Inflasi Provinsi Jambi Tercatat 1,40 Persen pada Desember 2017
Ilustrasi.

Inflasi Provinsi Jambi Tercatat 1,40 Persen pada Desember 2017

Senin, 15 Januari 2018 - 10:15:10 WIB
0 | Kategori: Ekonomi |Dibaca: 177

Kenali.co, JAMBI - Pada Desember 2017, Provinsi Jambi tercatat mengalami inflasi sebesar 1,40% (mtm) atau secara tahunan sebesar 2,83% (yoy). 

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,71% (mtm), dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata inflasi 2 (dua) tahun terakhir sebesar 0,64% (mtm). Pada periode yang sama, Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 1,52% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 2,68% (yoy). 

Rilis Bank Indonesia yang diterima Kenali.co menerangkan bahwa inflasi pada Desember 2017 utamanya disebabkan oleh kenaikan tarif administered price yaitu angkutan udara dan bahan bakar rumah tangga; serta meningkatnya harga komoditas volatile foods yaitu daging ayam ras, cabai merah, ikan nila, telur ayam ras, cabai rawit, beras, dan tomat sayur. Sementara inflasi inti disumbang oleh peningkatan harga tarif pulsa ponsel.

Kondisi yang sama tejadi di Kabupaten Bungo yang mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm) dengan laju inflasi tahunan tercatat sebesar 4,25% (yoy). Inflasi Bungo terutama disebabkan kenaikan harga komoditas volatile food yaitu daging ayam ras, udang basah, jeruk, terong panjang, cabai rawit, ketimun, dan bawang putih. Kelompok administered price yang menyumbang inflasi antara lain angkutan udara dan bahan bakar rumah tangga, sedangkan inflasi inti didorong oleh naiknya harga semen.

Memperhatikan perkembangan harga terkini serta proyeksi kebijakan penetapan harga oleh pemerintah maupun pelaku usaha, inflasi Provinsi Jambi di bulan Januari 2018 diperkirakan akan dipengaruhi oleh meningkatnya harga beberapa komoditas volatile food yang telah mengalami penyesuaian harga, komoditas yang baru masuk periode tanam dan volatilitas pasokan untuk komoditas yang berasal dari luar daerah, sertaadministered price berupa kenaikan tarif cukai rokok per Januari 2018.

Ke depan, beberapa potensi risiko yang dapat menyebabkan tekanan inflasi lebih tinggi (upside risk) antara lain curah hujan dengan intensitas tinggi yang dapat mengganggu produksi, distribusi tanaman pangan dan hortikultura serta periode tahun ajaran baru sekolah.

Inflasi pada Triwulan I-2018 diperkirakan akan dipengaruhi oleh meningkatnya harga komoditas volatile food yang masih dalam musim tanam untuk beberapa komoditas pangan dan hortikultura serta meningkatnya biaya produksi. Selain itu komoditas administered price diperkirakan juga menjadi penyumbang inflasi dipengaruhi oleh penyesuaian tarif cukai rokok.

TPID Provinsi Jambi bersama TPID Kabupaten/Kota senantiasa meningkatkan koordinasi dalam rangka peningkatan kualitas program kerja pengendalian inflasi daerah. Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan evaluasi program pengendalian inflasi tahun 2017, telah dilakukan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia sekaligus High Level Meeting TPID se-Provinsi Jambi pada 21 Desember 2017. Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Gubernur Jambi yang sekaligus menjadi salah satu narasumber dalam sesi diskusi terkait pengendalian inflasi dan pengembangan perekonomian Provinsi Jambi ke depan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen TPID Provinsi Jambi dan Kabupaten/Kota  untuk menciptakan program inovatif pengendalian inflasi mengacu pada framework pengendalian inflasi serta roadmap yang telah ditetapkan.

(*/humas bi)

#News1


kenali.co