PILKADA BERADAB (Bersatu, Aman, Damai, dan Bermartabat)

PILKADA BERADAB (Bersatu, Aman, Damai, dan Bermartabat)

Minggu, 15 April 2018 - 05:30:05 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 132

BERSATU

Sebagai Bangsa Indonesia, kita telah bersepakat bahwa Panca Sila sebagai falsafah kehidupan Bangsa. Sila ketiga, ‘Persatuan Indonesia’ adalah landasan kokoh yang telah mempersatukan segala bentuk perbedaan yang kita miliki. Perbedaan-perbedaan yang ada telah diikat erat oleh kata ‘persatuan’ sehingga tidak boleh ada perpecahan diantara kita apa pun alasannya. Perbedaan pilihan politik tidak boleh dijadikan alasan untuk bercerai-berai. Justru sebaliknya, perbedaan pilihan politik pada pilkada adalah cara tepat untuk menentukan pemimpin yang berkualitas demi persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

AMAN
Pilkada adalah salah satu cara yang ditempuh untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas secara demokratis. Maka prosesnya harus dilalui dengan tenang tanpa gangguan apa pun. Dengan kondisi yang amanlah kemudian masyarakat dapat menentukan pilihan-pilihan politik mereka dengan sehat dan cerdas tanpa tekanan dari pihak mana pun. Masyarakat dapat menyalurkan aspirasi dengan sadar dan bertanggung jawab. Maka dari itu, rasa aman tidak boleh diserahkan hanya kepada pihak keamanan seperti POLRI dan TNI saja tapi harus diciptakan dan dijaga oleh masyarakat itu sendiri. Setiap insan siap dan bersedia menjaga keamanan negeri ini sesuai peran dan kapasitasnya masing-masing.

DAMAI
Saling asah, asih, dan asuh sesama anak bangsa adalah bentuk nyata dari rasa damai yang tercipta. Bergandengan tangan dengan penuh persahabatan dan kekeluargaan akan melahirkan ketenteraman dalam memaknai segala bentuk perbedaan, termasuk perbedaan pilihan politik dalam pilkada. Berpelukan dan saling berangkulan akan pula menciptakan rasa persaudaraan yang kuat sehingga segala bentuk rong-rong dan provokasi akan dapat dihalau dengan baik. Negeri ini jauh dari kata permusuhan.  

BERMARTABAT
Masyarakat harus bersama-sama menolak segala bentuk kejahatan pilkada berupa politik uang (money politic), kampanye hitam (black campaign), penyebaran berita bohong (hoax), ujaran kebencian, politisasi SARA, dan lain sebagainya. Tindakan-tindakan ini hanya akan dilakukan oleh orang-orang yang tidak bermartabat. Demokrasi bangsa ini harus dibangun dengan sehat dan beradab. Semua orang wajib menjaga nilai-nilai moral, norma agama, kesantunan, adat isti-adat dan hukum yang berlaku. Itulah bentuk nyata dari martabat bangsa ini. Masyarakat yang bermartabatlah yang akan menciptakan pilkada yang bermartabat pula. Maka sudah saatnya masyarakat menyatakan perang terhadap segala bentuk kejahatan tersebut. 

***
Disampaikan pada Aksi Simpatik Pilkada BERADAB, 15 April 2018
Car Free Day Lapangan Kantor Gubernur Jambi

#News1


kenali.co