Pernikahan Melalui Media Elektronik, Bolehkah? Simak Desertasi Mahasiswa UIN Ini
Mahasiswa Program Studi Fiqh Modern, Pascsarjana UIN Ar-Raniry, Edi Suwanto MPd, mempertahankan disertasi dengan judul “Hukum Pernikahan melalui Media Elektronik (Studi Fiqih Kontemporer melalui Pendekatan Isti?l??)”, pada ujian promosi doktor di lantai III Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (27/12/2017). f.istimewa

Pernikahan Melalui Media Elektronik, Bolehkah? Simak Desertasi Mahasiswa UIN Ini

Sabtu, 30 Desember 2017 - 11:17:56 WIB
0 | Kategori: Campus |Dibaca: 202

Kenali.co, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh kembali melahirkan doktor. Doktor yang lahir pada Rabu 27 Desember 2017 atas nama Edi Suwanto, MPd, mahasiswa Program Studi Fiqh Modern.

Ia berhasil mempertahankan disertasi dengan judul “Hukum Pernikahan melalui Media Elektronik (Studi Fiqih Kontemporer melalui Pendekatan Istișlāḥ)”.

“Dalam ujian promosi doktor di lantai III Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Rabu (27/12/2017), Edi Suwanto dinyatakan lulus dengan predikat sangat baik,” tulis staf Humas UIN Ar-Raniry, Teuku Zulkhairi dalam siaran pers yang dikutip dari Serambinews.com, Jumat (29/12/2017).

Promovendus diuji oleh dewan penguji yang diketuai oleh Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA dan Sekretaris Dr. Salam Abdul Muthalib, Lc,. M. Ag.

Dengan anggota Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA., Prof. Dr. A. Hamid Sarong, SH., MH., Prof. Dr. Al Yasa’ Abubakar, MA., Prof. Dr. Rusjdi Ali Muhammad, SH., Prof. Dr. Iskandar Usman, MA (Promotor) dan Prof. Dr. Muslim Ibrahim, MA (Promotor).

Edi Suwanto merupakan pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah yang saat ini menjabat sebagai Kabid. Pendidikan dan Dakwah Yayasan Lajnah Khairiyah Musytarakah Jakarta.

Edi Suwanto lulus sebagai Doktor pada Program Studi Fiqh Modern di Pascasarjana UIN Ar-Raniry dengan nilai kelulusan sangat baik pada usia 40 tahun.

Jenis media

Pada Sidang Terbuka tersebut Edi Suwanto mendeskripsikan tentang disertasinya yang berjudul “Hukum Pernikahan melalui Media Elektronik (Studi Fiqih Kontemporer melalui Pendekatan Istișlāḥ)” sebagai berikut :

Proses pernikahan jarak jauh melalui media komunikasi elektronik. Begitu pula menguraikan media-media elektronik yang dipergunakan untuk melangsungkan pernikahan, agar diketahui bahwa pernikahan tersebut sah memenuhi persyaratan.

Lalu memahami hukum pernikahan jarak jauh melalui media elektronik dengan metode istiṣlaḥ.

Bahwa temuan dari hasil penelitian adalah pertama, proses pernikahan jarak jauh melalui media elektronik diselenggarakan dengan menggunakan peralatan komunikasi jarak jauh, yang keberadaan para pihak yang terlibat di lokasi yang berbeda pada jarak yang jauh.

Kedua, media-media elektronik yang dapat dijadikan sarana untuk melangsungkan pernikahan jarak jauh adalah setiap peralatan komunikasi yang dapat menjangkau daerah yang jauh, baik melalui jaringan telepon, handphone, maupun internet.

Adapun handy talky tidak boleh dipergunakan untuk melangsungkan pernikahan jarak jauh karena dekatnya jarak jangkau, yang berarti tidak terpenuhinya syarat.

Hukum menikah melalui media elektronik adalah sah dengan syarat memenuhi ketentuan. Yaitu, harus memiliki alasan yang kuat dalam melangsungkan pernikahan jarak jauh menggunakan media elektronik, adanya saksi, pernikahan dilangsungkan di kantor pemerintah yang memiliki wewenang melangsungkan pernikahan atau hadirnya pihak yang berwenang.

(Sumber: Serambinews.com)

#News1


kenali.co