589 Pedagang Buka Lapak, Pasar Bedug Resmi Dibuka
f.istimewa

589 Pedagang Buka Lapak, Pasar Bedug Resmi Dibuka

Kamis, 17 Mei 2018 - 21:44:22 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 169

Kenali.co, JAMBI- Pasar bedug yang dikelola oleh Pemkot Jambi, Kamis (17/5) sore resmi dibuka. Peresmian dilakukan di Jalan Mr. As’ad Kecamatan Pasar Jambi, sebanyak 589 pedagang memenuhi pasar bedug yang dikelola oleh pemerintah kota Jambi. 

Dari pantauan, Pasar bedug dari pedagang kuliner dan pakaian di dua lokasi yang berbeda. Untuk Kuliner semua jenis makanan termasuk takjil dijual. Seperti lemang, es buah, cendol, dan makanan tradisional lainnya.

Menurut M. Fauzi Pjs Walikota Jambi bahwa pihaknya meminta para pedagang untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pasar bedug berlangsung. 

“Saya berharap agar seluruh pedagang menjaga kebersihan dan tolong seluruh fasilitas yang ada di sini dijaga dengan baik,” ujarnya.

Dirinya juga berharap dengan adanya kehadiran pasar bedug ini, bisa menambah pemasukan dari masyarakat selama Ramadan. 

“Kita berharap para PKL bisa mendapatkan income menjelang raya nanti. Ini juga sebagai ajang promosi kuliner yang ada di Kota Jambi,” katanya.

Sementara itu, Komari, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi bahwa saat ini sudah terdaftar sebanyak 589 pedagang. Terdiri dari 108 pedagang kuliner yang berada di Jalan Mr. As’ad disamping Saimen Pasar Kota Jambi dan 481 pedagang pakaian yang ada di pasar bedug di Leimena atau gang siku.

“Jumlah ini masih akan bertambah. Masih ada lokasi jika ada pedagang yang mau berdagang. Pasar bedug yang dikelola Pemerintah hanya ada dua. Sementara yang lainnya akan dikelola oleh kecamatan masing-masing dan dikelola oleh swasta. Ada juga pasar bedug di daerah pasar ini yang dikelola oleh pemuda setempat,” ujarnya.

Selain itu, ada lima Kecamatan yang juga terdaftar membuka pasar bedug. Diantaranya Kecamatan Alam Barajo ada lima pasar bedug, di Kecamatan Jambi Selatan ada empat pasar bedug, di Kecamatan Danau Sipin terdapat sebanyak tiga pasar bedug, di Kecamatan Jambi Timur ada empat pasar bedug dan di Kecamatan Jelutung ada dua pasar bedug. 

“Masing masing dikelola Kecamatan dan swasta,” jelasnya.

Dijelaskan oleh Komari bahwa para pedagang dikenakan biaya retribusi. Biaya tersebut hanya dibayar sekali selama satu bulan penuh. Jumlahnya Rp 161 ribu untuk masing masing pedagang. Terdiri dari Rp 100 ribu untuk retribusi pasar, Rp 51ribu untuk biaya kebersihan dan Rp 10ribu untuk biaya parkir.

“Keseluruhannya sebanyak Rp 161ribu yang dibayar pedagang. Namun untuk biaya tenda dan listrik itu lain lagi. Itu dibayarnya langsung kepada orang yang bersangkutan diluar kita,” ujarnya. 

(AA)

#News1


kenali.co