meupakan anugrah terbesar dalam hidup pribadi Saya.

Saya tidak mengemis cinta, kasih sayang karena yakin dan percaya terhadap perasaan. Perasaan adalah perasaan. Perasaan harus tumbuh dengan respek dan kehormatan. Dengan mengungkapkan perasaan seperti ini Saya merasa lega dan beban yang selama ini berada dalam hati secara perlahan terlepaskan.

Terlepas dari itu diterima atau tidak, dihargai atau tidaknya sebuah ungkapan perasaan, Saya tidak mempermasalahkannya. Intinya Saya berani mengungkapkan I LOVE YOU bagi yang membaca

Penulis: Wahyu Hidayat

#News1


kenali.co