Intens Bangun Smart City, Masyarakat Bisa Lapor Melalui Aplikasi SiKesal
F.ali

Intens Bangun Smart City, Masyarakat Bisa Lapor Melalui Aplikasi SiKesal

Kamis, 15 Maret 2018 - 03:24:03 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 328

Kenali.co, JAMBI - Smart City merupakan pengembangan penerapan dan implementasi teknologi digital atau Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) yang diaplikasikan pada sebuah wilayah atau kota untuk menunjang peningkatan kualitas, efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. 

Konsep membangun Kota Pintar tersebut telah intens dilakukan Pemerintah Kota Jambi sejak tahun 2017 lalu. Pemkot Jambi telah memperbaiki segala sistem mulai dari CCTV, penanaman kabel optik, hingga membangun aplikasi pelayanan baik ditingkat OPD hingga kecamatan, termasuk melaunching Aplikasi Pengaduan Masyarakat Kota Jambi Berbasis Online (SiKesal) yang telah diresmikan oleh Wali Kota Jambi non aktif Syarif Fasha beberapa waktu lalu.

Pemerintah Kota Jambi juga telah membangun Command Centre (Pusat Komando) dengan nama Jambi City Operation Center (JCOC) yang bekerja sama dengan Kementerian Kominfo Republik Indonesia. Kerjasama tersebut dimaksudkan agar semua aplikasi di Kota Jambi  ini akan terpantau di Pusat Komando Kota Jambi. 

Fasilitas Command Center dipasang agar aktivitas sekolah, kantor, kelurahan, perkampungan akan terpantau secara terpusat. Untuk itu pemerintah Kota Jambi berupaya keras menjadikan Kota Jambi sebagai kota yang cerdas dengan langkah yang ditempuh. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Jambi, Nirwan mengatakan, pengembangan Smart City ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang diyakini dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Nirwan mencontohkan, aplikasi SiKesal (Sistem Informasi Keluhan Masyarakat Online) yang merupakan Sistem pengaduan masyarakat. Konsep dari SiKesal sendiri dilatar belakangi oleh adanya keinginan dari pemerintah untuk bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat. Misalnya, disuatu perkampungan ada penumpukan sampah, macet, jalan rusak atau lainnya, masyarakat bisa mengambil momen tersebut dan langsung dilaporkan ke aplikasi Si Kesal. 

"Misalnya, jika ada jalan rusak masyarakat bisa langsung melapor kepada aplikasi SiKesal dan akan diteruskan ke dinas terkait guna dicari penyebab serta solusinya," kata Nirwan pada Forum Group Discussion (FGD) bersama Kemenkominfo di Ruang Utama Kantor Walikota Jambi, Rabu, (14/3).

Ditambahkan Nirwan, sejak aplikasi SiKesal (Sistem Informasi Keluhan Masyarakat Online) di launching pada Desember 2017 lalu masyarakat tampak antusias, setidaknya sudah sekitar 200an pengaduan masyarakat yang masuk. Sebagian besar pengaduan mengenai infrastruktur, jalan, lampu jalan, dan air bersih. 

“Ada beberapa mengenai pelayanan umum, namun yang paling banyak mengenai jalan yang rusak agar diperbaiki,” katanya.

Dikatakan Nirwan bahwa setiap pengaduan yang masuk ke dalam aplikasi SiKesal, maka akan langsung terkoneksi ke OPD masing masing. Agar langsung ditindak lanjuti.

Nirwan mengakui bahwa saat ini belum banyak warga Kota Jambi yang mengetahui cara penggunaan aplikasi SiKesal. Sehingga pihaknya terus mendorong untuk melakukan sosialisasi terhadap aplikasi ini. “Penggunaan aplikasi ini akan terus kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga jika ada hal yang ingin disampaikan kepada pemerintah, bisa langsung akses menggunakan aplikasi ini,” ujarnya.

Dia juga mengatakan Pada 14 Desember 2017 lalu, Pemkot Jambi meluncurkan 14 aplikasi guna menunjang kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi. Ke- 14 aplikasi tersebut merupakan bagian dari mimpi Kota Jambi menuju Smart City. Semua aplikasi tersebut berupa layanan publik berbasis online. Masyarakat juga sudah  bisa mengunduh aplikasi tersebut di playstore android. 

Sebagaimana diketahui, Pemkot Jambi saat ini telah meluncurkan 14 aplikasi guna menunjang kinerja Pemerintah Kota Jambi dan pelayanan publik. Ke- 14 aplikasi tersebut merupakan bagian dari mimpi Kota Jambi menuju Smart City. Semua aplikasi tersebut berupa layanan publik berbasis online. Masyarakat juga sudah  bisa mengunduh aplikasi tersebut di playstore android. 

Aplikasi tersebut diantaranya Digitalisasi Arsip Kepegawaian, Info Tagihan PBB Online, Aplikasi Kota Jambi (Informasi seputar Kota Jambi), E-agenda, Perizinan Online, PPDB Online, Informasi Data ASN, Aplikasi Kliping Digital, Aplikasi PPID (Permohonan Informasi Publik), Aplikasi Dataset (Data Sekretariat), Si Kesal (Sistem Informasi Keluhan Masyarakat Online), Dishub Sign On, Dishub Smart, Si Raja Koja (Sistem Informasi Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Kota Jambi).

Tak hanya itu, Pemkot juga telah membangun Command Centre (Pusat Komando) dengan nama Jambi City Operation Center (JCOC) yang bekerja sama dengan Kementerian Kominfo. Kerjasama tersebut dimaksudkan agar semua aplikasi di Kota Jambi  ini akan terpantau di Pusat Komando Kota Jambi. 

Fasilitas Command Center dipasang agar aktivitas sekolah, kantor, kelurahan, perkampungan akan terpantau secara terpusat. Untuk itu pemerintah Kota Jambi berupaya keras menjadikan Kota Jambi sebagai kota yang cerdas dengan langkah yang ditempuh. 

"Upaya menjadikan Smart City  mengacu alasan kebanyakan orang yang tinggal di kota ialah orang yang cerdas dan pintar," katanya.

Sementara itu menurut Parulian Sitompul, Kepala Balai Pengembangan Manusia dan Penelitian Kementrian Komunikasi memberikan apresiasi yang besar terhadap hadirnya aplikasi Si Kesal di Kota Jambi. Ini sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pihaknya memberikan apresiasi atas adanya aplikasi ini sebagai salah satu indikasi Kota Jambi menuju Smart City. Bahwa pemerintah Kota Jambi saat ini pelayanannya tidak hanya berbasis komputer saja namun juga berbasis teknologi. 

Ia mengatakan, Pemkot Jambi sudah berupaya agar pelayanan benar benar tidak hanya berbasis komputer namun juga teknologi. 

"Ini kita melihat upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan semakin baik,” tambahnya.

Dikatakannya bahwa kedepannya, agar aplikasi tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Program Smart city harus berkelanjutan dan kedepannya aplikasi ini bisa diterapkan untuk bekerjasama dengan beberapa operator dengan aplikasi lainnya.

"Ketika orang buka Si Kesal, terlink dengan beberapa aplikasi lainnya,” pungkasnya.

(Ali)

#News1


kenali.co