Realita Posisi Al Quran Pada Zaman Now
*Oleh : Ulia Niati

Realita Posisi Al Quran Pada Zaman Now

Sabtu, 09 Juni 2018 - 20:00:52 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 520

Kenali.co, Ramadan dikenal dengan harinya Al-Qur'an, karena di dalamnya terjadi peristiwa peringatan Nuzulul Quran. Hari dimana pertama kali Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah tepatnya pada malam 17 Ramadan. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW. Di dalam Al-Qur’an terdapat sebanyak 30 juz, 114 surah, 6.236 ayat. Isi kandungannya dibagi menjadi tiga bagian. Sebagian dari isi Al-Qur’an menjelaskan tentang sifat wajib Allah. Sebagian yang lain isi kandungan Al-Qur’an menjelaskan tentang hukum-hukum syariat Islam dan sebagian diantaranya menceritakan tentang kejadian dan perilaku umat nabi terdahulu baik umat yang beriman kepada Allah ataupun umat yang ingkar kepada-Nya.

Al-Qur'an menjadi suatu pedoman hidup bagi setiap muslim karena di dalamnya ada perkara yang mengatur kehidupan manusia bagaimana ia mentauhidkan Allah, Bertingkah laku sesama manusia serta sampai bernegara.

Pada kondisi saat ini alquran sudah melekat di diri umat muslim apalagi pada suasana bulan Ramadan, setiap malam dibacakan bersama, tadarusan untuk menghatamkan Al-Qur'an dan masjid menjadi ramai. Namun menyongsong Ramadan akhir penghuni masjid mengalami kemajuan, kemajuan shaf. Berpindah sebagian para penghuni shaf ke mall-mall atau bahkan untuk menghadiri buka bersama yang beruntun.

 

Al Qur’an Pedoman Hidup Sempurna Untuk Umat

Al-Qur'an pula membuat para orang tua gencar memasukkan ke pesantren untuk menjadikan anaknya seorang hafis. Masya Allah mulianya. Namun sayangnya ketika Ramadan mulai pergi akan kah masjid ramai, akankah santunan pada anak yatim menjadi pilihan untuk diberi sedekah atau bahkan adakah sedekah yang berkelanjutan atau adakah masjid tetap ramai, atau akan kah terdengar lantunan bacaan Al-Qur'an di masjid setelah Ramadan, dan naasnya ketika Al-Qur'an dibaca apakah ada efek nyata Al-Qur'an di kehidupan? yang katanya Al-Qur'an sebagai petunjuk, sebagai pedoman hidup?.

Tentu ada, namun tidak semuanya diterapkan hanya sebagian saja yang diterapkan seperti. Berzakat, naik haji, puasa hanya segelintir saja. Padahal seperti dikatakan sebelumnya Al-Qur'an itu juga menjelaskan hukum syariat Islam dan syariat Islam harus diterapkan secara kaffah seperti di dalam firman Allah “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jeak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” (Al-Baqarah ; 208)

Nah menyikapi hal tersebut tentunya ada sesuatu yang menyebabkan hal ini tidak bisa diterapkan semuanya. Ternyata di dunia memiliki pengembanan mabda yang menjadi dasar hukumnya, seperti kapitalis yang berasal dari sistem sekuler, dimana pemisahan agama dan kehidupan berdasarkan hal tersebut tidak cocok di katakan pada Al-Qur'an karena Al-Qur'an merupakan kitabullah perkataan Allah semua tata cara dijelaskan.

Seperti contoh seorang muslimah memiliki tatacara berpakaian dengan menggunakan kerudung dan jilbab seperti di dalam Al-Qur'an surah An-nur ayat 31: “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangan, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kurudung kedadanya, dan janganlah menampakan perhiasaannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah ....” dan  pada Al-ahzab: 59 : “Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruhtubuh mereka” yang demikian itu agar mereka mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu, dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

 

Kenyataan Al-Qur'an dalam kehidupan

Kenyataannya dalam kehidupan kallamullah dipilih-pilih saja mana yang ingin diterapkan, seperti halnya berpakaian suka-suka mau menutup aurat atau tidak itu hak seseorang muslimah tersebut. Hak pribadi menjadi topeng untuk berlindung sesaat. Dalam hal lain seperti maraknya aborsi, pacaran bebas hingga free seks menjadi aktivitasnya, Nauzubillah. Beberapa waktu lalu saya mendengar berita di televisi tentunya mengagetkan terutama bagi saya, seorang kakak tega melakukan tindakan senonoh hingga membuat adiknya hamil dan itu pun diancam jika adiknya tidak memuasi nafsu birahi kakaknya, kakaknya pun mengakui bahwa terpengaruh film porno naasnya lagi ibu kandungnya terlibat membantu aborsi kehamilan anaknya. Remaja berusia 16 tahun berinisial WA hamil karena digauli oleh abang (kakak) kandungnya, diduga karena malu dan ingin menyembunyikan aib, ia melakukan aborsi dengan bantuan sang ibu  (kabarjambi.net 05/06/2018). Sungguh miris mendengar berita tersebut. apa yang sebenarnya terjadi dikehidupan ini katanya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup nyatanya kufur pada ayat Al-Qur'an “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”. (al-Isrâ:32).

Allah melarang mendekati jalan menuju zina, apapun bentuknya. seperti menonton tayangan yang mengumbar aurat hingga menuju pada maksiat, membaca majalah-majalah atau buku-buku porno, tontonan porno di media apapun, berpacaran, khalwat (berduaan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram), sering teleponan dengan laki-laki atau sebaliknya, ber-sms-an, chatting, facebook, whatsapp, bbm dan beragam sarana lainnya yang akhirnya akan menjerumuskan manusia kepada perzinaan. Na’udzubillâhi min dzalik. Maha benar Allah dengan firmannya. jika kita sadari isi Al-Qur'an itu sudah jelas ada hukum jika melakukan suatu perbuatan. Dari segi tingkah laku yang marak terjadi seperti fakta diatas jika ia seorang muslim atau kafir zimmi yang dilindungi negara maka ia terikat dengan aturan Islam. Berdasarkan hal tersebut zina tergolong tindakan pidana, dan terhadap pelakunya berhak diberikan sanksi tanpa ada perasaan belas kasihan, bahkan hukuman tersebut diumumkan kepada khalayak ramai sehingga kejadian tersebut tidak terulangi lagi dan tidak secara mutlak bebas karena terikat dengan Islam. “­(dan) hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang yang beriman”(Qs. An-Nur: 2).

Sungguh Al-Qur'an benar-benar pedoman kehidupan, didalamnya terdapat tata cara berkehidupan pelaksanaannya serta hukuman setimpal dengan perbuatannya. Sehingga Al-Qur'an menjadi standar kita melakukan sesuatu, tapi yang nyatanya hari ini Al-Qur'an sebagai pedoman hidup baru bisa diterapkan diranah pribadi, padahal bisa diterapkan di kalangan besar atas dasar daulah, sehingga kallamullah terterapkan secara kaffah dan menjadi rahmat seluruh alam. [Wallahu’alam]

*Penulis adalah Mahasiswi Universitas Jambi dan Anggota Komunitas Mahasiswa Jambi Menulis

#News1


kenali.co