Pelecehan Seksual: Islam Penjaga Kehormatan Manusia
Oleh : Ulia Niati

Pelecehan Seksual: Islam Penjaga Kehormatan Manusia

Kamis, 19 April 2018 - 23:01:21 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 797

Kenali.co, Tim Opsnal Ditreskrimum Polda Jambi berhasil meringkus seorang pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur (paedofil) di sebuah hotel di Kota Jambi, Menurut Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Anies, pelaku tak hanya sekali saja melakukan aksinya, namun beberapa provinsi di Indonesia. Tersangka Toni yang berusia 28 tahun, warga Pekanbaru ini sudah terlibat kasus Paedofil sebanyak 80 korban di sembilan provinsi di Indonesia” (news.okezone.com 16/3/2018).

Apakah ketidak berdayaan menahan naluri nau’ (seks) menjadi alasan untuk menyalurkan hasrat tersebut? Anak-anak menjadi target para pelaku dalam melakukan aksi bejatnya. Tak hanya anak-anak bahkan dewasa perempuan sekalipun, dan lebih parahnya dengan sesama jenis.

Korban ABG (anak baru gede) berusia 16 tahun, mengaku menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan VN (19) oknum mahasiswa di sebuah institusi di Balikpapan Selatan, korban mengaku dugaan pelecehan seksual sesama jenis itu terjadi sejak 25 juni 2017 dikamar asrama putra institut tersebut. (Tribunnews.com 1/1/2018)

Menurut Komnas Perempuan, pelecehan seksual merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik maupun non fisik, yang menyasar pada bagian tubuh atau seksual seseorang. Tindakan ini termasuk siulan, main mata, komentar atau ucapan bernuansa seksual, mempertunjukkan materi-materi pornografi dan keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat yang bersifat seksual sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan, tersinggung, merasa direndahakan martabatnya, dan mungkin hingga menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan jiwa.

 

Pelecehan Seksual Akibat Ide Sekulerisme

Bukan hanya sekali saja terjadi kasus pelecehan seksual ini, baik itu terhadap anak-anak, perempuan bahkan sesama jenis. Setiap tahunnya tak luput dari pemberitaan pencabulan pelecehan dan hal yang serupa. Berdasarkan catatan tahunan 2017 yang dipublikasi Komnas Perempuan, terdapat 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di seluruh Indonesia. Di ranah kekerasan dalam rumah tangga/relasi personal, pemerkosaan menempati posisi tertinggi sebanyak 1.389 kasus, diikuti pencabulan sebanyak 1.266 kasus. Di ranah komunitas, kekerasan seksual masih menempati peringkat pertama sebanyak 2.290 kasus. Bagaimana dengan kasus di tahun sebelum-sebelumnya?  Bahkan data tersebut data yang tercatat melakukan pelaporan secara hukum, belum termasuk kasus yang tidak dilaporkan oleh pihak keluarga maupun korban itu sendiri, tentunya ini suatu jumlah yang mengejutkan.

Kasus ini tentu membuat khawatir bagi orang tua terhadap anaknya dan tentunya terhadap individu masing-masing. Pemerintah dinilai kurang perhatian dalam memberi perlindungan terhadap perempuan baik ruang publik maupun dalam hukuman yang di terapkan. Hukuman yang diterapkan pun tidak membuat para oknum jera malah muncul oknum-oknum lain yang ikut berkeliaran.

Bagaimana tidak, data pelecehan seksual pun menbludak seperti itu. Ya wajar saja pelecehan seksual itu mampu mencapai angka tersebut karena ranah kehidupan sudah diberikan fasilitas untuk kearah sana. Contoh saja perempuan memiliki hak ingin menggunakan pakaian apapun di manapun? Rok mini kah? Celana pedek? Atau memilih untuk menutup hal yang berharga di dirinya. Jika ada yang melarang menggunakan rok mini atau semacamnya langsung berdalih ini HAM (hak asasi manusia), hak-hak saya ingin menggunakan pakaian apa toh yang pakai saya, bukan urusan kamu, kamu saja pikirannya porno. Bahkan seorang muslimah pun ikut mengkempanyekan hal serupa itu. Padahal jelas pakaian seorang muslimah seperti apa yang pantas dikenakan oleh seorang wanita lihat (Qs An nur:31 dan Qs. Al-Ahzab 59).

Ya ada peran ide sekulerisme, dimana ide ini dijadikannya sebagai asas hampir seluruh sistem saat ini termasuk pula negeri-negeri muslimin. Dari ide sekularisme muncullah ide-ide lain yang menuntut kebebasan di banyak lini. Sehingga negeri-negeri muslim ikut dalam berkontribusi dalam membuat umat jauh bahkan lupa terhadap islam. Padahal islam begitu menjaga perempuan dan penjaga kehormatan manusia.

 

Islam menjaga Kehormatan Manusia

Islam itu sistem kehidupan yang dapat selaras dengan fitrah manusia. Islam hadir pun untuk memberikan jawaban dari berbagai persoalan kehidupan manusia. Seperti pelecehan seksual, islam mengatur ranah dalam berpakaian, dalam bertingkah laku bahkan hukumannya langsung jelas. Islam merupakan sistem kehidupan begitu sempurna mampu menjaga kehormatan manusia.

Dalam hukumannya saja islam begitu tegas. seperti zina hukumannya di rajam di depan umum hingga meninggal jika sudah menikah ada pula dicambuk seratus kali dan diasingkan jika belum menikah, sehingga oknum lain akan jera dan tidak ada kasus serupa yang akan muncul.

Dalam sejarah Islam pun membuktikan, ketika pada masa khalifah al-Mu’tashim Billah, ada seorang wanita jauh dari kota Amuriyah [sebuah kota di turki] dilecehkan dan ditawan oleh tentara romawi dan ia berteriak memanggil khalifah “wahai mu’tashim”, setelah itu terdengarlah oleh khalifah. Ia pun segera menunggang kudanya dan membawa bala tentara untuk menyelamatkan wanita tersebut serta menaklukkan kota tempat wanita itu ditawan, setelah berhasil menyelamatkan wanita tersebut al-Mu’tashim mengatakan, “kupenuhi seruanmu, wahai wanita”.

Bukan hanya itu dalam peradaban Islam kehormatan manusia begitu dijaga, dari sejarah al-Mu’tashim Billah Islam menjaga kehormatan manusia sesegera mungkin, saat itu hanya satu orang yang dilecehkan, langsung seruannya terpenuhi oleh khalifah, namun apa yang terjadi sekarang? Data pelecehan kian meningkat namun dimana sosok al-Mu’tashim Billah saat ini? Ya al-Mu’tashim Billah akan muncul kembali dengan diterapnya islam secara sempurna. Dalam islam kehormatan manusia dan pengaturan perempuan kian sempurna namun hanya dapat diterapkan bila ada wadah yang tegas menyingkirkan bahkan membuang ide sekularisme dan mengambil serta diterapkan aturan yang berasal dari Allah yaitu Al-Quran serta sunnah Rasul sebagai dasar ide dalam penerapan sistem. Ya sistem khilafah Islam ‘ala minhaj an-nubuwwah maka kemaslahatan manusia, kesejahteraan, kehormatan manusia akan terwujud bahkan akan diberkahi pula oleh Allah Subhanahu Wata’ala dari bumi dan langit untuk penduduk negeri selama aturan Islam kaffah yang diterapkan. [Wallahu’alam bisshawab]

*Penulis adalah Mahasiswi Prodi Sistem Informasi Universitas Jambi dan Anggota Komunitas Mahasiswi Jambi Menulis

#News1


kenali.co