Luar Biasa!!! Kapolres Batanghari Tutup 10 Titik Sumur Illegal Drilling
Kapolres Batanghari AKBP Ade Rahmat Idnal SIK MSi menutup langsung lokasi sumur illegal drilling di wilayah Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Kamis (15/3).

Luar Biasa!!! Kapolres Batanghari Tutup 10 Titik Sumur Illegal Drilling

Kamis, 15 Maret 2018 - 18:58:22 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 368

Kenali.co, MUARA BULIAN - Kepala kepolisian resor (Kapolres) Batanghari AKBP Ade Rahmat Idnal SIK MSi, mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas Illegal Drilling. 

Sedikitnya 10 titik sumur illegal drilling dalam wilayah Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, kembali ditutup Ade. 

Penutupan sumur Illegal drilling berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (15/3). Ade membawa 50 personel gabungan terdiri dari Babinsa dan Kesbangpol menuju lokasi sumur. 

" Lokasi tersebut merupakan lahan warga yang berada tidak jauh dari lokasi wilayah kerja Pertamina dan sebagian berada dalam wilayah Tahura milik Pemkab Batanghari," ungkap Ade didampingi Kasat Reskrim Iptu Dimas Arki Jatipratama SIK. 

Ade menuturkan, penindakan di lokasi sumur-sumur minyak dilakukan dengan cara menyita perangkat atau alat kerja Iligal Driling dari 10 titik (lokasi sumur).

" Diantaranya, pipa besi, pipa pralon, mesin penyedot dan lain-lain," sebutnya. 

Selain menyita perangkat kerja illegal drilling, kata Ade, petugas juga memasang garis polisi (Police line) serta spanduk pemberitahuan larangan illegal drilling. 

" Pada saat penindakan, para pelaku sudah tidak ada ditempat. Hanya beberapa lokasi sumur minyak masih terlihat bekas adanya aktifitas pengeboran yang ditinggalkan oleh para pelaku," sebut perwira dua melati di pundak ini. 

Penutupan sumur illegal drilling berakhir sekitar pukul 12.15 WIB. Untuk diketahui, aktifitas Ilegal Driling di Kecamatan Bajubang akhir 2017 lalu telah ditutup oleh pihak Pertamina.

Selama aksi penutupan, Pertamina mendapatkan pengamanan personil Polres Batanghari, unsur TNI dan Sat Pol PP Pemkab Batanghari.

Aktifitas Ilegal Driling teraebut beroperasi kembali secara diam-diam dan dilakukan oleh para pelaku. Mereka beralasan sumur-sumur minyak sebagian besar berada di lahan kebun pribadi milik masyarakat.

Sementara hasilnya sebagian untuk kepentigan sosial di Desa setempat. Seperti  untuk pembangunan Masjid, bantuan anak sekolah dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. 

Kegiatan Ilegal Driling tersebut diduga melibatkan pemodal dan pelaku mayoritas dari warga masyarakat yang berdekatan dengan lokasi sumur. 

Kelompok masyarakat yang diduga memiliki peranan besar dalam aktivitas itu yaitu warga Kabupaten Musi Bayuasin, Provinsi Sumatera Selatan serta warga sekitar Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

Meskipun lokasi sumur sudah sering dilakukan penutupan, diprediksi bahwa para pelaku akan tetap melakukan kegiatan Ilegal Driling secara sembunyi-sembunyi.

Polres Batanghari memberikan saran agar sumur-sumur minyak di lahan warga, agar dapat diambil alih pihak Pertamina, dengan dasar aturan yang ada. Namun harus ada proses ganti rugi lahan milik masyarakat.

Kemudian saran berikutnya adalah, Pemkab Batanghari agar membentuk BUMD untuk mengelolah lokasi minyak tersebut dan bekerjasama dengan Pertamina dan mengakomodir masyarakat penambang minyak.

(fai) 

#News1


kenali.co