7 Tips Untuk Orang Tua Dalam Membantu Menyelesaikan Masalah Anak
Ilustrasi. f-satujam.com

7 Tips Untuk Orang Tua Dalam Membantu Menyelesaikan Masalah Anak

Jumat, 01 Juni 2018 - 05:52:57 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 256

Kenali.co, Anak merupakan anugerah terindah yang selalu menjadi kebanggan orang tua. Saat usia dini, anak sering kali melakukan hal-hal yang mereka suka. Tetapi sebagian orang tua justru menentang dan melarang hal-hal tersebut. Sebagai orang tua, tidak ada salahnya ketika membiarkan anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai keinginan mereka. Orang tua hanya perlu menjaga dan memberikan pemahaman kepada anak perihal baik buruknya sesuatu yang mereka lakukan, bukan justru memberikan penghakiman dan hukuman pada anak.

Selain itu, orang tua sangat berperan penting dalam memberikan perlindungan dan membantu dalam mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi. Anak tentu mengharapkan dan menginginkan sosok orang tua yang selalu memahami mereka dalam situasi apapun, sehingga rasa percaya diri akan timbul dalam menghadapi segala tantangan dalam hidupnya.

Dilansir dari laman Brightside.me, berikut adalah beberapa tips untuk orang tua dalam membantu menyelesaikan masalah anak:

Belajar untuk mengatakan ‘Tidak’

Masalah yang dihadapi anak: Seorang teman sekelasnya meminta untuk memberikan jawabannya selama ujian berlangsung. Apabila ia tidak memberikan, maka temannya akan marah dan membencinya. Namun apabila ia memberikan jawabannya, sang guru akan menemukan 2 lembar jawaban yang sama dan memberikan nilai buruk kepada keduanya

Solusi: Katakan kepada anak untuk mengatakan tidak, jelaskan bahwa mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk belajar dan mempersiapkan ujian dengan sebaik-baiknya. Sarankan agar mereka mengatakan sesuatu, Saya belum selesai. Jangan ganggu saya”. Kalimat tersebut cukup rasional dan membuat anak merasa berani dan percaya diri dalam menghadapi situasi ini.


Belajar untuk berpikir positif

Masalah yang dihadapi anak: Teman sekelasnya selalu mengganggu dan mengejeknya. Hal ini mengakibatkan anak tidak ingin pergi ke sekolah karena rasa sakit dan malu yang mereka hadapi 

Solusi: Dalam situasi seperti ini, orang tua tidak boleh mencampuri konflik anak secara langsung agar tidak memperburuk keadaan. Jelaskan bahwa pada kenyataannya, apa yang mereka katakan tidaklah  benar. Anak harus menunjukkan bahwa kata-kata penindas tidak seharusnya membuat mereka marah. Berikan pemahaman kepada anak untuk berpikir positif tentang teman-temannnya. Sang anak dapat tersenyum dan bersikap cuek seperti tak peduli ketika teman-temannya mulai mengganggu dan mengejaknya, hal ini akan membuat teman-temannya bosan dan kehilangan minat untuk mengganggunya kembali.


Nilai bukanlah yang terpenting 

Masalah yang dihadapi anak: Setiap kali anak mendapat nilai buruk, mereka mulai menangis karena tidak dapat menangani masalah dengan baik. Mereka takut memberi tahu orang tua tentang nilai mereka karena tidak ingin dihukum

Solusi: Banyak orang tua yang membuat anak-anaknya takut ketika mereka mendapatkan nilai buruk di sekolah. Pengetahuan memang penting, tetapi anak tidak boleh takut untuk menunjukkan nilai buruk mereka pada orang tua. Orang tua juga tidak boleh berteriak atau menghukum anak karena mendapatkan nilai buruk. Katakan saja, Gagal mendapatkan nilai bagus? Tidak masalah, juga jangan sedih. kamu harus mendapatkan nilai bagus untuk selanjutnya!”. Hal ini akan memberikan pengaruh positif kepada anak untuk mendapatkan nilai lebih baik lagi tanpa ancaman dari orang tua.


Membantu dan membela mereka yang lemah

Masalah yang dihadapi anak: Anak memberi tahu kepada orang tuanya bahwa teman sekelas mereka menindas seorang anak laki-laki. Sang anak tahu bahwa itu salah tetapi ia tidak tahu cara membantu dan takut untuk mencobanya

Solusi: Banyak anak takut membela mereka yang lebih lemah karena mereka tidak ingin mengambil risiko menjadi korban lain. Katakan kepada anak agar berbicara baik-baik kepada mereka yang telah melakukan hal itu, bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Tunjukkan bahwa sesama manusia, kita tidak berhak untuk menindas satu sama lain. Selain itu, anak juga harus memberikan pemahaman kepada temannya yang tertindas dengan banyak mengajaknya belajar dan bermain bersama.


Dukung apa yang mereka lakukan

Masalah yang dihadapi anak: Rutinitas sekolah yang padat, kegiatan ekstrakulikuler, bimbingan belajar dan pekerjaan rumah membuat anak merasa kelelahan. Mereka tentu menginginkan bersantai atau menghabiskan waktu bersama teman-teman mereka

Solusi: Orang tua ingin anak-anak mereka bahagia dan mencapai hasil yang luar biasa, itulah sebabnya mereka mengemas jadwal anak mereka dengan sebanyak mungkin kegiatan. Tetapi hal ini justru tidak baik untuk perkembangan anak, biarkan anak untuk menghabiskan beberapa jam dalam sehari untuk hobi yang mereka sukai seperti bermain komputer, olahraga, atau seni dan kerajinan tangan bersama teman-temannya.


Berolahraga adalah bagian dari kehidupan 

Masalah yang dihadapi anak: Anak terlalu malu dan pendiam. Mereka lebih suka tinggal di rumah daripada bersama teman-teman mereka 

Solusi: Sarankan sang anak untuk mencoba olahraga berkelompok. Sekelompok anak yang memiliki minat yang sama akan memiliki pengaruh yang baik pada anak lain. Terlebih lagi, olahraga berkontribusi pada tingkat kepercayaan diri setiap anak. Orang tua tidak boleh lupa bahwa mereka harus mendukung sang anak untuk memilih kegiatan yang benar-benar mereka sukai. Misalnya jika anak suka menari, biarkan dia menari, jangan memaksanya untuk ikut olahraga sepak bola. Jika orang tua melarangnya, justru anak akan membenci semua hal yang terkait dengan olahraga. 


Mencintai diri sendiri 

Masalah yang dihadapi anak: Rambut Maria indah, mata Kate sangat besar dan terang, sedangkan aku buruk dan berbeda dari yang lain. Cepat atau lambat semua anak mulai membandingkan diri dengan anak-anak lain, dan hal tersebut dapat menjadi masalah di masa depan mereka

Solusi: Semua anak tanpa memandang jenis kelamin mereka, tentu ingin menjadi menarik dan berbakat. Jangan lupa untuk memberi tahu kepada anak bahwa mereka cantik dan tampan. Jika anak memiliki idola, tunjukkan pada mereka foto idola tersebut dan katakan bahwa mereka sangat cantik dan tampan serasi dengan artis idola mereka. Selain itu, orang tua juga harus menunjukkan bahwa apa yang membuat kita cantik dan tampan bukanlah kesempurnaan kita, tetapi keunikan yang kita miliki. Beri tahu pada anak bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, serta memiliki bakat yang berbeda-beda sebagai keunikan setiap orang. Katakan pula bahwa cantik dan tampan dari fisik tidak selamanya menjamin kesuksesan, bahwa cantik dan tampan dari hati adalah keutamaan yang harus dilakukan dengan banyak berbuat baik kepada orang lain.

Penulis : Novhelis Sandra Borty

#News1


kenali.co