Soal Laporan Bupati Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen, Mantan Kepala BPTSP Bilang Begini
Bupati Batanghari Syahirsah keluar dari ruang Kasat Reskrim Polres Batanghari, Jumat (12/1/2018). Kedatangan Syahirsah untuk melaporkan dugaan pemalsuan dokumen.

Soal Laporan Bupati Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen, Mantan Kepala BPTSP Bilang Begini

Jumat, 19 Januari 2018 - 15:16:53 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 860

Kenali.co, MUARA BULIAN - Laporan Bupati Batanghari Ir H Syahirsah SY terkait dugaan pemalsuan dokumen, Jumat (12/1/2018) pekan lalu, belum bisa di proses pihak Kepolisian Resor Batanghari. 

Penyidik masih menunggu Syahisah melampirkan dokumen asli. Sementara dalam laporannya, Suami Yuninta Asmara hanya melampirkan fotocopy dokumen. 

" Belum resmi diproses, karena masih menunggu bukti dokumen, lagi dicari yang diduga itu," kata Kapolres Batanghari AKBP Ade Rahmat Idnal SIK MSi kepada Kenali.co, Kamis (18/1/2018) usai menghadiri acara di Polsek Muara Bulian. 

Ditanya siapa orang yang dilaporkan Bupati Syahirsah dalam dugaan pemalsuan dokumen? Kapolres menjawab belum tahu siapa yang dilaporkan. Sebab dalam laporan, pelapor tidak mencantumkan nama terlapor. 

" Belum tau yang dilaporkan. Namanya gak ada disebutkan," tutur Kapolres. 

Perwira dua melati dipundak ini menambahkan, Bupati Syahirsah dalam laporan menerangkan hanya pemalsuan tanda tangan. 

" Pemalsuan tanda tangan. Dokumennya, dokumen apa belum bisa dibawa dan ditunjuk oleh bersangkutan," tegas Kapolres. 

Kapolres kembali menegaskan, Bupati Syahirsah saat mendatangi Polres Batanghari tidak membawa dokumen asli. Bupati bahkam masih mencari dimana keberadaan dokumen asli tersebut.  

" Yang bersangkutan sendiri masih mencari dokumennya. Hanya membawa fotocopy. Harus ada dokumen asli. Karena dokumen asli belum dilampirkan dalam laporan," terang Ade. 

" Kalau fotocopy belum bisa kita proses," pungkasnya. 

Dalam laporan itu Bupati Syahirsah menerangkan pada Bulan Desember 2017 diketahui adanya penerbitan Keputusan Bupati Batanghari Nomor : 14 tahun 2011 tentang pemberian Izin Usaha Budidaya Perkebunan (IUP-B) kepada PT Maju Perkasa Sawit tanggal 13 Januari 2011.

Kemudian Keputusan Bupati Batanghari Nomor :15 tahun 2011 tentang pemberian Izin Usaha Budidaya Perkebunan (IUP-B) kepada  PT Jamer Tulen tanggal 13 Januari 2011 dan keputusan Bupati Batanghari Nomor : 16 tahun 2011 tentang pemberian Izin Usaha Budidaya Perkebunan (IUP-B) kepada Koperasi Suku Anak Dalam Sana Mandiri pada tanggal 13 Januari 2011. 

Dalam kurun waktu dari tanggal 13 Januari 2011 Bupati Batanghari (Ir. SYAHIRSYAH)  sampai sekarang tidak pernah menandatangani penerbitan ketiga IUP-B tersebut.

Kepala Badan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) Kabupaten Batanghari 2011 dijabat Erwan SP. Kini BPTSP telah berganti nama menjadi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Batanghari. 

Erwan mengaku tidak mengetahui laporan Bupati Syahirsah menyangkut perizinan pada masa dirinya menjabat. Dia juga menampik terlibat dalam proses pengeluaran izin seperti yang terbunyi dalam laporan Syahirsah. 

" Abang raso laporan tidak mengarah ke abang. Tapi dio (Bupati) meraso tidak menandatangani," kata Erwan dikonfirmasi belum lama ini di kediamannya.

" Abang dak masuk, jadi waktu itu ado Bidang SDA," imbuhnya. 

Erwan mengakui dirinya telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait IUP-B. Ketika itu dirinya tidak bisa menjelaskan secara detail soal Peraturan Bupati (Perbup), pelimpahan dan dasar hukum lain kepada penyidik.

" Jujur abang loss memory, setahun lebih dak baco buku lagi. Kalau sudah bicara aturan, mampu abang jelaskan, tapi dak ado utuh lagi kan," pungkas Erwan. 

Untuk diketahui, dalam laporan dugaan pemalsuan dokumen dengan nomor LP/B-02 / I / 2018/ SPKT RES BATANGHARI Tentang Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUH Pidana, Syahirsah tidak mencantumkan nama terlapor. 

Bupati Syahirsah sampai hari ini juga belum memberikan keterangan resmi kepada media siapa orang yang dilaporkan. Syahirsah kepada sejumlah wartawan mengungkapkan bahwa kedatangan dirinya beserta Tiga pejabat, untuk melaporkan suatu permasalahan kepada polisi. 

" Kamu tanyo penyidik. Yang jelas kamu betul bahwa sayo melaporkan," ungkap Syahirsah di Kantor Bupati Batanghari, Selasa (16/1/2018). 

Ditanya apakah laporannya terkait persoalan perizinan? Bupati menjawab bahwa yang jelas dirinya melaporkan. 

" Pokoknyo sayo melaporkan," jawab Syahirsah seraya menuruni anak tangga menuju mobil. 

Siapa yang dilaporkan hari Jumat itu? Suami Yuninta Asmara ini kembali meminta wartawan untuk bertanya langsung dengan penyidik. 

" Silahkan tanya penyidik langsung," pungkasnya.

(fai)

#News1


kenali.co