Keke dan Momo Challenge Sampah Peradaban Liberal Kapitalisme Perusak Generasi Muslim
Grafis: Istimewa
Oleh: Ulia Niati

Keke dan Momo Challenge Sampah Peradaban Liberal Kapitalisme Perusak Generasi Muslim

Senin, 13 Agustus 2018 - 06:09:02 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 614

Kenali.co, Akhir-akhir ini banyak hal yang sedang viral dimedia sosial sehingga membuat heboh netizen bahkan cepat menyebar dan mudah diadopsi oleh netizen muda yang memang tak lepas dari media sosial bahkan bisa dikatakan sudah menjadi asupan makanan seharinya.

Mulai dari lipsingan hingga ke menampakan tarian tarian, nah selepas dari viralnya tiktokan kini giliran modern dance yang membuat netizen muda beramai-ramai menjadi penasaran dengan sebuah tantangan unik tersebut hingga menjadinya viral, yakni kiki challange, yap keke challenge.

Dilasir dari IDN TIMES (03/08/ 2018), siapa tak tahu Keke Challenge? Seperti penyakit yang mewabah, mulai dari remaja, kawula muda hingga orang dewasa tampak beramai-ramai mengikuti Keke Challenge. Uniknya, challenge ini menuntut kamu untuk bergoyang dengan iringan lagu "In My Feelings" milik Drake. Ada yang bergoyang mengikuti mobil yang sedang berjalan dengan pintu yang tetap terbuka, ada yang di jalan, dan ragam versi.

Pada halaman tersebut juga menerangkan bagaimana awal dari kisah viralnya keke challenge tersebut, hanya berawal dari peluncuran lagu “"In My Feelings” milik Drake lalu Shiggy mengunggah sebuah tarian atau goyangan yang diiringi lagu Drake tersebut, sehingga tarian dari Shiggy di jalan menjadi viral hingga sekarang dan dikenal dengan keke challange.

Woww menakjubkan hanya dengan hal tersebut dapat menjadi viral mendunia, lalu pertanyaannya kenapa challange-challenge hal seperti tersebut cepat di-support oleh pengguna medsos, sedangkan jika membahas mengenai hal yang berbau agama malah ekstrim sekali, mau ngashare aja takut dan malu-malu, mungkin itu saya.

Selepas dari keke challenge hal terbaru lagi ada challeng terbaru dimana challeng ini membuat saya tercengang dari deskripsi singkat pertama kali muncul notif di henpon pintar saya, disana dikatakan challeng ini mengajak untuk membunuh diri, dari artikel yang muncul tersebut membuat saya berpikir, ini ada yang salah dari challenge-chaleng yang menyebar dan viral ini, kenapa hal chalenge seperti ini bisa membuat viral, hmm mungkin sebab uniknya.

Baru-baru ini muncul sebuah tantangan yang tersebar di WhatsApp bernama Momo Challenge dan diperuntukkan untuk gadis berusia 12 tahun. Momo adalah nama akun media sosial yang kehadirannya ada di jaringan seperti WhatsApp, Facebook, dan YouTube. Menurut Unit Investigasi Kejahatan Komputer di negara bagian Meksiko, Tabasco, permainan dimulai di Facebook. Para pengguna ditantang untuk berkomunikasi dengan nomor yang tidak diketahui. Kemudian Momo akan menanggapi panggilan dengan gambar kekerasan sambil memberikan perintah. Bila pemain menolak untuk mengikuti perintah permainan, maka dirinya bisa merasa terancam. Selain itu, avatar yang digunakan oleh permainan ini adalah gambar seorang wanita dengan struktur aneh dan mata melotot. (lifestyle.okezone.com 04 Agustus 2018)
 

Sebab Viralnya Challange

Maraknya viral berbagai macam challange yang menyebabkan banyak para muda mudah mengikuti hal demikian, belum lagi landasan dari mereka mengikuti tersebut hanya bersifat ikut-ikutan atau dikatakan generasi pembebek saja, ada yang viral langsung ikuti, ada yang viral ikuti lagi, sebab hal tersebut disebabkan generasi muda memang tengah mencari jati diri, ingin berkreasi ingin kreatif, tak ingin ketinggalan, dan tentunya ingin dikenal, bahkan para muda akan merasa hebat merasa keren jika mampu mengikuti trending topic hingga ikut-ikutan menjadi pilihan.

Tentunya ditambah dengan kondisi saat ini yang peradaban kapitalisme yang menjadi tolak ukurnya adalah materi, kebebasan, bebas berkreasi, bebas sebebasnya selagi tidak ada yang protes, jika protes pun tetap menggaungkan hak kebebasan pribadi. Menjadi sosok gaya hidup yang hedonis hanya berlandaskan mencari kesenangan dan kebahagiaan.

Peradaban kapitalisme ini membuat generasi muda jauh dari generasi muslim yang memiliki profil khoiru ummah yang visioner, kreatif dan inovatif dalam kebaikan, menyebar kebaikan-kebaikan menjadi sosok tangguh sebagai agen perubahan. Miris jika kita lihat generasi muda hanya mengejar kesenangan dunia untuk memuaskan gaya hidup yang digaungkan keren dan masa kini.

Namun tidak semua menyadari hal ini, bahkan generasi muda malah terlena dan hanyut dalam ideologi kapitalisme yang menjadikan mereka tetap terpaut hidup hedonis. Tak peduli dengan nilai Islam yang menjaga mereka dan memuliakan mereka.
 

Peradaban Islam Penyelamat Generasi

Yap peradaban Islam dapat menyelamatkan generasi dari hidup yang hedonis, mana mungkin sih? kenapa tidak mungkin? Ini mungkin! sebab peradaban Islam pernah terjadi dan terbukti adanya sejarah peradaban Islam yang pernah menguasai dunia dan menjadikan mutlak Islam sebagai rahmatan lil alamin, bukan hanya manusia yang merasakan hal tersebut namun alam pun ikut merasakan betapa gemilangnya jejak peradaban tersebut.

Peradaban Islam memang begitu memperhatikan segala hal, terutama dalam hal akidah dari sinilah bangkitnya generasi manusia dari landasan kehidupan akidahnya. Karena generasi harus diarahkan pada akidah yang benar sehingga memiliki pandangan hidup yang benar dan mendorongnya berbuat sesuai dengan aturan yang muncul dari akidah tersebut.

Sehingga tidak muncul generasi pembebek yang hanya mengikuti trend saja hanya memuasi hidup hedonisnya dan mengenyampingkan nilai islam, dari peradaban islam banyak generasi hebat yang lahir disebabkan kemuliaan peradaban islam.

Siapa yang tak kenal sosok Ibnu Sina ahli di bidang kedokteran namun tak dipungkiri ia juga sosok yang produktif dalam menulis, Al-khwarizmi sosok ilmuan muslim yang ahli dibidang matematika dan ia juga berjasa dalam konsep aljabar dan algoritma, Ibnu Khaldun, Ibnu al-Nafis dan banyak lagi yang menjadikan hidup didalam peradaban Islam menjadikan generasi yang mulia lagi bermanfaat, tentunya jauh berbeda dengan saat ini.

Betapa mulia kehidupan di era peradaban Islam, tentunya membuat kita ingin merasakan peradaban tersebut memuliakan kita juga, tidak perlu khawati hal tersebut pasti terjadi sebab ingat akan bisarah rasul yang mengatakan khilafah ala nabiubuwah akan tegak kembali, sekarang saatnya kita mengupayakan tengak kembali peradaban islam yang cemerlang penyelamat generasi tersebut. hal ini wajib diperjuangkan bersama untuk mencegah lost generasi terbaik muslim.

Wallahu’alam bisshawab

Penulis adalah Mahasiswi Universitas Jambi & Anggota Komunitas Mahasiswa Jambi Menulis

#News1


kenali.co