Mensos Siapkan Strategi Untuk Perlindungan Lansia
Mensos saat menghadiri Acara Puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Senin (15/5).

Mensos Siapkan Strategi Untuk Perlindungan Lansia

Selasa, 16 Mei 2017 - 17:32:18 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 305

Kenali.co, JAMBI- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengingatkan bahwa Indonesia menuju negara dalam kelompok berstruktur lansia (ageing population) sehingga harus disiapkan langkah-langkah strategis untuk antisipasi seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia. 

"Mengutip data dari Badan Pusat Statistik pada 2015 jumlah populasi lansia di Indonesia mencapai 25,48 juta jiwa setara dengan 8,03 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2025  jumlahnya akan mencapai 36 juta jiwa. Ini jumlah yang sangat besar," papar Mensos saat menghadiri Acara Puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Senin kemarin ( 15/5/2017 ).

Data PBB menyebutkan pada 2013 populasi penduduk lansia Indonesia berumur 60 tahun lebih berada pada urutan 108 dari seluruh negara di dunia. Diprediksikan pada 2050 Indonesia akan masuk menjadi 10 besar negara dengan jumlah lansia terbesar.

Peningkatan jumlah lansia, lanjutnya, menunjukkan bahwa usia harapan hidup penduduk di Indonesia semakin tinggi dari tahun ke tahun. Karenanya, Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial melakukan sejumlah upaya untuk memberikan perlindungan sosial kepada lansia. 

Meskipun Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi, tetapi jangan lupa bahwa setiap tahun sekitar 2,3 juta penduduk masuk dalam struktur tua.  

"Dengan struktur penduduk yang mengarah ke struktur tua maka hal-hal yang terkait perlindungan lansia, sarana dan prasarana yang ramah lansia harus disiapkan dari sekarang," katanya. 

Salah satu upaya yang ditempuh adalah disahkannya Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Ramah Lanjut Usia. Dalam peraturan tersebut disebutkan tentang kriteria kawasan ramah lansia dari sisi ruang terbuka dan bangunannya, transportasi ramah lansia, pekerjaan ramah lansia, pelayanan kesehatan, serta perlunya pemda memiliki kebijakan kelanjutusiaan. 

Upaya berikutnya adalah menjaga agar lansia tetap sehat dan bugar di usia senja. Untuk itu, atas seizin Federasi Kung Fu Indonesia maka pada puncak peringatan HLUN 2017 ini Mensos mencanangkan Senam Tai Chi sebagai Senam Sehat Lanjut Usia. Mensos juga menyerahkan 2 set rebana kepada dua kelompok qasidah lansia untuk mendorong lansia tetap efektif dalam keguatan  sosial, spiritual dan ekonomi. 

"Dengan menabuh  rebana diikuti gerakan tangan dan lantunan sholawat dan nasyid maka syaraf motorik mereka bergerak, sensoriknya bergerak, mereka juga menyenandungkan sholawat dan nasyid, maka diharapkan memiliki efek sosial - spiritual, bahkan dapat memberikan efek ekonomi. 

"Mereka merasa martabatnya terangkat dan merasa dihargai karena kelompok qasidah mereka diundang tampil di berbagai acara. Secara ekonomi mereka juga berdaya karena mungkin ada sedikit pemasukan dari setiap mengikuti undangan tampil," kata Mensos bersemangat.  

(abd)

#News1


kenali.co