Mahdan Minta Tarik Buku Penjaskes Berbau Pornografi

Mahdan Minta Tarik Buku Penjaskes Berbau Pornografi

Selasa, 13 Desember 2016 - 18:19:18 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 506

Kenali.co, MUARA BULIAN - Buku Pelajaran Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) berbau pornografi yang di pergunakan siswa/siswi kelas V Sekolah Dasar (SD) 35, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Pemayung, mengundang kerisauan di kalangan Wali Murid.

Kondisi ini pun turut mendapat tanggapan serius oleh Ketua DPRD Batanghari, M Mahdan. Dirinya menyatakan, agar buku pelajaran tersebut segera di tarik dari peredaran, pasalnya di khawatirkan akan menimbulkan dampak negatif bagi siswa.

“Bagi saya kalau memang benar ada buku pelajaran yang mempelajari soal itu sangatlah tidak wajar dan jika bertentangan dengan kurikilum yangg ada harus segera di tarik," kata Mahdan dijumpai diruang Komisi III DPRD Batanghari Selasa, (13/12).

Mahdan pun berpendapat, untuk anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) belum begitu pantas dan layak untuk mendapatkan pembelajaran terkait ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan organ vital tubuh manusia.

"Kalau secara tertulis kita kurang sepakat. Apo lagi untuk buku tersebut dperuntukan bagi anak SD," pungkas M Mahdan.

Seperti diketahui, buku Penjaskes yang diperuntuhkan untuk kelas V SD di salah satu sekolah dasar di Batanghari memicu kehebohan bagi sebagian wali murid. Buku ini heboh lantaran dalam isinya ada kata-kata berbau pornograpi.

Salah seorang Wali Murid Zainul, warga RT 02 Desa Tebing Tinggi Kecamatan Pemayung, menyesalkan dengan diterbitkannya buku pelajaran tersebut.

Ia pun berharap agar buku pelajaran yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2010 segera ditarik dari peredaran.

"Iyo Bang, banyak kato-kato yang dak pantas, seperti remaja barat melakukan hubungan pranikah, bahkan gonta ganti pasangan free seks adalah hal biasa, Kehamilan dan Akibatnya, pengguguran Kandungan dan pembunuhan Bayi, pelecehan seksual. Kalau ini dak cepat ditarik takut menimbulkan hal yang negatif Bang," jelasnya.

Bahkan, ia menilai pelajaran yang berkaitan dengan organ vital tubuh manusia hingga pembahasan soal hubungan orang dewasa belum begitu pantas diberikan pembelajarannya kepada anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

"Saya rasa anak kelas V SD akan sulit memahaminya, apalagi sekarang anak SD sudah bisa buka internet, takutnya dia mencari arti-arti kata yang tidak wajar dan belum layak dikonsumsi anak-anak," ujar Zainul.

(fai)

#News1


kenali.co