Masyarakat Mengeluh, Harga Beras Melambung Tinggi
F.fji

Masyarakat Mengeluh, Harga Beras Melambung Tinggi

Minggu, 28 Januari 2018 - 20:13:12 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 295

Kenali.co, MERANGIN – Melonjaknya harga beras di beberapa pasar di kota Bangko membuat masyarakat mengeluh. Pasalnya harga beras melonjak secara drastis, kenaikan harga beras ini diungkapkan Hambali (38) warga Kelurahan Pemantang Kandis Bangko.

“ Iya dengan naiknya harga beras akhir-akhir ini, sangat membebani ekonomi keluarga dimana hidup semakin susah karena pengeluaran terlalu besar," Ungkap Hambali.

Hambali juga menjelaskan semua beras baik yang premium maupun beras yang biasa rata-rata mengalami kenaikan mulai dari 500 hingga 700 rupiah per kilogram (Kg).

" Biasanya saya untuk kebutuhan makan semingu kebutuhan beras 20 Kg. Sejak adanya kenaikan harga beras terpaksa dikurangi dengan membeli berbentuk gantangan," Tambah Hambali.

Ia mengharapkan Pemerintah Daerah memberikan solusi kepada masyarakat miskin di Merangin untuk memenuhi kebutuhan pangan

" Saya mohon kepada pemerintah daerah khususnya Bapak Bupati Merangin dan Dinas terkait agar bisa menyelesaikan harga beras jangan sampai naik agar kami masyarakat kecil bisa makan," jelas Hambali dengan kata Harap.

Kenaikan harga beras dibenarkan bebebapa pedagang sembako di Pasar Baru Bangko, salah satunya pedagang beras H. Halim (54) saat berbincang dengan awak media membenarkan adanya kenaikan harga beras baik kualitas premium maupun beras kualitas sedang rata-rata mengalami kenaikan Rp 500 -700/ kg.

“ Kenaikan harga beras sudah sejak dari awal tahun 2018. Mohon kepada pihak pemerintah dan pihak terkait segera menstabilkan harga seperti semula, agar jual beli bisa kembali normal,” Ungkap H.Halim.

Menurut dirinya harga beras premium seperti beras merk Dua Lele, Naruto, Belido, Hello Kitty semula harganya Rp 11.000/kg naik menjadi Rp. 11.500/ kg.

“ Untuk harga beras kualitas sedang yaitu beras dari Kerinci, Padang, Palembang dan Lampung semula harganya Rp. 9.000/kg naik menjadi Rp. 9.700/kg," Tutup H. Halim.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang beras lainnya Alex (37) Dirinya menyampaikan kenaikan harga beras dikarenakan pasokan beras dipasaran berkurang khususnya beras dari kualitas medium sudah sejak awal bulan Januari tidak ada di pasar.

“ Adanya kenaikan harga beras mempengaruhi daya beli masyarakat sehingga mengakibatkan omset penjualan menurun,” Jelas Alek.

Adanya kenaikan harga dan berkurangnya beras kualitas Medium dari Bulog di pasaran dibenarkan Kepala Sub Division Regional Bulog Merangin Bambang Prihatmoko melalui Kasi PP Jendi Anggraeno saat berbincang dengan awak media  menyampaikan untuk Beras Sejahtera (Rastra) tahun 2017 sudah habis masa pendistribusiannya.

Menurut Jendi, untuk pendistribusian Beras Rastra baru saja dilaunching kembali pada Rabu (24/1/2018) yang dilakukan oleh Bupati Merangin Al Haris beberapa hari yang lalu.

Adanya kenaikan harga beras dipasaran karena adanya permintaan yang meningkat. Untuk operasi pasar belum bisa dilakukan karena adanya perubahan mekanisme, yang semula langsung ditangani oleh Satgas sesuai peraturan Menteri Perdagangan yang baru harus lewat Distributor yang ditunjuk.

“Operasi pasar berar sekarang sesuai Peraturan dari Menteri Perdagangan harus melalui Distributor yang ditunjuk dari Jambi,“ jelas Jendi.

Untuk Kabupaten Merangin tahun 2018 masyarakat yang menerima Bantuan Sosial Rastra bagi keluarga kurang mampu melalui Kartu Penerima Manfaat (KPM) berjumlah 14.313 KK dengan jumlah beras 143 ton. 

"Untuk tahun 2018 ada pengurangan jumlah KK yang menerima Rastra, mengalami pengurangan bila dibandingkan tahun 2017 yang menerima sebanyak 14.924 KK," Tutupnya.

(Fji)

#News1


kenali.co