Aksi Damai Bela Lafadz Allah, Pemkab Imbau Warga Untuk Tidak Terprovokasi

Aksi Damai Bela Lafadz Allah, Pemkab Imbau Warga Untuk Tidak Terprovokasi

Selasa, 27 Desember 2016 - 18:37:58 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 517

Kenali.co, MUARASABAK – Pemkab Tanjung Jabung Timur menghimbau, agar masyarakat Tanjabtim tidak mudah terprovokasi. Pasca adanya ornament natal, yang beralaskan lafadz Allah di Hotel Novita Jambi. Terlebih saat ini ajakan aksi damai, untuk membela lafadz Allah yang direncakanan digelar hari ini telah menyebar luas.

“Jangan mudah terprovokasi, kita juga belum tahu hal yang sebenarnya terkait masalah ini. Apalagi hal ini telah ditangani pihak kepolisian,” imbuh Wabup H. Robby Nahliansyah, saat mengadakan pertemuan dengan camat, Ormas, dan OKP (27/12).

Begitu juga dengan aksi damai, berupa long march dari Masjid Agung hingga Hotel Novita yang direncanakan digelar hari ini. Aksi damai tersebut dikhwatirkan ditunggangi oknum yang tidak bertanggung jawab, yang akhirnya akan memperkeruh keadaan.

“Tahan diri, dari pada kita ke Jambi lebih baik kita berdoa agar persoalan ini menemui titik terang,” ucapnya.

Namun Wabup menyadari aksi damai tersebut merupakan hak setiap orang, dimana dalam hal ini Pemkab tidak bisa melarang hal tersebut. Namun dalam hal ini terang Wabup, Pemkab memiliki kewenangan untuk menjaga stabilitas.

“Kalau dalam hal ini Pemkab melarang itu salah, dalam hal ini Pemkab hanya memberikan himbauan. Karena kami takut terjadi hal yang tidak diinginkan, bahkan dikhwatirkan terjadi gesekan dan malah memperuncing masalah,” katanya.

Dari hasil pertemuan antara Pemkab, ormas, dan OKP yang ada di Tanjabtim tersebut. Diambil kesepakatan untuk tidak turut serta dalam aksi damai tersebut. Kemudian mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, ormas dan OKP yang ada meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus yang terjadi di Novotel Jambi.

“Sebagai umat islam tentu amarah kita terbakar, dengan adanya kejadian ini. Karenanya agar persoalan ini tidak berlarut-larut, yang dikhwatirkan akan menimbulkan persoalan baru. Kita meminta pihak kepolisian untuk secepatnya mengusut tuntas kasus ini,” ujar Krismanto, salah seorang pemerhati kebijakan hukum di Tanjabtim.

(zal)

 

#News1


kenali.co