Alat Pub di NYX Harus Dibongkar, Pemkot Hanya Beri Teguran
Cafe NYX di Kota Jambi.

Alat Pub di NYX Harus Dibongkar, Pemkot Hanya Beri Teguran

Selasa, 13 Maret 2018 - 20:48:29 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 192

Kenali.co, JAMBI- Setelah garis polisi dicabut, Tim Terpadu yang dibentuk Pemerintah Kota Jambi kembali melakukan rapat guna menindaklanjuti persoalan cafe NYX yang ada di Pasar Kota Jambi. Rapat tersebut digelar di ruang utama kantor Wali Kota Jambi, dan dihadiri oleh management NYX, Selasa (13/03/2018).

Kesimpulan rapat tersebut, pemerintah hanya memberikan teguran, meskipun Cafe tersebut sempat meresahkan masyarakat Jambi dengan tarian striptis. Dalam waktu dekat cafe tersebut akan beroperasi kembali.

Usai rapat Pjs Wali Kota M Fauzi yang ditemui awak media mengatakan cafe NYX memang terindikasi melakukan pelanggaran. Pihaknya sudah memberikan teguran dan meminta pihak management NYX untuk memperbaiki operasional tempat hiburan mereka.

“Izinnya Pub, harus beroperasi sesuai izin yang ada, tidak boleh beroperasi seperti diskotik,” kata Fauzi, usai rapat Selasa (13/03/2018).

Menurutnya, ada dua pelanggaran yang dilanggar cafe NYX, yakni beroperasi layaknya diskotik namun zin mereka hanya PUB, mereka juga melanggar Peraturan Derah karena telah menampilkan tarian striptis.

“Segala fasilitas yang menyimpang dari perizinan segera kita cabut. Kita tidak mau dengan kelengahan kita ini dimanfaatkan. Toleransi hanya sekali, apabila dilakukan lagi, kita  akan menyabut izin mereka,” imbuhnya.

Sanksinya berupa teguran dan management NYX juga diminta memperbaiki peralatan sesuai izinya. “Izinnya PUB tapi isinya diskotik. Kita beri kesempatan dengan pertimbangan-pertimbangan,” ujarnya.

Dikatakannya untuk saat ini cafe tersebut masih tutup sampai tim terpadu melakukan pengecekan ke lapangan.

Ketua FPI Kota Jambi, Ahmad Syukri mengatakan, pihaknya melakukan rapat bersama Pemerintah Kota Jambi untuk membahas masalah administrasi cafe NYX. Hasilnya Pemerintah hanya memberikan teguran berupa SP1.

“Ini sebenyarnya harus ada tindakan tegas lebih daripada SP1,” katanya.

Syukri menyebutkan Perda Kota Jambi dalam hal ini sudah cukup baik, namun penegakan Perda yang dinilai masih belum tegas. “Perda sudah jelas mengatur, tapi penegakan Perda yang tidak tegas. Kejadian ini bisa berulang-ulang karena ketidak tegasan penegakan Perda,” katanya.

Kata Syukri, pihaknya akan terus mengejar pidana yang telah dilakukan NYX. “Pidananya masih berproses. Kita tidak mau hal ini kembali terjadi oleh pengusaha lain,” ujarnya.

Dia juga mengatakan harusnya izin PUB ini dicabut, karena NYX sudah melakukan pelanggaran berat. Jangan sekedar teguran.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, Azrai Al Basyari mengatakan pihaknya dari LAM Kota Jambi juga mengikuti rapat pembahasan masalah tersebut. Memang ada kesepakatan yang sudah ditetapkan bersama.

Menurut LAM, kegitan striptis yang dilakukan di Cafe NYX tersebut sangat bertentangan dengan etika moral adat istiadat Tanah Pilih Pusako Betuah Kota Jambi.

“Siapa yang salah tetap kena hukum,” katanya.

Dikatakannya, untuk masalahnya tarian telanjang, tidak biasa di Kota Jambi, pihaknya juga menolak karena tidak sesuai dengan adat istiadat Tanah Pilih Pusako Betuah. “Ini juga melanggar Perda. Secara adat melanggar etika moral. Fatal ini,” ujarnya.

Kepala DPMTSP Kota Jambi, Fahmi mengatakan, ada 4 kesepakatan dari hasil rapat tim terpadu Pemrintah Kota Jambi, management NYX Karaoke dan PUB diwajibkan membuat pernyataan tidak mengulangi kegiatan tari telanjang (striptis), apabila melakukan hal yang sama makan izin usaha dan operasional akan dicabut, selain itu seluruh peralatan diskotik yang ada di PUB harus dibongkar dan tidak diperkenankan untuk dipergunakan dalam PUB, Operasional NYX dapat dilakukan apabila telah dilakukan pengecekan oleh pihak pemerintah Kota Jambi dan Kepolisian didampingi LAM Kota Jambi dan FPI Kota Jambi.

“Dalam waktu dekat tim akan turun melakukan pengecekan,” kata Fahmi.

Sementara itu, Management Cafe NYX, Husein mengatakan bahwa dengan kejadian ini, pihaknya akan lebih waspada. Terkait dengan ruangan Pub yang dijadikan sebagai diskotik, pihak management akan mengeluarkan peralatan DJ tersebut, dan akan mengikuti instruksi dari pemerintah Kota Jambi.

"Sementara kami belum buka, kami tunggu tindaklanjutnya dari pemerintah," katanya.

Husein mengatakan, pihaknya juga akan mengajukan izin baru. Pihaknya juga menerima keputusan pemerintah atas kejadian tersebut.

"Kami menerima, dan untuk komitmen kedepan kami tidak akan mengulangi, kalau mengulangi siap dicabut izinnya," pungkasnya.

(Ali)

#News1


kenali.co