Ngeri! Pulau Ini Dihuni Spesies Ular Paling Mematikan Sejagat, Racunnya Lelehkan Daging Manusia!
Daily Mail

Ngeri! Pulau Ini Dihuni Spesies Ular Paling Mematikan Sejagat, Racunnya Lelehkan Daging Manusia!

Minggu, 21 Januari 2018 - 19:54:05 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 737

Kenali.co, Apakah Anda pernah melihat ular? Ular adalah hewan reptil yang tidak mempunyai kaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik.

Informasi mengenai spesies ular paling mematikan sejagat ada di Brazil. Racunnya bisa lelehkan daging manusia.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, di Brasil terdapat sebuah pulau terlarang. Diketahui pulau itu merupakan rumah bagi ular paling mematikan di dunia. Nama pulau itu adalah Ilha de Queimada Granda atau sering disebut Snake Island. Snake Island terletak di lepas pantai Sao Paolo, Brasil, sekitar 32 km dari ibukota. Luas pulau ini sekitar 430.000 meter persegi.

Dilaporkan, pulau ini dipenuhi oleh 4.000 ular paling mematikan di dunia. Termasuk ular berbisa emas (Bothrops insularis), salah satu ular paling mematikan di dunia karena racunnya bisa melelehkan daging manusia.

Tidak heran, pemerintah Brasil melarang orang untuk berkunjung ke pulau ini. Kecuali untuk beberapa ilmuwan yang diberikan izin untuk mempelajari ular setiap tahun.

Ada banyak rumor tentang betapa menyeramkannya ular-ular di pulau ini. Seperti pada saat ular membunuh burung-burung yang lewat di pulau itu, mereka menggunakan racun yang sangat kuat sehingga bisa membunuh mangsa hampir seketika. Saking kuatnya, bisa ular di pulau ini bisa lima kali lebih kuat dari ular lainnya.

Pada manusia, gigitan dari ular berbisa emas ini memiliki tingkat kematian 7 persen tanpa pengobatan dan sampai 3 persen bahkan masih dengan pengobatan. Racunnya bisa makan daging dan jaringan, membuat mangsa lebih mudah tertelan, sementara neurotoxin membunuh mangsa.

Cerita lain, seorang nelayan diceritakan mengalami insiden mesin perahunya mati. Lalu ia berhenti di pulau itu dan berkelana ke pedalaman. Saat kapalnya akhirnya ditemukan, ia ditemukan tewas di genangan darah dengan dipenuhi gigitan ular. Lalu, seorang penjaga yang menghuni pulau tersebut tinggal bersama keluarganya.

Rumor mengatakan bahwa mereka berlari ketakutan saat ular-ular masuk melalui jendela mereka. Kemudian, mayat keluarga ini ditemukan tersebar di seluruh pulau. Namun, walau pulau ini sangat ini menyeramkan, dalam 15 tahun terakhir populasi ular di pulau tersebut berkurang sebanyak 15%, karena adanya kombinasi antara pengangkatan dan penyakit vegetasi.

Dan saat ini, Union International untuk Conservation of Nature’s Red List memasukkan ular-ular tersebut terdaftar sebagai spesies yang terancam punah. Tapi walau begitu, dengan ribuan ular berbisa yang masih tersisa, pulau ini mungkin masih bukan tujuan liburan yang ideal yah!

(*/tribunnews.com)

#News1


kenali.co