Pilkada Kerinci Dinilai Paling Rawan, Zola Anggap Penilaian Ini tak Adil
Zumi Zola

Pilkada Kerinci Dinilai Paling Rawan, Zola Anggap Penilaian Ini tak Adil

Senin, 01 Januari 2018 - 14:58:31 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 262

Zola : “Sungguh tidak adil bila ada pihak langsung dicap seperti itu, mereka saudara kita, tak boleh seperti itu,”

Kenali.co, JAMBI- Tahun 2018 merupakan tahun politik, pesta demokrasi untuk memilih kepala derah di Provinsi Jambi ini akan di gelar oleh Kota Jambi, Merangin dan Kerinci.

Seperti apa kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi menghadapi momentum Pilkada di tahun 2018 ini yang di nilai sebagian kalangan akan sangat menentukkan pengambilan keputusan-keputusan politis pada pemilihan Gubernur Jambi pada tahun 2021 mendatang.

Di konfirmasi usai menghadiri Istigosah bersama masyarakat Jambi di lapangan kantor Gubernur jelang malam pergantian tahun 2017 (31/12), Gubernur Jambi, Zumi Zola mengatakan, tahun politik 2018 merupakan pesta demokrasi, menurutnya, semuanya harus di mulai dan niatkan dengan baik.

“Niatnya lebih dahulu, tahun politik 2018 merupakan pesta demokrasi, pesta itu adalah positif, niatkan dengan baik, lakukan dengan baik, Insya Allah hasilnya baik,” katanya.

Zola yang juga Ketua DPW PAN Provinsi Jambi ini melanjutkan, terlepas siapapun yang di usung sebagai kandidat oleh partai politik (parpol) tentunya untuk kebaikan masyarakat.

“Kita bersikap positif saja, kita berdoa mudah-mudahan di tahun 2018 Pilkada di Kota Jambi, Merangin serta Kerinci dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Tentunya ini menjadi tanggung jawab semua, bukan hanya pemerintah dan kepolisian saja, tetapi juga para calon dan tim suksesnya, ayo kita jaga jambi ini tetap kondusif,” ujarnya.

Bagaimana dengan hasil rilis Bawaslu RI yang menempatkan Kerinci di peringkat 9 secara nasional di aspek kerawanan Pilkada, seperti apa Pemrov memandang hal ini ? Zola mengaku hal ini sungguh tidak adil saat sebuah pihak langsung di cap seperti itu.

“Sungguh tidak adil kalau ada pihak yang langsung di cap seperti itu, karena di kerinci itu saudara-saudara kita lho, tak boleh seperti itu,” katanya.

Zola menambahkan peristiwa yang telah berlalu harus di sudahi dan di jadikan pelajaran, menurutnya, jangan ada yang membuat kesan Pilkada Kerinci akan berjalan tak kondusif.

“Yang berlalu ya sudah, anggap jadi pelajaran. Jangan membuat kesan Kerinci pasti Pilkadanya tak kondusif, jangan seperti itu, tak baik seperti itu,” tandas Zola.

Seperti diberitakan sebelumnya, menempati posisi ke-9 secara nasional, Bawaslu RI menyatakan, Kabupaten Kerinci menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan yang tinggi pada pelasksanaan Pilkada serentak 2018 mendatang.

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi mengatakan, belum lama ini Bawaslu RI telah merilis Indeks Kerawanan Pemilukada 2018, hasilnya, dari tiga dimensi yang di ukur yaitu partisipasi, kontestasi dan penyelenggaraan, kabupaten Kerinci ditempatkan sebagai daerah dengan tingkat kerawanan yang tinggi menempati urutan ke 9 secara nasional dengan skor 3,71 dari 171 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada 2018 mendatang.

“Adapun dua daerah lainnya, Merangin ada di ururatn 65, sementara kota jambi ada di urutan ke 89 dengan skor 1,83,” kata Asnawi.

Asnawi melanjutkan, data-data ini selayaknya di jadikan bahan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan, untuk dicarikan cara mengantisipasinya agar pada pelaksanaan nantinya semua kerawanan itu tidak terbukti.

“Data-data ini sudah seharusnya di jadikan bahan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan, untuk di cari cara mengantisipasinya, agar pada saat pelaksanaan Pilkada nantinya semua kerawanan itu tidak terbukti,” tandas Asnawi. 

(Fay)

#News1


kenali.co