Arisan Bodong, Korban Berharap Uangnya Kembali
F.ali

Arisan Bodong, Korban Berharap Uangnya Kembali

Jumat, 09 Maret 2018 - 20:41:56 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 334

Kenali.co, JAMBI- Setelah diamankan oleh Kepolisian, korban penipuan arisan online yang dipasarkan oleh pasangan suami istri masih menunggu menunggu proses hukum.

Salah satu korban, Yusri mengatakan bahwa pihaknya menunggu proses hukum di kepolisian. "Soalnya kan sudah masuk ranah hukum," katanya.

Dia menambahkan, sebenarnya keinginan para korban adalah ingin uangnya kembali. 

"Kawan-kawan berharap uangnya di kembalikan," katanya.

Ditambahkannya, apakah korban akan menyita aset milik Marisa dan Adi, dirinya mengatakan hal itu belum dilakukan. 

"Kalau itu belum, karena masih penyidikan sampai sekarang," tambahnya.

Yusri, menambahkan awalnya ikut arisan lelang (online) karena tergiur keuntungan besar. Selain itu, sang ketua merupakan teman dekat istrinya semasa sekolah. 

"Awalnya saya investasi Rp2 juta, saya terima kembali Rp4 juta. Itu kembali dalam waktu sebulan," katanya.

Yusri mengatakan, karena pernah untung dirinya pun berkeinginan menambah besar jumlah investasinya. Hingga akhirnya dirinya menanamkan jumlah investasi sebesar Rp8 juta. Dengan harapan uangnya akan kembali sebesar Rp16 juta. 

"Jadi harapan saya bisa untung Rp8 juta, karena untungnya 100 persen," ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Sutiono menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan investasi yang belum jelas. Dia menyarankan lebih baik masyarakat menampung kelebihan uang kepada pihak perbankan atau koperasi yang sudah jelas, baik secara hukum maupun secara legalitas.

"Jangan mudah tergiur, harus dipastikan dulu jelas tidaknya," katanya.

Dirinya juga menghimbau agar pemerintah terus memantau pergerakan-pergerakan bisnis investasi bodong di kota Jambi. Hal ini agar masyarakat tidak tertipu dengan iming-iming keuntungan yang besar yang akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri.

"Pemerintah harus selalu monitoring agar tidak ada lagi masyarakat yang terkenal tipu," katanya. 

(Ali)

#News1


kenali.co