Woman Day, Gerdapuan Unja Diskusi Pengkajian Melemahnya Nilai Rupiah
Gerakan Pemberdayaan Perempuan (GERDAPUAN) Unja yang giat melakukan diskusi mengenai isu-isu terkini yang berkaitan dengan perempuan.

Woman Day, Gerdapuan Unja Diskusi Pengkajian Melemahnya Nilai Rupiah

Senin, 10 September 2018 - 05:46:49 WIB
0 | Kategori: Campus |Dibaca: 502

Kenali.co, Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM KBM Universitas Jambi mengadakan kegiatan diskusi bernama "Woman Day" yang mengkaji tentang melemahnya nilai rupiah, Jumat (7/9/2018). Kegiatan tersebut dilaksanakan di sekretariat BEM KBM Unja kampus Pinang Masak pada pukul 11.00 WIB s/d pukul 12 30 WIB.

Menurut Dea, selaku sekretaris internal menteri gerakan pemberdayaan perempuan BEM KBM Universitas Jambi, hal itu dilakukan guna memberikan edukasi kepada mahasiswi-mahasiswi Unja tentang penyebab, dampak dan solusi yang dapat ditelurkan dalam rangka membantu pemerintah menghadapi permasalahan ekonomi yang cukup menyita perhatian publik.

"Iya kami lakukan ini untuk memberikan pembelajaran serta menggali ide-ide bersama guna membantu memecahkan permasalahan negeri ini," ungkap mahasiswa fakultas tekhnik itu.

Ditambahkan Dea, acara ini turut menghadirkan salah satu komunitas aktivis perempuan BMI back to muslim identity yang di sana mereka saling bertukar fikiran dan informasi tentang rendahnya nilai rupiah melalui sudut pandang perempuan.

"Kami disini memang perempuan semua dan yang ikutpun perempuan" jelas beliau.

Ia juga mengatakan bahwa ke depan kementerian gerakan pemberdayaan perempuan (GERDAPUAN) Unja akan giat melakukan diskusi mengenai isu-isu terkini yang berkaitan dengan perempuan.

Disambangi melalui media sosial, Novita selaku menteri gerakan pemberdayaan perempuan BEM KBM Universitas Jambi kabinet integrasi 2018 membenarkan adanya kegiatan tersebut. Hal itu kata beliau merupakan salah satu upaya yang dilakukan BEM UNJA dalam rangka menghidupkan kembali ranah-ranah diskusi intelektual mahasiswa.

Ia juga berharap hal ini menjadi titik awal perubahan aktivis mahasiswa yang melek akan permasalahan negeri yang sedang marak saat ini, masalah rendahnya nilai tukar rupiah dengan dollar AS ini menurutnya akan berefek ke banyak hal seperti kenaikan harga BBM, harga kebutuhan pokok serta barang-barang elektronik yang banyak diimpor dari luar.

"Kami menyadari betul mudahnya akses teknologi membuat orang-orang dengan mudah mengetahui informasi dan semakin dimudahkan dalam komunikasi, namun hal itu harus diimbangi dengan diskusi-diskusi ilmiah agar mahasiswa tidak terjebak dalam euforia serta hoax maupun media yang condong pada salah satu pihak," ungkapnya.

Ia juga menerangkan bahwa kegiatan tersebut ke depan juga akan melibatkan banyak organisasi serupa yang tertarik pada diskusi semacam itu. Ia juga merasa senang dan berterimakasih dengan antusiasme mahasiswi Unja yang ikut serta dalam kegiatan diskusi kemarin.

Penulis: Novita Sari

#News1


kenali.co