Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK): Lebih dari Sekedar Nilai
*ilustrasi
Oleh: Ulia Niati

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK): Lebih dari Sekedar Nilai

Selasa, 10 April 2018 - 23:41:49 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 897

Kenali.co, UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) sudah tercium aromanya, Bulan April 2018 menjadi awal mula ujian nasional bagi pelajar terutama para pelajar SMA sederajat yang baru mulai mengikuti ujian tersebut, dimana para pelajar SMK sudah mulai di minggu lalu dan akan dilanjutkan setelah ini tingkat SMP sederajat pada 26 April 2018. UN (Ujian Nasional) tetap menjadi kontroversi dalam pelaksanaannya.

UNBK bahkan menjadi topik menarik untuk dibahas dan diperbincangkan di media baik online maupun offline, baik cetak maupun elektronik. Ujian nasional menjadi event pelaksanaan evaluasi pembelajaran di dunia pendidikan. Meskipun Ujian Nasional tidak menjadi satu-satunya penentu kelulusan namun kenyataannya tetap menjadi momok yang mengerikan bagi peserta didik, orang tua, sekolah pemerintah daerah maupun pusat. Sehingga peserta didik menjadi harap-harap cemas menanti hasil ujian tersebut.

Peserta didik tentunya ingin mendapatkan nilai yang memuaskan untuk menambah hasrat kebanggaan dalam diri dan juga untuk menunjukkan kepada orang tua dan juga untuk melanjutkan kejenjang selanjutnya yang semakin menantang bahkan jika ingin menjadi mahasiswa pilihan perlu nilai yang tinggi dengan pesaing tentunya juga cukup menantang. Sehingga wajar saja para peserta menginginkan nilai yang memuaskan lagi tinggi.

Meskipun nilai Ujian Nasional tidak lagi menjadi satu-satunya kelulusan tetap saja naluri peserta pendidik ingin memiliki nilai yang terbaik dan tidak ingin ada nilai kecil yang dibawa ke jenjang selanjutnya. Namun juga bermasalah pada peserta didik yang bila di sekolah iya suka-suka dia, buat tugas kadang iya kadang tidak, absen sekolah mulu bahkan sering bolos tentunya akan menjadi tertekan pula pada batinnya untuk harus memiliki nilai yang cukup agar dapat lulus.

Upaya apapun dilakukan demi mendambakan nilai terbaik tersebut, mereka bela-belain untuk bergadang mencari kunci jawaban kemana-mana bukan malah bergadang dan bahkan meraka tidak percaya akan kualitas pembelajaran yang dilakukan selama ini (dibaca : tiga tahun). Meski sudah diterang-terangi dilarang mencontek akan tetap ada pelajar yang kreatif untuk melakukan itu tanpa ketahuan oleh pegawas. Misal mereka bisa meletakan contekan tersebut dengan menyelipkan di roknya, di kalkulator, dicatat di tangan, ditulis sekecil mungkin, ada juga yang saling kode mengkode saat ujian. Seolah-olah ujian itu menentukan segalanya untuk hidup hingga ia menghalalkan segala upaya.

Bahkan gurupun atau pengawas terkadang juga ikut membantu para pelajarnya untuk mendapatkan nilai bagus dalam pelaksanaan ujiannya karena dapat mempengahui nama baik sekolah juga, jika para pelajar nilainya jelek bahkan banyak yang tidak lulus. Sehingga Menteri Pendidikan dan Kebudaynaan Muhadjir Effendy menghimbau para guru dan kepala sekolah agar tidak membantu siswa-siswi SMA/SMK yang menghadapi ujian nasional (UN) mulai senin 3 April 2017 dengan membocorkan soal. (liputan6.com 02 April 2017).

Kekhawatiran kebocoran soal dan tindakan membantu pelajar bisa dilakukan oleh oknum-oknum guru atau pihak sekolah agar pelajar mendapatkan hasil terbaik. Padahal tidak bagus dalam perkembangan karakter anak. Namun sanksi pidana karena membocorkan rahasia negara dan pemecatan dari ASN bisa saja dilakukan, bilamana ada terbukti melakukan tindakan curang tersebut.

“Saya tegaskan kepada para guru, bila membocorkan soal maka itu artinya membocorkan rahasia negara, pidana dan pecat akan diberlakukan bila terbukti. Ini yang dikhawatirkan dan LPMP memantau hal itu di seluruh pelaksanaan UNBK atau ujian di seluruh Kalteng tanpa terkecuali,” ujarnya, ketika berada di kantor Wali Kota Palangka Raya. (sampit.prokal.co 30 Maret 2018)

Bahkan akan ada pula oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk meraup untung sebesar-besarnya dengan menjual soal ujian tersebut, tak peduli benar tidak jalannya, merugikan atau tidak ya siapa yang peduli. Yang penting Uang mengalir ketangan.

 

Jujur itu Ekslusif

Saat ini jujur dalam saat ujian itu sulit untuk ditemukan, yap karena lingkungan pun mendukung untuk melakukan curang padahal jujur merupakan akhlak mulia bahkan menenangkan hati, jujur pun jalan kebaikan yang dapat menghantarkan ke surga. Jadi ya wajar jujur itu ekslusif toh dapat surga-NYA.

Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607) “Tetapi jikalau mereka berlaku jujur pada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad: 21).

“dan barang siapa yang mentaati Allah dan rasul Nya, mereka itu akan dikumpulkan bersama dengan orang orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiiqiin, orang orang yang mati syahid, dan orang orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui”. (QS An Nisaa 69-70) ayat ini pun menjelaskan bahwa orang yang jujur memiliki keutamaan yang besar dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT yaitu dengan mendapat keistimewaan dikumpulkan bersama orang orang yang mulia lagi shaleh di hari kiamat nanti.

“jika engkau ingin dicintai oleh Allah dan rasul Nya maka tunaikanlah jika diberi amanah, jujurlah jika engkau bicara, dan berbuat baiklah terhadap orang orang di sekelilingmu”. (HR Ath Thbrani). Yap Jujur itu inti dari kebaikan hati seseorang sehingga ya wajar jujur itu eklusif karena akan membawa keistimewaan.

Percayalah Allah SWT Maha Melihat atas perbuatan kita yang kita lakukan bahkan malaikatpun mencatat terus tanpa terlenggah sedetikpun. Bahkan yang tengah diincar pun itu suatu perkara dunia saja, cernalah bahwa bahwa kita tengah berada di pemikiran sekulerisme (pemisahan kehidupan dan agama) sehingga yang kita kerja tak lepas hanya materi dunia semata.

Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.( Qs An Nisa:134)

Jujurlah hingga dapat SurgaNya. [Semangat Ujian]

*)  Penulis adalah Anggota Komunitas Mahasiswi Jambi Menulis

#News1


kenali.co