Tradisi Tidak Sekedar Tempelan Dalam Berkarya

Tradisi Tidak Sekedar Tempelan Dalam Berkarya

Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:59:40 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 392

Kenali.co, Taman Budaya Jambi dan Direktorat Kesenian-Dirjen Kebudayaan kembali bekerjasama mengadakan Workshop Gelar Koreografi Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Teater Arena Taman Budaya Jambi.  Acara yang dilaksanakan tanggal 19-21 Maret tersebut dibuka oleh Ujang Hariadi, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jambi.

Menurut Ujang Hariadi dalam sambutannya, “Bahwa Jambi dengan berbagai kekayaan dan keunikan tariannya, haruslah menjadi sumber penciptaan para koreografer kita. Sehingga tari kita akan semakin maju dalam perkembangan bentuk maupun kualitas karyanya, baik Nasional maupun Internasional”, katanya.

Sementara menurut Kepala Taman Budaya Jambi Dr. Sri Purnama Syam mengatakan, “Kita sangat beruntung mendapat kesempatan yang diberikan oleh Direktorat Kesenian-Dirjen kebudayaan dengan mendatangkan koreografer sekelas Nungki Kusumastuti yang sudah diakui karyanya di Indonesia maupun di luar negeri. Untuk itu kami berharap peserta workshop yang berasal dari kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi dapat dengan serius menimba ilmu dari beliau”, katanya.

Ditemui secara terpisah, Nungki kusumastuti. Perempuan yang dilahirkan di Banda Aceh 59 tahun silam tersebut masih tampak aktif dalam menari. Banyak hal menarik yang disampaikan oleh beliau ketika Jambi One berbincang-bincang dengannya, terutama tentang menempatkan tari tradisi sebagai sumber garapan dalam sebuah karya tari kreasi.

“Jambi ini kaya sekali dengan Tari tradisi. Kami sengaja memilih Jambi sebagai tempat workhshop karena Jambi memang mempunyai potensi besar sebagai basis penciptaan karya tari yang terinspirasi dari gerak tari tradisi yang ada berikut filosofi gerakan tari tersebut”, katanya

“Hanya saja sumber-sumber yang kaya tersebut belum optimal diolah sedemikian rupa dalam bentuk karya. Makanya kami hadir ke Jambi mencoba berdiskusi dan mendiskusikan teknik menempatkan tradisi dalam sebuah karya. Sehingga dalam sebuah karya tari yang diolah, tari tradisi tidak hanya sekedar tempelan disana-sini”, pungkas perempuan yang pernah menjadi nominasi Piala Citra tersebut. ***

(Cekgu)

#News1


kenali.co