Ketua RTnya Diberhentikan, Warga RT 25 Protes
Ilustrasi

Ketua RTnya Diberhentikan, Warga RT 25 Protes

Senin, 05 Februari 2018 - 21:46:19 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 467

Kenali.co, JAMBI- Warga RT 25 Kelurahan Thehok Kecamatan Jambi Selatan tidak terima atas pemberhentian secara tidak hormat ketua RT mereka oleh lurah Thehok. Pasalnya warga menilai ketua RT mereka masih layak menjadi pemimpin mereka, karena tidak melakukan kesalahan apapun. Oleh karena itu pihaknya ingin mengadukan permasalahan tersebut kepada DPRD kota Jambi, supaya dicarikan solusi. Namun saat mereka tiba di DPRD, komisi 1 yang membidangi permasalahan tersebut sedang tidak berada di tempat dan diterima oleh staf. 

"Masyarakat masih ingin dipimpin oleh Pak Zairi," kata Ketua Rukun Shalawat, RT 25, Agung Supriono, di DPRD Kota Jambi, Senin (5/2/2018).

Dikatakan Agung pemberhentian Zairi sebagai Ketua RT 25 bukan atas persetujuan masyarakat. Melainkan keputusan sepihak dari Kelurahan. Mereka juga tidak mengetahui alasan Lurah memecat Zairi sebagai ketua RT 25.

"Kami tidak tahu apa alasannya Pak Zairi diberhentikan sebagai ketua RT kami. Karena masyarakat masih menginginkan dia jadi ketua RT," katanya.

Dia mengatakan bahwa sebelumnya sudah melakukan rapat bersama dengan warga Kelurahan RT 25. Mereka masih sepakat bahwa Zairi menjabat sebagai ketua RT 25.  Masyarakat sudah menandatangani nota kesepakatan menolak di copotnya Zairi sebagai Ketua RT. 

"Kami melakukan pemilihan ketua RT di tahun 2016 lalu secara demokrasi. Jadi kalau mau memberhentikan harus sesuai dengan Perda yang ada dan sepengetahuan masyarakat," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh warga RT 25 Arif Budiman. Menurutnya sejak diberhentikan krang lebih seminggu yang lalu, banyak warga yang kesulitan dalam mengurus administrasi seperti kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. Selain itu juga masyarakat merasa kesulitan untuk mengadu ketika terjadi permasalahan seperti kematian, gangguan keamanan maupun lainnya. 

"Siapa nanti yang mau tanggung jawab kalau misalnya terjadi keributan atau hal-hal lain," katanya.

Dirinya menilai bahwa saat ini di tempatnya sedang dalam proses penccocokan data pemilih untuk Pilkada serentak Walikota 2018. Namun karena tidak adanya ketua RT, maka proses tersebut tidak berjalan dengan maksimal. Dia mengatakan jumlah warga RT 25 ada sebanyak 1.200 orang. 

"Tidak ada yang mau melakukan pekerjaan tersebut. Karena jumlah warga di RT 25 sangat besar. Kalau seperti ini nantinya warga RT 25 tidak mau ikut Pilkada," katanya.

Menanggapi hal ini Anggota Komisi 1 DPRD Kota Jambi Supranoto mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil pihak-pihak yang berkaitan untuk melakukan mediasi. Sehingga permasalahan tersebut tidak sampai berlarut-larut dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. 

Dia mengatakan aturan tentang ketua RT sudah tertuang didalam Perda Nomor 9 tahun 2016. Di mana pada pasal 13 ayat 2 sudah jelas dibunyikan bahwa pemberhentian ketua RT harus atas dasar kesepakatan musyawarah bersama dengan masyarakat. Pada ayat 1 juga diatur tentang pemberhentian ketua RT salah satunya adalah karena melanggar hukum. 

"Jadi ini nanti akan kita panggil kita akan mediasi supaya tidak terjadi Gejolak di tengah masyarakat," katanya.

Untuk diketahui berdasarkan Surat yang dikeluarkan oleh lurah Thehok Nomor 62 Tahun 2018 tersebut dinyatakan bahwa ketua RT 25 diberhentikan karena adanya Laporan masyaraka.  Ketua RT tersebut dianggap sudah melanggar Perda Nomor 9 tahun 2016 dan perwal nomor 13 tahun 2017, karena tidak menjalankan pelayanan masyarakat dengan baik. Sehingga atas laporan tersebut Lurah thehok mengambil tindakan dengan memberhentikan ketua RT 25. Di dalam surat tersebut juga sudah dijelaskan bahwa pihak kelurahan telah beberapa kali memanggil Zairi untuk dilakukan pembinaan, namun pihaknya tidak pernah mengindahkan hal tersebut.

 (Ali)

#News1


kenali.co