BI Optimistis Inflasi 2016 Sesuai Target
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo

BI Optimistis Inflasi 2016 Sesuai Target

Selasa, 12 Januari 2016 - 04:01:26 WIB
0 | Kategori: Ekonomi |Dibaca: 400

Kenallicom, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo optimistis target inflasi 2016 di kisaran empat plus minus satu persen akan tercapai menyusul adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 5 Januari 2016.

"Dari sisi daya beli, khususnya nanti ketika tanggal 5 Januari 2016 akan ada penyesuaian harga BBM, itu akan baik sekali," ujar Agus Martowardojo seusai menghadiri pembukaan perdagangan saham 2016 oleh Presiden Joko Widodo di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin.

Pada 5 Januari 2016, harga BBM jenis premium akan diturunkan menjadi Rp7.150 dari semula Rp7.300 per liter, sedangkan BBM jenis solar menjadi Rp5.950 dari Rp6.700 per liter.

Sementara itu dalam pidato pembukaan perdagangan saham 2016, Presiden Joko Widodo mengapresiasi hasil kerja keras Bank Indonesia dalam menjaga inflasi selama tahun 2015.

"Alhamdulillah, 2015 inflasinya hanya 3,3 persen. BI kerja keras, pemerintah kerja keras semuanya. Demand dan supply betul-betul kita pantau setiap hari. Ini yang akan terus kita lakukan agar inflasi betul-betul di bawah lima persen," kata Presiden.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang 2015 sebesar 3,35 persen atau lebih baik dari target pemerintah di APBN-P 2015 sebesar 5,0 persen.

Selain inflasi yang terkendali, Agus Martowardojo juga mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur pada 2016 ini dapat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan membaiknya infrastruktur maka akan menyumbang perbaikan ekonomi domestik pada tahun 2016.

"Seperti yang disampaikan Pak Presiden Joko Widodo, kementerian-kementerian khususnya yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur sudah melakukan tender untuk melakukan realisasi anggaran 2016. Kita harapkan pada awal 2016 ini sudah akan ada realisasi anggaran pemerintah," katanya.

Ia mengingatkan agar tetap waspada terhadap harga minyak mentah dan komoditas dunia yang masih mengalami tekanan, serta tren penguatan dolar AS yang dapat mempengaruhi laju perekonomian domestik.

"Jadi kita harus membangun optimisme, potensi kita besar walaupun tantangan global masih ada," katanya.

sumber: antaranews.com

#News1


kenali.co