Tak Ada Distributor, Diduga Minol yang Dijual di Jambi Illegal

Tak Ada Distributor, Diduga Minol yang Dijual di Jambi Illegal

Kamis, 10 Mei 2018 - 20:36:28 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 205

Kenali.co, JAMBI- Hingga saat ini, distributor utama yang mengedarkan penjualan Minuman beralkohol (minol) di Kota Jambi sudah tidak ada lagi. Sebab, dua distributor yang ada sebelumnya, tidak lagi memperpanjang izin usahanya di Kota Jambi. Padahal, tercatat sekitar 30 tempat usaha (hiburan) di Kota Jambi yang memiliki izin menjual minol.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, Komari akan konsultasikan hal ini kepada Kementrian Perdagangan. Sebab, jika sudah tidak ada lagi distributor utama penjualan minol, maka bisa diartikan bahwa minol yang beredar adalah illegal.

“Persoalannya sekarang ini distributornya tidak lagi memperpanjang izin. Selama ini kan di suplay oleh Astana, tapi sekarang Astana tidak bisa lagi suplay di Jambi. Jadi kami Disperindag bersama DPMPTSP akan konsultasikan masalah ini ke Kementrian dulu. Bagaimana nanti jalan keluarnya. Sebab yang memberikan izin adalah Kementrian langsung,” kata Komari.

Komari mengatakan saat ini memang ada distributor minol yang sedang mengajukan izin di Kota Jambi. Namun izin tersebut belum keluar.

“Masih diproses apakah sesuai dengan persyaratan atau tidak,”ujarnya.

Berdasarkan data, menurutnya ada 30 tempat usaha yang mendapatkan izin menjual minol di Kota Jambi. Namun, Pemkot akan mengecek kembali izin cafe maupun Pub yang menjual minol. Termasuk kerjasama dengan siapa, dan asal sumber minuman beralkohol tersebut. 

“Kita juga sudah mengumpulkan pemilik tempat hiburan yang menjual minol. Dalam rapat, kita meminta mereka untuk memperpanjang izin bagi yang belum dan menekankan agar tidak menjual minol illegal di Kota Jambi,” katanya.

Disperindag Kota Jambi juga akan mengecek kembali izin dan kerjasama pemilik tempat hiburan dengan distributor minol. 

“Kita akan cek kembali izinnya. Kita juga minta tempat hiburan yang belum memperpanjang izin, segera diperpanjang. Kita juga akan cek mereka membeli minolnya dari siapa," katanya.

Kata dia, kalaulah sumbernya tidak ada lagi di Jambi, minuman tersebut dianggap ilegal, dan dia berharap kedepan usaha minuman ini lebih kondusif lagi, jangan sampai menimbulkan riak dengan kondisi yang tidak aman di masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kota Jambi, Muhili mengatakan bahwa Disperindag harus memperjelas hal tersebut. Sebab selama ini  penyuplai Minol di Jambi salah satunya adalah  Astana.  Namun jika Astana sudah tidak bisa menyuplai Minol ke Jambi berarti Minol yang dijual di Jambi illegal.

"Saya pikir ini harus diperjelas, kalau Astana tidak bisa lagi artinya izin rekomendasi yang dikeluarkan itu juga ilegal," katanya.

Muhili mengatakan jika ada penyuplai Minol di Kota Jambi, ia berharap agar distributor tersebut dapat berkontribusi di kota Jambi.

"Kalau ada harus ada kontribusinya, jangan sampai nanti justru daerah lain yang menikmatinya," katanya. 

(AA)

#News1


kenali.co