Tahun Depan Anggaran Disparbupora Berkurang Rp 500 Juta
F.sau

Tahun Depan Anggaran Disparbupora Berkurang Rp 500 Juta

Minggu, 10 Desember 2017 - 20:06:53 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 186

Kenali.co, KERINCI -Kabupaten Kerinci yang merupakan daerah paling Barat Provinsi Jambi, cukup banyak memiliki potensi wisata.  Potensi wisata tersebut perlu dikembangkan dan dipromosikan dan diberengi dengan alokasi anggaran.

Namun sayangnya pada tahun 2018 mendatang alokasi Anggaran untuk Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) kabupaten Kerinci berkurang dari tahun 2017 ini. 

Kepala Disparbudpora Kerinci,  Ardinal,  saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa pihak terus melakukan pengembangan pariwisata dalam kabupaten Kerinci,  apalagi Kerinci juga sudah ditetapkan sebagai Branding Pariwisata Provinsi Jambi. 

Dia menyebutkan untuk pengembangan dan perbaikan infrastrutur objek wisata tersebut dilepas dari anggaran. Tapi alokasi anggaran tahun depan untuk Disparbudpora menurun sekitar Rp 500 juta dibandingkan dengan tahun 2017 ini.

"Anggaran masuk Rp 9 M itu untuk semuanya, kalau 2017 sekitar Rp 9,5 M, anggaran itu untuk Seluruh kegiatan, termasuk pengembagan wisata," jelasnya. 

Dia menjelaskan berkurangnya Anggaran tersebut disebabkan, karena Anggaran seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terjadi devisit pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kerinci 2018 mendatang.  

"Seluruhnya berkurang,  karena kita terjadi devisit anggaran," sebutnya

Dia menambahkan,  untuk tahun 2017 ini,  anggaran untuk pengembangan wisata sekitar Rp 3,5 Milyar. Dimana lokasi pengembangan seperti Air Terjun Telun Berasap,  Aroma Pecco, Danau Kerinci. 

"Kalau Air panas semurup tinggal di finalisasi oleh kantor PUPR, nantinya dikembangkan dengan bentuk srsuai desain, sehingga menjadi objek tervaforit di Kerinci," ujarnya. 

Sedangkan untuk target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Diparbudpora dari seluruh Wisata Kabupaten Kerinci, Ardinal menyebutkan,  hingga awal Desember 2017 sekitar 80 persen atau Rp 670 Juta. 

"Tahun depan PAD kita naik lagi yaitu Rp 680 juta, karena sumber PAD yang terbesar dari objek wisata,"tandasnya.

(Sau)

#News1


kenali.co