Pemkab Batanghari Libatkan TNI-Polri. Pantau Harga Pangan Selama Ramadan

Pemkab Batanghari Libatkan TNI-Polri. Pantau Harga Pangan Selama Ramadan

Senin, 29 Mei 2017 - 21:59:53 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 318

Kenali.co, MUARA BULIAN -  Pemerintah Kabupaten Batanghari tengah mengupayakan tidak ada lonjakan harga pangan selama Ramadan dan Idul Fitri nanti. Untuk mengatasi hal tersebut, Bupati Batanghari Ir. H. Syahirsah SY akan melibatkan TNI dan Polri untuk memantau harga pangan di setiap pasar.

Hal ini dilakukan berdasarkan rapat koordinasi Forkopinda Provinsi Jambi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli S.TP, MA beberapa waktu lalu. Menindak lanjuti hasil rapat tersebut, Bupati Batanghari dalam waktu dekat ini akan membuat surat tugas bagi Dinas terkait yang melibatkan TNI dan pihak kepolisian Polres Batanghari.

Tim tersebut nantinya akan memantau harga pangan di pasar-pasar tradisional yang tersebar di wilayah Kabupaten Batanghari. Sehingga tidak ada lagi pedagang-pedagang yang nakal dan memainkan harga selama Bulan Suci Ramadan tahun ini.

Bupati Batanghari Syahirsah SY mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Batanghari bersama TNI dan pihak kepolisian akan bekerjasama untuk terus memantau harga pangan selama Ramadan tahun ini. 

" Sesuai Instruksi Pak Gubernur, kita akan bentuk tim ketahanan pangan, dengan melibatkan TNI dan Polri,” kata Bupati.

Bupati juga menekankan kepada dinas terkait bersama TNI dan pihak kepolisian untuk turun langsung kelapangan untuk melakukan monitoring terhadap harga pangan dipasar. Sehingga tidak ada lagi alasan para pedagang untuk menaikkan harga pangan selama Ramadan ini. 

" Jadi jangan ada lagi pedagang yang menaikkan harga seenaknya, nanti yang sidak itu bukan saya, tapi dinas terkait bersama TNI dan pihak kepolisian,” ungkapnya.

Selanjutnya Bupati Syahirsah menjelaskan, peran pihak terakit sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan harga pangan terutama menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti. Karena stabilnya harga pangan pada beberapa pasar tradisional membuat inflasi terkendali. 

" Tidak ada lagi alasan, kalau mereka bilang belinya mahal, cek dimana mereka beli barang tersebut. Jadi tidak ada alasan mau naikkan harga karena bulan puasa,” jelasnya.

Bupati menambahkan, peran pemerintah juga diperlukan dalam menekan harga barang, agar tidak terjadi kelonjakan ataupun sampai melambung tinggi. Dirinya juga meminta kepada para petugas untuk menindak tegas jika ada oknum yang melakukan penimbunan. 

" Kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas para pedagang yang nakal, nanti akan kita buat surat tugasnya,” pungkasnya. 

(fai)

#News1


kenali.co