Limbah Cemari Lubuk Larangan di Tanjabbar

Limbah Cemari Lubuk Larangan di Tanjabbar

Senin, 30 Januari 2017 - 20:46:51 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 336

Kenali.co, Kuala Tungkal – Kebocoran pengolahan limbah perusahaan di Desa Suban sampai mencemari Lubuk Larangan. Lubuk Larangan sendiri merupakan habibat Ikan Semah yang dilindungi Pemerintah.

Pencemaran lingkungan terjadi di daerah Desa Suban Kecamatan Batang Asam. Pencemaraan sendiri diduga akibat bocornya salah satu ipal pabrik pengolahan minyak kelapa sawit.

Terlebih dampak pencemaran itu sampai masuk ke Lubuk Larangan yang merupakan kawasan yang dilindungi untuk pengembang biakan ikan semah.

“Kalau memang terbukti mencemari lingkungan tentunya akan terkena sanksi tegas. Tapi sebelum hal itu dilakukan kita akan meminta petunjuk juga dari pak Bupati,” ungka Kadarusman Purba, SKM Sekretaris Dinas lingkungan Hidup Tanjab Barat, Senin (30/1).

Apalagi kata Kadarusman, adanya laporan yang mengatakan penampungan limbah Perusahaan jebol. Dan limbah menyebakan kerugian bagi masyarakat. Maka dari itu, pihak DLH akan menidaklanjuti itu.

“Pemerintah akan menindaklanjuti. Apalagi kalau merusak perkebunan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Hj. Ma'rifah, ST, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup.

Dirinya menyebutkan, nanti pihak DLH akan langsung meninjau kelapangan. Apakah memang ada seperti dilaporkan masyarakat.

“Kalau memang benar seperti yang dilaporkan, apakah sungai itu tercemar, kita akan lakukan pengecekan Laboratorium. Apabila hasilnya melewati baku mutu dan ambang batas, disitulah nanti akan ada tindaklanjutnya,” ungkapnya.

Sementara itu juga dalam melakukan uji laboratorium, perlu diketahui akan memakan waktu 20 hari lebih. “Setelah itu kita lakukan kita juga akan mengecek pengolahan limbah Perusahaan seperti apa,” sebutnya.

Sementara itu untuk menjamin keaslian dari sample yang diambil dibeberapa titik, seperti di hulu, tengah dan hilir sungai pihaknya akan melibatkan masyarakat setempat yang terkena dampak pencemaran.

“Kita akan libatkan masyarakat pemerhati lingkungan, masyarakat setempat dan pihak perusahaan,” tukasnya.

Kebocoran pengolahan limbah pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Batang Asam ini telah terjadi sejak Sabtu malam (28/1). Akibatnya, Sungai Penyap dan Lubuk Larangan, Sungai Tantang tercemar.

Hal ini dikemukakan Indra Bayu Sekretaris Desa Suban. Ia menyebutkan, dampak pencemaran limbah sangat dirasakan warga di Desanya. Bagaimana tidak air sungai yang biasa digunakan untuk mencuci terasa gatal bila terkena kulit.

“Ia, kami melihat pengolahan limbah perusahaan itu mengalami kebocoran sejak tadi malam (sabtu,red). Bahkan kebocoran itu dirasakan masyarakat saat mencuci di sungai karena air nya kok terasa gatal,” ungkap Idra Bayu Minggu (29/1)

Indra sendiri berharap pemerintah jangan bergerak cepat dan memberikan tindakan tegas jika memang terbukti sebagai sumber pencemaran lingkungan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan.(*).

(Son)

#News1


kenali.co