Jelang Ramadhan, Harga Komoditi Melejit

Jelang Ramadhan, Harga Komoditi Melejit

Kamis, 18 Mei 2017 - 09:38:56 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 310

Kenali.co, MUARA BULIAN – Menjelang kedatangan Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriyah, berbagai jenis komoditas konsumsi di pasar harian dalam wilayah Kabupaten Batanghari dapat dikatakan mulai melonjak naik. Hal ini membuat para pedagangn mengeluh bahkan menjerit.

Kenaikan harga komoditas komsumsi seperti kebutuhan pokok rumah tangga ini terpantau di Pasar Keramat Tinggi Muara Bulian. Seperti cabai merah yang semula hanya seharga Rp. 18.000 hingga Rp. 20.000 per Kilo gram (Kg), kini mengalami kenaikan hingga Rp. 30.000 per kilogram.

Tidak hanya cabai merah, kenaikan juga terjadi pada harga bawang merah yang semula seharga Rp. 16.000/Kg menjadi Rp. 25.000 dan bawang putih yang mengalami kenaikan harga dua kali lipat semula bisa dibeli dengan harga Rp.20.000-an, kini menjafi sekitar Rp. 48.000/Kg. 

Sementara, untuk komoditas sayuran hampir seluruhnya mengalami kenaikan yang cukup bervariasi. Yakni dari kisaran Rp.500 hingga Rp.5000 perkilogram.

Ida, salah satu pedagang sayuran di Keramat Tinggi saat dikonfirmasi mengatakan, kenaikan tersebut diakibatkan pasokan yang terbatas dan juga akibat minimnya suplai komoditi dari dalam daerah. Karena, hampir semua komoditas yang ada saat ini di dapatkan dari luar daerah.

" Sayuran yang kami dapatkan saat ini, ada yang dari Kabupaten Kerinci, Kota Padang, dan dari daerah Jawa,” kata Ida.

" Sementara untuk daya beli masyarakat sendiri saat ini dapat dikatakan biasa-biasa saja bahkan sempat mengalami penurunan. "kalo daya beli tu biaso be bang, Mungkin kareno getah samo sawit murah ne dak," jelasnya.

Tak hanya pada harga sayuran, dalam satu bulan terakhir harga daging ayam di Pasar Keramat Tingga ini juga mengalami kenaikan. Hal ini mengakibatkan pedagang daging ayam banyak yang merugi. Karena, stok daging ayam mereka tidak habis terjual.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Upik salah satu pedagang ayam. Sejak satu bulan terakhir harga ayam mengalami kenaikan hingga Rp. 30. 000 perkilogram. Akibat kenaikan harga daging ayam ini, hasil dagang mereka mengalami penurunan.

" Banyak dak habis bang. Pembeli juga sepi,” ujarnya.

Upik juga mengatakan sebelumnya hasil dagangannya dalam sehari mampu terjual sekitar 150 Kilo hingga 200 Kilogram perhari. Namun, saat ini hanya dapat terjual sekitar 60 kilogram perhari.

" Abang pikirlah jauh nian kan, biasanya habis sampai 200 kilo. Sekarang Cuma 60 kilogram, itupun sampai sore hari baru habis” ungkapnya.

Tak hanya Upik, namun semua pedagang berharap kepada Pemerintah Kabupaten Batanghari, dengan merosotnya harga jual saat ini, agar pemerintah mampu menstabilkan harga komoditas di pasar harian tersebut.

" Yaa kita berharap Pemerintah dapat membantu para pedagang, setidaknya dapat di stabilkan lah harga jual saat ini,” pungkasnya. 

(fai)

#News1


kenali.co