Tertipu Arisan Lelang, Puluhan Warga Geruduk Pasutri
F.ali

Tertipu Arisan Lelang, Puluhan Warga Geruduk Pasutri

Kamis, 08 Maret 2018 - 21:29:50 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 323

Kenali.co, JAMBI- Malang nian nasib yang menimpa rombongan arisan online yang diketuai oleh Marisa Safitri. Diimingi untung besar, puluhan warga justru malah tertipu dan gagal terima untung. Padahal, pada awal perjanjian, pihak managemen menjanjikan keuntungan sebesar 100 persen dari uang yang telah diinvestasikan. 

Namun, kenyataannya rombongan ini seakan menelan pil pahit lantaran ditipu oleh ketua rombongan tersebut. Para korban pun tak tinggal diam. Mereka menggeruduk rumah pasangan suami istri Adi (25) dan Marisa Safitri (23), yang berada di Perumahan Arta Uli II, RT 26 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Kamis (8/3/2018).

Salah satu korban, Yusri (38) Warga Selincah mengatakan awalnya ikut arisan lelang (online) karena tergiur keuntungan besar. Selain itu, sang ketua merupakan teman dekat istrinya semasa sekolah. 

"Awalnya saya investasi Rp2 juta, saya terima kembali Rp4 juta. Itu kembali dalam waktu sebulan," katanya.

Yusri mengatakan, karena pernah untung dirinya pun berkeinginan menambah besar jumlah investasinya. Hingga akhirnya dirinya menanamkan jumlah investasi sebesar Rp8 juta. Dengan harapan uangnya akan kembali sebesar Rp16 juta. 

"Jadi harapan saya bisa untung Rp8 juta, karena untungnya 100 persen," ujarnya.

Dia menambahkan sudah bergabung dengan arisan online ini sejak bulan Januari 2018. Namun pada bulan Maret 2018 arisan online yang diikutinya ini macet dan tak pernah lagi memberikan untung. Oleh karena itu dirinya mulai curiga dengan sistem investasi tersebut. 

"Karena hal itu pada Senin, (5/3) dirinya mendatangi rumah Marissa guna menanyakan kelanjutan investasi tersebut. Pada pertemuan hari Senin disepakati bahwa hari ini pihaknya bersedia untuk berembuk dengan warga yang ikut arisan. Makanya hari ini kami menggeruduk rumah yang bersangkutan," ujarnya.

Senada dengan Yusri, Dayat yang juga warga Selincah juga tertipu dengan arisan lelang (online) tersebut. Bahkan dirinya bersama dengan keluarganya tertipu sebesar Rp40 juta. 

"Awalnya adik saya yang nawarin, akhirnya kami tergiur sehingga tujuh orang keluarga saya ikut dalam arisan tersebut dengan jumlah investasi mencapai Rp40 juta," katanya.

Hal yang sama juga terjadi pada Imel (24), warga Kebun Kopi. Dia bersama dengan 12 orang keluarganya juga tertipu dengan investasi bodong tersebut. Bahkan jumlah investasi yang telah dimasukkan ke dalam arisan online tersebut sebesar Rp43 juta. Dia mengatakan awal mulanya yang bersangkutan merupakan rekan bisnis make up. Namun lambat laun yang bersangkutan kembali menawarkan arisan lelang dengan keuntungan yang menggiurkan. 

"Awalnya bayar Rp1 juta. Tapi lama kelamaan kami ditawari yang lebih tinggi. Hingga akhirnya kami investasikan Rp43 juta," katanya.

Sementara Angga, Warga Lorong Pipa Mayang mengatakan, pada pertemuan tersebut tidak ada keputusan yang bisa menjamin uang para nasabah akan kembali. Akan tetapi ketua arisan tersebut bersedia pada mediasi itu akan menjual sertifikat tanah seluas 5 tumbuk. 

"Sebagai jaminan yang bersangkutan (Marisa) akan ditahan di Polresta hingga waktu 2 bulan. Kalau tidak juga mengembalikan uang tersebut nantinya pihak kepolisian yang akan mengambil tindakan," katanya.

Angga mengatakan, pada mediasi yang dihadiri oleh pihak kepolisian itu, suami Marissa bersedia ditahan dan berjanji akan mengembalikan uang korban hingga jangka waktu 2 bulan. Berdasarkan pendataan ada sebanyak 60 orang korban dengan jumlah investasi mencapai Rp500 juta. 

Sementara, Ketua Arisan Lelang (online) Marissa Safitri pada mediasi tersebut mengatakan bahwa uang tersebut ada hanya saja belum waktunya menerima. 

"Uangnya adalah tidak kemana-mana hanya saja sistemnya gantian,. Uang itu berputar-putar," katanya singkat. 

(Ali)

#News1


kenali.co