Safari Membaca, Bentengi Diri dari Hoax
Foto bersama kegiatan safari gerakan nasional pembudayaan kegemaran membaca.

Safari Membaca, Bentengi Diri dari Hoax

Rabu, 16 Mei 2018 - 10:41:49 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 133

Kenali.co, JAMBI- Bertempat di Balairung Universitas Jambi (NJA), pada 15 Mei 2018, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Muarojambi, menggelar safari gerakan nasional pembudayaan kegemaran membaca di provinsi dan kabupaten/kota tahun 2018, dengan tema “Implementasi Revolusi Mental Melalui Mobilisasi Pengetahuan dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat”.

Kali ini kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa/i UNJA sebagai pesertanya. Berdasarkan surat yang beredar sebelumnya, setiap fakultas diminta untuk mengirimkan perwakilannya sebanyak 15 0rang. Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB itu dihadiri oleh tokoh-tokoh penting pemerintah dan pihak lembaga terkait.

Woro Titi Haryanti dalam sambutannya mengatakan safari di UNJA ini merupakan rangkaian ke 50 titik dari 100 titik tempat yang akan didatangi. Ia menjelaskan beberapa faktor rendahnya tingkat baca di Indonesia yakni budaya lisan yang lebih tinggi dibandingkan dengan budaya baca, keterbatasan akses daring dan luring, dominasi penggunaan games sebesar 45% sementara produktivitas dan membaca hanya sebesar 3%. Ditambahkannya, acara ini adalah salah satu cara mendekatkan buku pada masyarakat. Menurutnya, pemerintah telah mengupayakan agar masyarakat khususnya pemuda dapat mengakses buku dimanapun dan kapanpun salah satunya IPUSNAS.

“Ada sebanyak 12.500 judul buku dalam Bahasa Indonesia yang dapat diakses dengan gratis serta ribuan artikel dan jurnal ilmiah,” ungkap beliau.

Sementara itu, Johni Najwan dalam sambutannya mengatakan literasi adalah sumber dalam mencapai keberhasilan atau prestasi. Ia juga mengatakan, beberapa fasilitas akan terus dibenahi. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi alasan untuk mahasiswa/i UNJA dalam mencari sumber referensi dan dapat meningkatkan minat baca mahasiswa.  “Anggaran untuk perpustakaan Universitas Jambi sebesar 2,9 Miliar Rupiah,” tuturnya.

Tak jauh berbeda, Ir.H A R Sutan Adil Hendra selaku ketua komisi X DPR RI mengungkapkan walaupun anggaran perpustakaan merupakan anggaran terkecil, namun sudah banyak kemajuan yang dilakukan untuk perpustakaan di Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk ketidaksepakatan terhadap hasil penelitian UNESCO beberapa waktu lalu yang menyebutkan Indonesia pada urutan ke 60 dari 61 negara yang diteliti minat bacanya.

Ia juga menyebutkan, provinsi jambi yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 3,4 juta jiwa hanya memiliki 40% minat dalam membaca, bahkan 90% diantaranya adalah pembaca media sosial.

Ia menerangkan bahwa membaca buku adalah salah satu bentuk membentengi diri dari berita Hoax. “Agar berita hoax negatif tidak mudah masuk maka harus diimbagi dengan membaca buku,” katanya.

Penulis: Novita Sari

#News1


kenali.co